April 27, 2015

SINOPSIS ONE SUNNY DAY EPISODE 7

Dilarang meng-COPAS SEMUA ARTIKEL yang ada didalam blog ini!!! tolong hargailah kerja keras penulis!!!


==== EPISODE 7 ====

Kim Ji mengantar Ji Ho kesebuah tempat yang terletak didekat pantai.

setelah sampai Ji Ho melakukan sketsa ilusinya seperti biasa dengan membayangkan menggambar sebuah panggung dan tempat untuk penonton. setelah selesai, Ji Ho terdiam untuk berpikir.


Kim Ji melangkah ketengah-tengah untuk membantu Ji Ho.

Kim Ji : "Penyanyinya akan menyanyikan sebuah lagu disini seraya memainkan gitar." ucapnya seraya menunjuk kearah yang dimaksud.

Kim Ji juga memberitahu letak duduk penonton yang akan datang.

Kim Ji : "Jika mereka bernyanyi disini, Ini akan membuat semua orang yang berada diJeju mendengarkan musik. karena angin akan membantu menyebarkan muskinya. jadi, seluruh Jeju akan mendengar musik dari sini." ucapnya.

Kim Ji juga bilang, jika nanti musik yang dimainkan dalah musik yang menyentuh atau romantis, pasti sangat bagus sekali.

Kim Ji : ""Jika kau meninggalkanku, aku harap kau akan menyesalinya untuk semumur hidupmu". mungkin lagu semacam ini, "Cintai aku, saat kau mendengar apa yang kukatakan". pengakuan cinta tanpa kata-kata, dari lagu semacam itu." serunya menyarankan.

Ji Ho diam saja dan mendengarkan apa yang dikatakan Kim Ji seraya membayangkannya.


Kim Ji : "Saat lagunya selesai, wajah si pria akan memerah, si wanita akan kehabisan kata-kata. kemudian, desiran ombak akan mulai bertepuk tangan untuk mereka berdua." ucapnya seraya menirukan suara ombak.

Ji Ho tersenyum mendengar apa yang dikatakan Kim Ji. lalu mereka berdua membayang kan sketsa ilustrasi mereka sendiri.


Ji Ho dan Kim Ji beristirahat disebuah bangku. Kim Ji memberi saran pada Ji Ho akan ada acara lamaran mendadak, jika dia mengadakan pertunjukan ditempat itu. Ji Ho menyahut, hal seperti itu tidaklah mungkin.

Kim Ji : "Kenapa?" tanyanya.

Ji Ho bilang, jika pernyataan cintanya tidak berhasil, mereka berdua yang menyatakan cinta akan canggung. dan mereka akan merasakan kekecewaan karena datang kepertunjukan itu karena tidak membuahkan hasil.

Kim Ji : "Aku suka melihat orang yang menyatakan cinta satu sama lain. berdebar saat pengakuan, lalu menangis karena bahagia, kemudian orang-orang yang menonton akan mulai berteriak, "cium..! cium..!". sesuatu seperti itu.

Ji Ho : "Jika semua yang kau katakan terjadi, akan bagus sekali. penonton pasti akan tersentuh dan menangis bahagia. dan juga bersemangat bersama-sama. bagaimanapun juga, jika kita memilih seseorang untuk melakukan pernyataan cinta secara mendadak, kemungkinan besar tidak ada satupun yang mau melakukannya. mereka hanya akan maju kedepan panggung dan sama sekali tidak menarik." ucapnya.


Ji Ho juga bilang, hal semacam itu sangat mudah ditebak karena sama sekali tidak alami. meskipun bersujud, atau mengungkapkan kata-kata yang indah, mereka tidak akan menyentuh hati penonton dan mendapatkan banyak tepuk tangan.

Ji Ho : "Lalu, ekspresi mereka akan seperti ini.." serunya seraya memberikan contoh pada Kim Ji. Ji Ho bergaya seolah-olah bertepuk tangan tapi canggung.

Kim Ji tersenyum lalu bilang kalau Ji Ho sangat teliti (detail/berhati-hati) sekali dengan pekerjaannya.

