May 17, 2015

SINOPSIS ORANGE MARMALADE EPISODE 2

Dilarang meng-COPAS SEMUA ARTIKEL yang ada didalam blog ini!!! tolong hargailah kerja keras penulis!!!




==== EPISODE 2 ====

Jae Min berjalan dipinggir jalan sendirian sambil memikirkan Ma Ri yang tadi menyanyi di kafe.


== FLASHBACK ==

Pak Han menghampiri Jae Min yang tertegun melihat penampilan Ma Ri.

Pak Han : "Jika saja anak seperti dia menjadi vokalis diband kita.." ucapnya.

Jae Min : "Kalau begitu, kau bisa mendapatkannya."  sahutnya.

Pak Han : "Hah??" serunya tak mengerti.

Jae Min memberitahu kalau anak itu (Ma Ri) dari sekolah mereka.

Jae Min : "Murid pindahan di kelas kami." ucapnya.


== FLASHBACK END ==

ditv sedang menyiarkan berita mengenai salah satu vampir yang berhasil mereka wawancarai. hal ini merupakan sejarah untuk pertama kalinya di tv.

presenter memberitahu bahwa vampir hidup dilingkungan manusia. semua pemirsa bisa mendengar sebuah cerita yang sangat mengejutkan.


disuatu tempat, Shi Hoo sedang menyaksikan berita yang sedang ditayangkan.


dirumah, Ayah Ma Ri yang sedang bersih-bersih rumah, juga menonton acara di tv.

[Presenter : "Pemirsa, silahkan menyaksikan wawancara ini sampai selesai. hidup dilingkungan kita, tapi identitas mereka tidak benar-benar terungkap."]

Ayah : "Wawancara dengan vampir?" gerutunya kesal.


ponsel milik Shi Hoo berdering. Ia mendapatkan pangilan dari VCS.

(Vampire Control System)

seseorang yang menelepon Shi Hoo, tanya, apakah dia sedang berbicara dengan Han Shi Hoo?

Shi Hoo : "Han Shi Hoo. kukira itu adalah namaku yang baru saat ini?"

VCS : "Itu benar. vampire membersihkan medis dan wawancara dan semuanya. aktivitas yang mungkin bisa merusak masyarakat diatur oleh kami. hukuman untuk yang dibawah umur sudah ditetapkan. tapi, untuk berjaga-jaga, dokumen untuk nama baru dan ID telah disiapkan."

Shi Hoo menyahut kalau dia tidak akan pergi kesekolah lagi.

VCS : "VCS memberitahukan nama barumu Han Shi Hoo dan seorang murid pindahan."

Shi Hoo : "Aku sudah selesai bersekolah." sahutnya kesal.

VCS : "Sampai keputusan VCS sudah ditetapkan, SPA mu akan dihentikan.

(SPA : Sun Protection Ample)

Shi Hoo : "Bagaimana hal seperti itu bisa terjadi??" teriaknya marah.

VCS : "Kami mengharapkan partisipasimu."

Shi Hoo benar-benar sangat marah. Ia melempar ponselnya lalu membanting gelas yang berisi darah dimeja.


Ayah mengentikan membersihkan rumah, dan duduk terfokus melihat berita di tv yang menayangkan wawancara dengan Shi Hoo.

Ayah : "Ini berita buruk." keluhnya.


tak lama kemudian bel rumah berbunyi, Ayah segera membukakan pintu. seorang pria mengantarkan sebuah paketan pada Ayah.

Ayah membuka kotak paket itu yang ternyata didalamnya berisi banyak kotak kecil berisi SPA.

(SPA disini semacam cairan yang berfungsi sebagai daya tahan terkena sinar matahari)


Jae Min sedang membaca buku diperpustakaan sendirian. tiba-tiba hal aneh terjadi, Jae Min mendengar suara alunan sebuah gitar. saat Jae Min menoleh ke jendela, Ia terkejut melihat Ma Ri ada disana sedang memainkan gitar.