Kim Ji : "Jika kau belum menemukan ide yang cemerlang, kau akan terjaga sepanjang malam sampai menemukan sebuah ide. jika seseorang melakukan kesalahan, daripada kau memarahi mereka, kau lebih memilih menjelaskan dimana letak kesalahan mereka, kemudian berkata, "Mulai besok, kau tidak perlu datang lagi untuk bekerja disini, dan bla-bla-bla.."." serunya kemudian tersenyum.

Ji Ho langsung bilang, semua yang dikatakan Kim Ji salah. Kim Ji menyahut, dia tahu (Ji Ho bukan orang seperti itu).

Kim Ji : "Kau adalah orang yang ramah dan bijaksana ketika kau bekerja, kan? aku sangat yakin, kau adalah orang yang memiliki hati yang hangat (baik hati)." serunya.

Ji Ho diam menatap Kim Ji tajam, lalu dia bilang, itu bukanlah dirinya. setelah mengatakan itu, Ji Ho beranjak dari duduknya lalu pergi. Kim Ji mengikuti langkah Ji Ho.


Kim Ji memberondong beberapa pertanyaan pada Ji Ho, kenapa dia berpikir bahwa dirinya bukanlah orang baik? apakah Ji Ho pernah mencuri uang teman-temannya saat masih kecil? atau karena suatu hal? atau jangan-jangan Ji Ho adalah mantan seorang kriminal yang terkenal? apa Ji Ho pernah menipu seseorang dan pernah dipenjara? atau Ji Ho pelaku dari sebuah porsitusi?

Ji Ho diam saja tak menjawab. Kim Ji mengatakan bahwa dia sendiri bukanlah orang yang baik.

ketika ada seseorang yang berlari ke lift saat pintu hampir tertutup, dia pasti menekan tombol 'close' lalu berpura-pura seakan menekan tombol 'open' untuk mereka. dan saat dia sedang makan siang bersama teman sekantor, dia pasti akan memberikan sumpit yang berbeda untuk orang yang tidak disukainya. dan ketika dia melihat ada bayi yang menangis keras, Kim Ji pasti akan berseru, "Aww~ Imut sekali!" tapi sambil melotot kearah bayi itu.

Ji Ho : "Jadi, maksudmu, kau termasuk orang yang tidak berperasaan?" tanyanya.

Kim Ji : "Ya, kau benar sekali." sahutnya.


Ji Ho bercerita, kalau dia memiliki kekasih satu tahun belakangan. tapi ternyata kekasihnya itu sudah memiliki tunangan sebelum bertemu dengan Ji Ho. Kim Ji terkejut mendengarnya.

Ji Ho : "Meskipun aku tahu semuanya, tapi aku tetap bertemu dengannya secara rahasia." ucapnya dengan wajah sendu.

Kim Ji diam dan mengingat kejadian sebelumnya.


== FLASHBACK ==

kembali ke episode 3, saat dimana Kim Ji meminjam ponsel Ji Ho untuk menelepon.

saat Kim Ji memohon pada Ji Ho untuk menggunakan ponselnya lagi, ponsel Ji Ho tiba-tiba berdering.

Kim Ji melihat kelayar dan dilihatnya seorang wanita bernama Hye Joo menelepon Ji Ho.

(Hye Joo : nama mantan kekasih Ji Ho)


Kim Ji : "Seseorang meneleponmu." ucapnya memberitahu Ji Ho.

saat Ji Ho melihat kelayar ponselnya dan mengetahui Hye Joo meneleponnya, raut wajahnya berubah menjadi sedih.


Ji Ho membiarkan ponselnya dan tidak mengangkat panggilan Hye Joo. setelah beberapa saat, panggilan Hye Joo masuk ke daftar panggilan tak terjawab. lalu, Ji Ho menyerahkan kembali ponselnya pada Kim Ji.

== FLASHBACK END ==

Kim Ji mengingat kejadian itu dan baru tahu dan menyadari apa yang terjadi.

Kim Ji : "Oh ya, aku hampir lupa memnerimu ucapan selamat." serunya.

Ji Ho melihat kearah Kim Ji dengan pandangan bingung dan tak mengerti.

Kim Ji : "Dilihat dari situasinya, ini pasti sangat berat untukmu. tapi dikarenakan kalian berdua sudah putus, hidupmu tidak akan seberat seperti dulu lagi." ucapnya.

Kim Ji bilang pada Ji Ho untuk berhenti berpikir bahwa dirinya adalah bukanlah orang yang baik.

Kim Ji : "Karena.." serunya.


Ji Ho tertegun ketika mendengar ucapan Kim Ji sama dengan apa yang pernah Young Ho katakan.

== FLASHBACK ==

Ji Ho dan Young Ho berbincang berdua disebuah bar.

Young Ho : "Tidak peduli apa yang kau lakukan, aku tahu bahwa kau bukanlah orang yang jahat. tak peduli seberapa banyak kau mencintainya, dan juga kau tidak menginginkan untuk berpisah dengannya, tapi orang baik sepertimu pasti juga akan melewati jalan yang salah. "Mengapa dia tetap bertemu dengan wanita seperti itu?", aku yang tahu dirimu! bagaimana bisa orang lain tahu siapa kau sebenarnya? sekalipun mereka tahu, kau hanya akan terlihat sebagai seseorang yang terlibat affair dengan seorang wanita yang sudah memiliki hubungan. sedangkan Hye Joo, dia sudah bertunangan dengan seorang pria tapi masih menemui pria lain, itu benar-benar wanita yang buruk. Mengapa kau masih memikirkan apa yang dikatakannya? aku sungguh-sunguh membeci sesuatu yang seperti ini, sungguh!" omelnya panjang-lebar.


Young Ho mengatakan pada Ji Ho, ketika mereka melihat seorang anak yang jatuh, pertama kali yang mereka lakukan adalah menenangkannya.

== FLASHBACK END ==

Kim Ji masih mengucapkan hal yang sama dengan yang pernah Young Ho katakan.

Kim Ji bilang, setelah menangani anak yang terjatuh dan menenangkannya, dia pasti bertanya, "Apa kau terluka?" sesuatu seperti itu.

Kim Ji : "Setelah itu, cobalah untuk bicara padanya bahwa tempat ini bukanlah tempat untuk berlarian. jika kita bilang, "Kau pantas mendapatkan luka, karena kau sangat nakal". atau memarahi mereka, itu akan melukai perasaan mereka. mereka akan berpikir, bahwa didunia ini, tidak ada seorangpun yang menyayangi mereka dan merasakan ketidak adilan." ucapnya.

Kim Ji tersenyum pada Ji Ho dan bilang, kalau dia mengatakan hal seperti ini bukan berarti Kim Ji menganggap Ji Ho seperti anak-anak, melainkan karena hati Ji Ho.

Berapapun umur yang dimiliki seseorang, itu bukan berarti seseorang bertampah pintar ataupun dewasa.

Kim Ji : "Jangan membenci dirimu sendiri. dan kau.." serunya seraya menatap Ji Ho.


[Kim Ji : "Sekalipun kau sudah kenyang, tapi kau tetap memakan apa yang Nenek sajikan, tanpa menyisakan sedikitpun.]


[Kim Ji : "Meletakkan ponsel di ruang tamu untukku..]


[Kim Ji : "Dan membelikanku obat..,]


[Kim Ji : "Menuangkan air digelas untukku..,]


[Kim Ji : "Memberiku payung..]


[Kim Ji : "Sekalipun kau sangat sibuk, kau masih saja mementingkan telepon untukku. 
pergi untuk mencariku dan datang ke hutan lindung]


[Kim Ji : "Ketika aku tertidur, kau menyelimutiku dengan selimut.]


Kim Ji mengatakan, seseorang yang melakukan hal seperti itu, adalah orang yang baik. dan hanya orang baik yang bisa melakukan hal seperti itu.

Kim Ji : "Sebagaimana yang baru saja kukatakan.." serunya seraya tersenyum sambil mengangkat tangannya untuk mengajak Ji Ho melakukan high five.

Ji Ho tidak menganggapi Kim Ji, dia memalingkan wajahnya.