Jae Min beranjak dari duduknya dan terpaku memandang Ma Ri. Jae Min melangkah perlahan menghampiri Ma Ri. Ma Ri menatap Jae Min lalu tersenyum.


tiba-tiba Jae Min sudah berada ditempat lain, ia berdiri disebuah tempat yang sangat gelap sendirian tanpa memakai baju.

sepasang tangan yang memiliki kuku panjang, tiba-tiba menggerayangi tubuhnya. ternyata itu adalah milik Ma Ri.


kembali keperpustakaan...
Jae Min sangat terkejut melihat penampilan Ma Ri yang tiba-tiba berubah.

sekarang, Ma Ri memakai pakaian serba hitam dan memandang Jae Min dengan tajam. Baju yang dipakai Ma Ri dangat sexy hingga membuat Jae Min tidak bisa bicara sedikitpun.


Ma Ri beranjak dari duduknya lalu menghampiri Jae Min. Ma Ri mendorong Jae Min untuk duduk dikursi. setelah itu Ma Ri duduk dipangkuan Jae Min.

Ma Ri mendekat pada Jae Min dan akan menciumnya. Jae Min mencengkram meja erat seraya menutup matanya.


tiba-tiba mata Ma Ri berubah menjadi ungu, mata vampir. bahkan gigi taringnya keluar. dengan cepat Ma Ri menghisap leher Jae Min.


dan...

ternyata itu semua hanyalah mimpi.

Ma Ri langsung terbangun dari tidurnya karena memimpikan hal yang buruk. sama halnya dengan Jae Min.

Ma Ri menatap dirinya dicermin dan bergumam, "Ada apa denganku? mengapa aku terus memikirkan mengenai darahnya? aku merasa, aku akan menjadi lebih dan lebih dari seorang monster."


Jae Min mengintip celananya dari balik selimut, dan mendesis kesal ketika mengetahui dia baru saja mimpi basah. (hahaha)

Jae Min : "Aish~"


Jae Min bangun untuk mencuci celananya diwastafel. dia mencucinya dengan sabun berkali-kali tapi sepertinya tidak juga bersih. dengan kesal Jae Min membanting celananya dan mendesis kesal.


Jae Min duduk disofa dan melamun. tak lama kemudian pandangannya tertuju pada gitar pemberian Ibunya.


== FLASHBACK ==

Jae Min kecil sedang bermain gitar sedangkan Ibunya sedang bermain piano. mereka memainkan musik bersama-sama.

Ibu tanya pada Jae Min, apa dia berlatih hanya dalam satu hari? Jae Min mengangguk mengiyakan.

Ibu : "Wow~ anakku sangat cerdas." pujinya.


Jae Min kecil tersenyum senang. Ia lalu tanya pada Ibunya, lalu bagaimana dengan Ibunya?

Ibu : "Ibu.., Ibu sangat bahagia ketika Ibu mendengar Jae Min-ku bermain gitar. bisakah kau bermain sekali lagi?" serunya.

Jae Min kecil mengangguk setuju. Ia lalu mulai memetik gitarnya. Ibu memandangi putranya dengan sayang.


== FLASHBACK END ==

Jae Min teringat akan ucapan Pak Han yang mengatakan andai saja Ma Ri adalah vokalis di band sekolah mereka. Jae Min langsung menghela nafas panjang.


keesokannya disekolah, murid-murid dikelas heboh dengan berita mengenai wawancara dengan vampir yang semalam tayang di tv.

Ma Ri yang duduk dibangkunya merasa terganggu. Ia beranjak dari bangkunya berniat untuk pergi.


Ma Ri membuka lokernya untuk mengambil dompet makan siangnya lalu pergi.

hal aneh tiba-tiba terjadi, video yang sedang ditonton murid-murid disekolah, tiba-tiba mati dan tidak bisa diputar lagi.


Jae Min melangkah kesebuah ruangan dan masuk keruangan band sekolah yang sudah lama tidak dipakai.