Kim Ji : "Oh~ aku seharusnya tidak bergembira, ini bukan saat yang tepat." ucapnya pelan. "Bagaimanapun juga, berpisah dengan seseorang sangat menyakitkan." lanjutnya.

Kim Ji membuka tangannya, untuk memberikan pelukan pada Ji Ho.

Ji Ho diam saja masih tidak menanggapi apa yang Kim Ji lakukan.


Kim Ji tersenyum melihat tinggkah Ji Ho, dia mendekat pada Ji Ho lalu memeluknya, hal itu membuat Ji Ho kaget.

Kim Ji : "Selamat!" serunya seraya menepuk-nepuk punggung Ji Ho.


tiba-tiba Kim Ji berseru kalau dia mendengar suara perut Ji Ho yang keroncongan. Ji Ho langsung menjauh dari Kim Ji.

Kim Ji : "Aku hanya bercanda!" serunya seraya tersenyum.


sebelum kembali ke penginapan, Kim Ji dan Ji Ho berjalan-jalan lebih dulu. menikmati konser jalanan bersama-sama.


saat melewati sebuah patung, Kim Ji terhenti dan langsung tertarik pada patung itu.

Kim Ji duduk berjongkok didepan patung itu seraya memegang tangan patung. dia bahkan mengajak Ji Ho juga.

Kim Ji : "Mereka bilang, jika kita melakukan hal seperti ini, akan ada seseorang yang akan datang dan selalu mengenggam tangan kita." ucapnya menjelaskan.


Ji Ho menuruti apa yang Kim Ji minta. dia duduk disebelah Kim Ji dan menempelkan tangannya ke tangan patung itu.

perlahan Kim Ji meletakkan tangannya diatas tangan Ji Ho. hal itu membuatnya sedikit gugup.

Kim Ji : "Baiklah, mari kita mulai berdoa. apa kau tahu bagaimana caranya berdoa?" serunya.

Ji Ho diam saja tak menjawab. Kim Ji bisa tahu kalau Ji Ho tidak tahu cara berdoa dari raut wajah Ji Ho.

Kim Ji : "Se se se, ketika Cinderella masih muda.." ucapnya bersenandung.

Kim Ji mulai tertawa. Ji Ho langsung beranjak dari duduknya karena Kim Ji terlalu kekanakan.

Kim Ji : "Bukankah ini lucu?" tanyanya pada Ji Ho.

Ji Ho diam saja tak menjawab.


saat Kim Ji mengalihkan pandangannya, dia tertarik pada sebuah boneka yang dipajang didepan toko. Kim Ji langsung menghampiri boneka itu.

tanpa sepengetahuan Kim Ji, Ji Ho melirik ke patung tadi lalu tersenyum sendiri.

Kim Ji memegang salah satu boneka dan berkomentar. tak lama kemudian seorang pria keluar dari toko itu menyapa Ji Ho dan Kim Ji.

(pria itu wajahnya sama seperti supir taksi, polisi dan EO yang ditemui Ji Ho. 'Hyun Jun')

Kim Ji : "(dialek Jeju) Halo!" sapanya.

Hyun Jun : "(dialek Jeju) Selamat datang!." sahutnya.

Ji Ho menatap wajah Hyun Jun dan merasa tidak asing.


Kim Ji mengarahkan boneka yang dipegangnya pada Ji Ho lalu membuat suara kecil (aegyo).

Kim Ji : "(dialek Jeju) Silahkan datang kemari." ucapnya. "Bisakah kau mengatakan "Kenapa? cepat!"." serunya pada Ji Ho.

Ji Ho menuruti apa yang dikatakan Kim Ji, dia bertanya, "Kenapa?"

Kim Ji : "(dialek Jeju) Karena aku ingin sedikit lebih lama bersamamu." ucapnya malu-malu.

setelah mengatakan itu, Kim Ji meletakkan boneka lalu pergi.


Hyun Jun menyenggol Ji Ho yang terdiam. dia memberitahu Ji Ho, mungkin Kim Ji membaca tulisan yang terdapat di hutan lindung.

Hyun Jun tersenyum lalu bilang, kalau Ji Ho dan Kim Ji memiliki waktu yang indah bersama-sama. setelah mengatakan itu, Hyun Jun masuk ketoko.