Ma Ri menaiki tangga untuk menuju keatap. tapi sesampainya diatap, Ma Ri harus kecewa mengetahui pintu untuk menuju keatap digembok.


Jae Min masuk kedalam ruang band sekolah. Jae Min berkeliling ruangan untuk melihat-lihat. saat melihat sebuah gitar, Jae Min diam-diam memainkannya.


beberapa saat kemudian, ketika Jae Min akan pergi, Ia mendengar suara seseorang datang. Jae Min panik dan langsung bersembunyi dibawah meja.

ternyata yang datang adalah Ma Ri. Ma Ri masuk ke ruang band sekolah karena sengaja mencari tempat sepi untuk meminum jus darahnya.

Ma Ri melihat sebuah gitar tergeletak. Ma Ri menaruh dompet jusnya dimeja dan memilih untuk bermain gitar.


tanpa sengaja, Ma Ri menyengol vas bunga yang ada di meja. Jae Min yang melihat vas bunga itu akan jatuh dengan cepat menangkapnya.

mendengar suara seseorang, Ma Ri sangat terkejut. terlebih lagi saat mengetahui orang itu adalah Jae Min.

Jae Min : "Tangkapan bagus!" serunya seraya menunjukkan vas bunga ditangannya.

setelah itu, Jae Min beranjak dari bawah meja.


Jae Min : "Kau bilang kau tidak tahu bagaimana cara memainkan gitar." serunya.

Ma Ri diam saja. Ia meletakkan gitar yang dipegangnya lalu bergegas pergi.

melihat Ma Ri bersikap aneh lagi, Jae Min menghela nafas panjang.


Ma Ri yang pergi meninggalkan ruang band, teringat akan dompet makan siangnya yang tertinggal. Ma Ri benar-benar sangat cemas, Ia segera berlari untuk kembali ke ruang band.

tanpa sengaja Jae Min melihat dompet yang tergeletak diatas meja. Jae Min membawa dompet milik Ma Ri keluar.


Ma Ri yang melihat dompetnya dibawa Jae Min segera berlari menghampiri Jae Min untuk mengambilnya.

menyadari seseorang berlari kearahnya, Jae Min segera berbalik dan menghindar dari Ma Ri yang mencoba ingin mengambil dompet itu.

Jae Min : "Ada apa?" tannyanya heran. "Kau.. apa kau sudah ingat? kenapa kau harus meminta maaf?" tanyanya lagi.

Ma Ri : "Berikan itu!" sahutnya dingin.

Jae Min : "Syukurlah, ini tampak seperti kau mengenalku sekarang." serunya. "Tapi, bukankah kau bilang kau akan pergi menjauh jika melihatku?" tanyanya.

Ma Ri : "Aku bilang, berikan itu!" sahutnya.

Jae Min : "Aku... seperti debu. apa kau ingin meniupku menjauh?" ucapnya.

Ma Ri : "Apa?" tanyanya tak mengerti.

Jae Min bilang, kalau Ma Ri belum menjawab pertanyaannya. hal itu sama halnya seperti Ma Ri memperlakukan manusia layaknya debu.

Ma Ri : "Bukan maksudnya seperti itu.." sahutnya dingin.


Jae Min tanya, apa Ma Ri mau bergabung dengan band? Jae Min memberitahu kalau dia mendengar sekolah akan membentuk sebuah band.

Jae Min : "Kau suka musik dan kau bagus dalam hal itu. jika kau melakukannya, aku akan berpikir untuk melakukannya, juga." ucapnya.

dengan cepat Ma Ri merebut dompetnya dari tangan Jae Min. kemudian Ia bilang, dia tidak mau melakukan hal semacam itu. setelah mengatakan itu, Ma Ri pergi.


Jae Min : "Apa yang sudah kulakukan? kenapa dia selalu saja pergi ketika dia melihatku? Baek Ma Ri, apakah kau tahu bahwa kau sangat aneh?" omelnya sendirian.


saat Jae Min berbalik dan akan pergi, Ia terkejut melihat Pak Han yang berdiri tidak jauh darinya sedang memperhatikannya.


Ma Ri pergi ketoilet untuk meminum makan siangnya. Ma Ri teringat akan ucapan Jae Min yang mengajaknya untuk ikut bergabung dalam band sekolah.

Ma Ri : "Klub band..., terdengar menyenangkan.." ucapnya lirih.


Pak Han berdiri didekat jendela sendirian. Ia lalu tersenyum.

== FLASHBACK ==

Jae Min dan Pak Han berbincang berdua. Jae Min bilang, dia akan mencoba untuk melakukannya, tapi Jae Min mengajukan sebuah syarat pada Pak Han. yaitu, dia bebas memilih suara (vokalis) yang cocok dengan permainan gitarnya.


== FLASHBACK END ==

Pak Han sangat senang karena Jae Min mau kembali bermain gitar lagi.

Pak Han : "Baek Ma Ri..." ucapnya kemudian tersenyum.

tak lama kemudian ponsel Pak Han berdering. Ia mendapatkan telepon dari VCS.


Shi Hoo sedang berada dirumahnya. Ia duduk bersembunyi dibalik sofa dan tampak kesakitan.

ketika Shi Hoo akan beranjak untuk mengambil darah, Shi Hoo berteriak kesakitan saat sinar matahari tanpa sengaja mengenai tubuhnya.

sinar matahari membuat tubuhnya luka-luka. ini karena VPS Shi Hoo dihentikan. sehingga dia tidak mampu menerima sinar matahari yang mengenai tubuhnya.


tak lama kemudian Pak Han masuk kedalam rumah Shi Hoo. Ia terkejut melihat Shi Hoo yang terbaring dilantai. Pak Han segera membantunya. Pak Han segera menutup jendela rapat-rapat.

Pak Han : "Kenapa tubuhmu sangat dingin?" tanyanya cemas.

mengetahui Shi Hoo belum makan apapun, Pak Han segera memberikan darah binatang untuk Shi Hoo.

Pak Han menutupi tubuh Shi Hoo dengan jaket. Ia bilang luka yang timbul karena sengatan sinar matahari sulit disembuhkan.


Pak Han menyayangkan apa yang dilakukan Shi Hoo, andai saja Shi Hoo mengikuti apa yang dinginkan VCS.

Pak Han : "Hidup sebagai vampir di dalam sebuah lingkungan sangatlah sulit." ucapnya.

Shi Hoo : "Berhenti menceramahiku. kenapa kau selalu mencoba untuk mengajariku?" ucapnya gemetaran.

Pak Han menyuntikan SPA pada Shi Hoo. Ia juga bilang Shi Hoo harus pergi kesekolah.


dirumah, Ma Ri juga melakukan hal yang sama. Ibu dengan cermat menyuntikkan SPA pada Ma Ri.

setelah selesai, Ma Ri segera memakai jaketnya dan bersiap pergi kesekolah. Ibu tanya, bagaimana dengan sarapannya? Ma Ri menyahut bahwa dia sudah terlambat.

Ibu : "Itulah kenapa aku memintamu untuk bangun 5 menit lebih awal!" omelnya.

Ma Ri segera memakai tasnya dan beranjak pergi.


saat Ibu melihat kemeja, Ia sangat panik melihat dompet makan siang mari tertinggal. Ia langsung memanggil Suaminya dan menunjukkan dompet Ma Ri.

Ayah mengejar Ma Ri dan meneriakinya. mendengar teriakan Ayahnya, Ma Ri berhenti lalu berbalik.

Ayah : "Makan siangmu!" keluhnya seraya menyodorkan dompet Ma Ri.

Ma Ri : "Ah~ Ayah, Maaf.." serunya.

Ayah : "Puteriku.., apa ada yang salah denganmu akhir-akhir ini?" tanyanya cemas. "Kemarin, kau tidak makan malam, dan hari ini juga tidak sarapan." ucapnya.