Kim Ji berhenti disebuah toko boneka lagi lalu memegang boneka yang berbentuk orang china.

dengan sedikit malu-malu, Kim Ji menunjukkan boneka itu pada Ji Ho. lalu mengungkapkan sebuah kata menggunakan bahasa cina.

Kim Ji : "(Cina) Aku tidak begitu mengenalmu, dan aku tidak tahu apa yang kau pikirkan tentang aku. tapi, aku menyukaimu. kau mungkin berpikir kalau aku gila, kan?" ucapnya.

Kim Ji menunduk malu, sedangkan Ji Ho menatap Kim Ji tajam.


Bersambung..

Eng Sub by gadeun

April 25, 2015

SINOPSIS ONE SUNNY DAY EPISODE 6

Dilarang meng-COPAS SEMUA ARTIKEL yang ada didalam blog ini!!! tolong hargailah kerja keras penulis!!!




==== EPISODE 6 ====

Ji Ho berjalan mondar-mandir sambil mencoba menelepon penginapan. tapi tetap saja tidak ada yang menjawab teleponnya.

Ji Ho ingat kalau kemarin malam Kim Ji bilang padanya akan pergi ke hutan lindung dan berharap tidak turun hujan.


dan ternyata benar, Kim Ji pergi ke hutan lindung untuk menyelesaikan pekerjaannya.

setelah beberapa saat berkeliling, Kim Ji berhenti lalu memeriksa suhu tubuhnya kemudian bergumam, "Ini sudah lebih baik.. sangat baik! panasnya sudah turun". Kim Ji kembali melanjutkan kegiatannya.


saat berkeliling hutan, Kim Ji terhenti disebuah papan yang terdapat beberapa kata-kata yang memberikan sebuah TIP untuk pengunjung.

[Belajar bagaimana cara menyatakan cinta kepada seseorang yang kau cintai dengan dialek Jeju]

Kim Ji tersenyum membaca tulisan yang ada dipapan itu. kemudian dia pergi.


Ji Ho trenyata pergi kehutan lindung untuk mencari Kim Ji. setelah berkeliling hutan beberapa saat, Ji Ho akhirnya bisa menemukan Kim Ji yang sedang makan ramen dikios berjalan.


Kim Ji sangat terkejut melihat Ji Ho menghampirinya. Ia lalu tanya, apa ada masalah?

Kim Ji : "Orang akan berpikir kalau kau mengikutiku." ledeknya. "Ngomong-ngomong, aku yang datang duluan. aku tidak mengikutimu." serunya.

Ji Ho mengeluarkan ponselnya dan memberitahu Kim Ji bahwa seseorang meneleponnya.

Ji Ho : "Aku pikir, disana mungkin terjadi sesuatu yang penting. teleponmu mati." ucapnya.

Kim Ji menunduk malu. Ia mengambil ponsel Ji Ho lalu meminjamnya untuk menelepon.


setelah menelepon, Kim Ji mengembalikan ponsel Ji Ho seraya berterima kasih lagi.

Kim Ji : "Terima kasih, untuk obat, air dan payungnya." ucapnya.

Kim Ji menawarkan Ji Ho untuk makan ramen. Ji Ho yang baru saja makan ramen, menggelengkan kepala tidak mau.

Kim Ji : "Apa ada sesuatu yang ingin kau makan? aku yang akan mentraktir." serunya.

Ji Ho : "Tidak apa-apa. kau sudah membelikanku kopi." ucapnya.

Kim Ji : "Eh~ itu saja masih belum cukup. kau mau makan baberque denganku, kan? Ah.. apa kau suka daging?" serunya.

Ji Ho diam saja tak menjawab.

Kim Ji : "Kelihatannya kau tidak suka.., jadi apa kau lebih suka sashimi?" tanyanya.

Ji Ho : "Aku suka daging." sahutnya lalu pergi.


Kim Ji heran melihat jawaban Ji Ho. lagi-lagi tebakannya salah. dilihat dari bentuk tubuhnya, Kim Ji berpikir Ji Ho tidak suka makan daging.