Ma Ri bilang tidak ada apa-apa. Ayah mengingatkan Ma Ri kalau dia akan mendapatkan masalah jika tidak meminum darah lebih dari 12 jam.

Ayah menyarankan Ma Ri untuk berpikir bahwa Ma Ri hanya perlu melakukannya 2 kali sehari.

Ayah : "Makanlah meskipun kau tidak menyukainya." ucapnya.

Ma Ri tersenyum seraya mengangguk.

Ayah : "Kau akan terlambat. cepat pergi." serunya.

Ma Ri : "Ayah juga harus kembali." sahutnya.

Ayah mengangguk mengerti.


Ah Ra sedang menghadap Pak Han diruang guru. Pak Han meminta Ah Ra untuk menyampaikan pesan pada Ayahnya ucapan terima kasihnya. karena mendapatkan peralatan musik adalah hal yang tersulit bagi sekolah.

Ah Ra : "Ya, pak!" sahutnya.

Pak Han tanya pada Ah Ra, apakah dia dekat dengan Baek Ma Ri?

Ah Ra : "Murid pindahan yang baru?" tanyanya.

Pak Han : "Iya. jika kau dekat dengannya, bisakah kau mengajaknya untuk bergabung?" tanyanya.

Ah Ra diam saja tak menjawab, dia sangat terkejut.


Ah Ra jalan sendirian dilorong, Ia sangat kesal mengingat ucapan Pak Han yang mengatakan bahwa Baek Ma Ri akan dijadikan sebagai vokalis band sekolah.

Ah Ra lebih kesal lagi mengetahui Jae Min membuat persyaratan mau bergabung dengan band kalau Ma Ri menjadi vokalis.


semua murid berhamburan keluar kelas saat mendengar bel istirahat. Ma Ri menuju keloker untuk mengambil makan siangnya. tapi tiba-tiba Soo Ri memanggil Ma Ri dan meminta bantuannya.

Ma Ri, Soo Ri dan beberapa murid yang lain mendapat tugas untuk mengangkat barang-barang yang dibutuhkan untuk kompetisi sekolah dan memasukkannya kedalam mobil.

Pak guru memberitahu kalau mereka harus sampai sebelum makan siang. Ma Ri berniat untuk mengatakan sesuatu, tapi salah satu murid memarahi Ma Ri dan memintanya untuk bergegas.


diam-diam, Ah Ra memeriksa loker milik Ma Ri. Ah Ra membuka dompet makan siang Ma Ri dan melihat isinya terdapat beberapa kantung jus tomat. Ah Ra memasukkan jus itu kedalam dompet lagi tanpa curiga sedikitpun.

saat melihat baju olah raga Ma Ri diloker, Ah Ra memikirkan sebuah ide untuk mengusili Ma Ri. dengan segaja Ah Ra mengganti kode gembok loker Ma Ri.


setelah beberapa saat, Ma Ri dan yang lain kembali kesekolah. Ma Ri yang belum mengkonsumsi darah semenjak pagi, merasa cemas.

mengetahui yang lain akan mampir untuk makan pizza terlebih dahulu, Ma Ri membuat permintaan pada Pak Guru untuk menurunkannya. karena dia ingin kembali kesekolah.

Pak Guru : "Kenapa? apa kau sakit?" tanyanya.

Ma Ri diam saja tak menjawab.


Ma Ri yang sudah kembali kesekolah, segera menuju keloker untuk mengambil makan siangnya.

ma Ri benar-benar panik ketika lokernya tidak mau terbuka.


Ma Ri keluar kelas dan berjalan terhuyung-huyung karena merasa lemas. pandangannya berubah menjadi pandangan vampir yang hanya berwarna ungu.

Suara Hati Ma Ri : "Aku harus pulang. cepat, cepat. aku harus segera pulang. jika aku tidak memakan darah..."


tanpa sengaja Jae Min yang jalan dilorong, melihat Ma Ri yang berjalan terhuyung-huyung.

Jae Min menghampiri Ma Ri yang terlihat sakit.


Jae Min : "Baek Ma Ri!" panggilnya.

Suara Hati Ma Ri : "Ini.. bau darah? sangat manis.. darah.. aku tidak bisa menahannya lagi sekarang. aku ingin menggigit dan memakannya!"

Ma Ri yang sedikit hilang kesadarannya, melangkah mendekat pada Jae Min. Ia lalu memeluk Jae Min dan akan menghisap leher Jae Min. Jae Min terkejut melihat apa yang dilakukan Ma Ri. hal ini membuatnya terdiam.

semua murid yang melihat mereka berpelukan terkejut.


Ma Ri tiba-tiba teringat akan mimpinya yang menjadi monster karena meminum darah manusia. Ia langsung tersadar.

Suara Hati Ma Ri : "Tidak!!!"

Ma Ri melangkah mundur menjauh dari Jae Min. tapi, karena Ma Ri lemas, dia akan terjatuh. beruntung Jae Min menangkapnya.

Jae Min : "Apa kau baik-baik saja?" tanyanya.

semua murid histeris melihat Jae Min memeluk Ma Ri.

tak lama kemudian Ah Ra datang. Ia kaget melihat Jae Min memeluk Ma Ri.

Ma Ri berusaha menjauh dari Jae Min. "Minggir!" serunya.

Ma Ri bergegas untuk pergi.


tapi tiba-tiba Shi Hoo berdiri ditengah jalan menghalangi langkah Ma Ri. dan tiba-tiba Ma Ri pingsan.


Shi Hoo segera membopong Ma Ri. semua murid berteriak histeris, terlebih lagi murid wanita yang melihat ketampanan Shi Hoo.

Jae Min yang melihat dari kejauhan, tampak terlihat tidak senang.

Shi Hoo tanya pada salah satu murid dimana ruang kesehatan. setelah mengetahui letaknya, Shi Hoo segera membawa Ma Ri pergi.


Jelas terlihat raut wajah Jae Min tampak terlihat kesal. sama halnya dengan Ah Ra. Ia juga kesal melihat Jae Min seperti itu pada Ma Ri.


Shi Hoo membawa Ma Ri ke ruang kesehatan. dia juga memberi Ma Ri darah yang dikemas didalam wadah jus tomat.

melihat Ma Ri yang terburu-buru minum darahnya, Shi Hoo memintanya untuk minum secara perlahan, jika tidak Ma Ri akan mendapatkan gangguan pencernaan.

Shi Hoo : "Jika kau terkena gangguan pencernaan karena meminum darah, tidak ada obatnya." ucapnya cemas.


Ma Ri menghela nafas lega, karena belum makan semenjak kemarin malam. mengetahui itu Shi Hoo tanya kenapa. bukankah mahkluk seperti mereka tidak bisa melakukan hal semacam diet?

Shi Hoo : "Umumnya meminum darah setiap 12 jam adalah hal yang dasar bagi vampir." ucapnya.

Ma Ri : "Hei!!" bentaknya.

Shi Hoo beranjak dari duduknya lalu membuka tirai. dia memberitahu Ma Ri kalau tidak ada siapapun diruang kesehatan. karena perawat sedang pergi untuk makan siang jadi Shi Hoo mengunci pintunya untuk berhati-hati.


Shi Hoo duduk disamping Ma Ri lalu tanya, apa yang akan dilakukan Ma Ri jika dia tidak ada disana tadi?

Shi Hoo : "Kau sangat bersyukur, kan?" tanyanya.

Ma Ri tersenyum lalu mengangguk.

Shi Hoo : "Apakah kau juga bersyukur bahwa aku bisa mengenalimu, juga?" tanyanya.

Ma Ri : "Ya! tapi bagaimana kau bisa tahu kalau itu aku?" tanyanya penasaran.


Shi Hoo mengatakan, itu karena mereka pernah berbagi darah sebelumnya jadi, sangat mudah mengenali Ma Ri.