Kim Ji : "Eh~ ini aneh, dilihat dari bentuk tubuhmu yang terlihat seperti ikan. kau memiliki bahu yang lebar, paha yang kuat." serunya.

Ji Ho : "Ngomong-ngomong, apakah teori yang kau katakan itu benar?" tanyanya.

Kim Ji bilang tentu saja teorinya benar. selama ini, tebakannya selalu benar.

Kim Ji : "Coba kita lihat.., kau lulus dari sekolah khusus pria, lalu melanjutkan ke teknik mesin dan kemudian menyelesaikan wajib militer, kan? dan kau tidak memiliki saudara perempuan. saat akhir pekan, kau hanya bermain game bola, menonton pertandingan sepak bola live, bermain bola dengan temanmu. aku benar, kan?" tebaknya.

Ji Ho : "Semuanya salah!" sahutnya.

Kim Ji : "Apa yang kau katakan? kata-kataku yang mana yang salah?" tanyanya terkejut.

Ji Ho : "Semuanya." sahutnya.

Kim Ji : "Tidak mungkin!" serunya.

Kim Ji mencoba menebak lagi, kalau begitu apa Ji Ho suka bermain basket? Ji Ho langsung menjawab tidak.


sepulangnya di penginapan, Kim Ji dan Ji Ho membuat barbeque. mereka bahkan mengajak Nenek Jang Mi. setelah Ji Ho selesai memanggang, mereka bertiga makan bersama dan tidak lupa untuk bersulang juga.

Nenek mencoba lebih dulu daging yang Ji Ho panggang, dan memuji rasanya enak. Kim Ji bahkan menyuapi Nenek dengan sayang.


Nenek tanya pada Kim Ji, apa dia sudah punya pacar? Kim Ji menjawab tidak punya.

Nenek: "Aigoo, Mengapa kau tidak punya? kau sangat cantik." serunya.

Kim Ji : "Dulu aku punya, tapi sekarang sudah putus dengannya. karena dia tidak berperasaan. dia selalu membuatku menunggu untuk teleponnya, tapi dia tidak juga menelepon. jika aku bertanya padanya, "Mengapa kau baru sekarang meneleponku?" dia menjawab, "Fokus saja pada pekerjaanmu, kenapa terus menunggu telepon dariku?"." ucapnya dengan sedih.

Ji Ho diam-diam merasa iba pada Kim Ji. ternyata dia tidak jauh berbeda dengan dirinya yang sama-sama dicampakkan.


Nenek Jang Mi bilang, bahwa cinta bukanlah sesuatu yang sering terjadi. membuat kontak mata lalu jatuh cinta, itu bukan yang dinamakan cinta sejati. tapi walaupun begitu.., tampan atau tidaknya seseorang yang di suka, dan mereka bisa mencintainya, itu adalah sebuah anugerah. tapi jika orang itu juga mencintai kita, maka itu akan lebih berharga.

Nenek : "Suatu hari, jika kau tersenyum karena kau pernah mencintainya, dilain hari, kau akan menangis karena kau membencinya. momen seperti itulah yang terbaik. aku tidak bisa membayangkannya.." ucapnya.


beberapa saat kemudian, nenek Jang Mi sudah tidak ada. dan hanya tinggal Ji Ho dan Kim Ji berdua.

melihat Kim Ji yang meringkuk sambil memejamkan mata, Ji Ho menyelimutinya.

Kim Ji : "Aku masih belum mengantuk." ucapnya pelan.

Ji Ho diam saja. dia melamun dan kembali mengingat kejadian saat dia bertemu dengan mantan kekasihnya untuk terakhir kali.


== FLASHBACK ==

sambil menangis, mantan kekasih Ji Ho bilang pada Ji Ho, dia akan selalu berdoa untuk Ji Ho agar selalu beruntung.

Ji Ho : "Kumohon, katakan satu hal. tanpa terlalu banyak berpikir, Ini akan sangat berat bagi kita untuk berhenti bertemu satu sama lain. tanpa memikirkan hal itu, sekalipun ini adalah hal yang tidak berguna untuk dipikirkan. bisakah kau mengatakannya lagi? kata yang ingin kudengar, kata itu.. aku mencintaimu." ucapnya pelan.


Ji Ho pergi meninggalkan mantan kekasihnya itu dengan perasaan yang sedih.

== FLASHBACK END ==

Kim Ji sudah tertidur. Ji Ho masih duduk disampingnya.

suara hati Ji Ho : "Benar. ada ribuan alasan mengapa pasangan menjadi putus. dan karena salah satu dari alasan itu, kita tidak bisa menjadi pasangan. ketika aku bertanya padanya, "Apa kau mencintaiku?" cukup katakan dengan kata, "Aku mencintaimu". sekali saja, itu sudah cukup untukku.

Ji Ho melirik Kim Ji yang tengah tertidur, kemudian dia menatap langit.


ke esokan paginya, Kim Ji lebih dulu menggunakan kamar mandi. karena pintu kamar mandi rusak, Kim Ji berjaga untuk dirinya sendiri dengan menempelkan sebuah kertas dipintu kamar mandi dengan bertuliskan, 'Jangan dibuka pintunya, ada orang didalam'.


Ji Ho yang ingin menggunakan kamar mandi, membaca pesan yang tertempel di pintu. awalnya Ji Ho akan pergi, tapi dia kembali lagi untuk mengusili Kim Ji. Ji Ho mengetuk pintu dengan keras.

Kim Ji : "Aku didalam kamar mandi!" teriaknya.


Ji Ho menahan tawanya, dia mengetuk pintu lagi.

Kim Ji : "Aku didalam, jangan buka pintunya!" teriaknya lagi.

lalu, Ji Ho menggerakkan ganggang pintu berkali-kali, berpura-pura seakan mau masuk kedalam.

Kim Ji : "Aku bilang, jangan buka pintunya!" teriaknya panik.


Kim Ji dan Ji Ho akan pergi bersama. Kim Ji berencana menunjukkan Ji Ho ketempat yang bagus untuk diadakannya festival.

saat Ji Ho menghampirinya diluar rumah, Kim Ji langsung melemparkan helm pada Ji Ho.

Kim Ji memberitahu Ji Ho, kalau akan sulit jika pergi ketempat yang akan mereka tuju dengan menggunakan bus. Kim Ji menyuruh Ji Ho untuk naik ke motor yang sudah disewanya.

Ji Ho : "Kalau begitu, biarkan aku yang mengendarai." serunya.

Kim Ji : "Kau tidak tahu dimana tempatnya." sahutnya.

Ji Ho : "Tapi, kau bisa menunjukkan dimana tempatnya..." ucapnya.

Kim Ji : "Aish.., naik saja. aku pintar dalam mengemudi." serunya.

Ji Ho : "Tapi, nanti akan terlihat aneh." ucapnya.

Kim Ji tersenyum lalu menepuk motornya, pertanda meminta Ji Ho untuk duduk.


mereka berdua pergi ketempat yang Kim Ji tuju dengan Kim Ji yang menyetir.

saat akan sampai, Kim Ji berteriak pada Ji Ho, "Kita hampir sampai."

karena Kim Ji mengebut, Ji Ho tidak bisa mendengar apa yang Kim Ji katakan.

JI Ho : "Apa yang kau bilang? Aku tidak bisa mendengar apapun." teriaknya.

Kim Ji ternyata juga sama seperti Ji Ho, sama-sama tidak bisa mendenar apa yang diucapakan. sehingga percakapan mereka tidak nyambung.

Kim Ji : "Tadi pagi saat dikamar mandi, kau sengaja melakukannya, bukan?" tanyanya.

Ji Ho : "Ya, kau melakukan kerja yang bagus!" teriaknya.

Kim Ji : "Kau butuh tisu tiolet, ya?" tanyanya lagi.

Ji Ho : "Ya, karena kau telah membantuku." teriaknya lagi. (Hahaha)


mereka berdua lalu tersenyum. dan menikmati perjalanan. tanpa sengaja, helm mereka saling berbentur. melihat itu, mereka berdua tertawa.


Bersambung..

Eng Sub by gadeun