Shi Hoo mendekat pada Ma Ri lalu mengatakan bahwa mereka berada dalam suatu hubungan dimana mereka pernah berbagi darah dari mangkuk yang sama.


== FLASHBACK ==

Ma Ri kecil sedang duduk disebuah taman sambil meminum darah dimangkuk. disampingnya ada Shi Hoo kecil yang juga sedang meminum darah dimangkuk sama seperti Ma Ri.


== FLASHBACK END ==

Melihat Ma Ri yang memandanginya tajam, Shi Hoo mengalihkan suasana dengan berpura-pura membersihkan bibir Ma Ri.

SUara Hati Shi Hoo : "Aku mengetahuinya dengan benar saat pandangan pertama. pindah, ini tidak begitu buruk. karena dia, aku bersyukur berada disini."

diam-diam Shi Hoo tersenyum sendiri.


saat pelajaran olah raga, Ma Ri mendapat teguran dari Pak Guru karena dia tidak memakai seragam olah raga. itu karena loker Ma Ri tidak bisa dibuka.

Pak Guru : "Jadi, kau tidak mengganti pakaianmu dengan seragam olah raga karena lokermu tidak bisa dibuka. itu alasan yang bagus, tapi bau. baunya seperti sebuah kebohongan." amuknya.

semua murid tertawa mendengar perkataan Pak Guru.

Pak Guru : "Bagaimana jika kau pergi Ke PE saja?" amuknya.


Ah Ra tiba-tiba mengangkat tangannya. Ia bilang pada Pak Guru mungkin Ma Ri tidak memiliki alasan untuk berbohong.

Pak Guru menyahut, itulah kenapa seseorang harus memeriksanya. Pak Guru meminta wakil ketua kelas (Ah Ra) untuk pergi keloker milik Ma Ri dan memeriksa apa Ma Ri berbohong atau tidak.

Pak Guru : "Apa passwordmu?" tanyanya pada Ma Ri.

Ma Ri : "4-0-3." jawabnya.

setelah mendengar itu, Pak Guru menyuruh Ah Ra untuk pergi memeriksa.


Ah Ra pergi keloker, dia membuka loker Ma Ri dengan mudah. itu karena dia sebelumnya yang mengganti password Ma Ri. Ah Ra tersenyum licik kemudian segera mengganti password Ma Ri keasalnya. setelah itu Ia mengambil seragam olah raga Ma Ri lalu kembali kelapangan.


semua murid berbisik-bisik melihat kebohongan Ma Ri. Pak Guru benar-benar marah pada Ma Ri kali ini karena kebohongannya. sedangkan Ma Ri tampak terkejut Ah Ra bisa membuka lokernya.

Pak Guru : "Baek Ma Ri! konsekuensi dari berbohong adalah mengelilingi lapangan." amuknya.

Pak Guru mengambil seragam Ma Ri dari tangan Ah Ra lalu melemparnya pada Ma Ri.

Pak Guru : "Aku akan memberimu waktu untuk meditasi tentang kejujuran dilapangan sekolah. ganti baju dan lari! cepat!!!" teriaknya.

Ma Ri memungut seragamnya dilantai dengan sedih. Jae Min dan Shi Hoo yang melihat Ma Ri dihukum tampak tidak senang.


setelah mengganti pakaiannya, Ma Ri berlari mengelilingi lapangan sendirian.

tak lama kemudian, Shi Hoo ikut berlari disamping Ma Ri.

Shi Hoo tanya pada Ma Ri, tinggal berapa putaran lagi? Ma Ri menjawab singkat, dua putaran.

melihat Shi Hoo ikut berlari dengannya, Ma Ri tanya, apa Shi Hoo tidak kembali kekelas? Shi Hoo bilang kalau pelajaran olah raga sudah selesai.

Shi Hoo : "Tapi, kau pandai berakting. kau tampak terlihat seperti manusia yang sebenarnya." ucapnya meledek.

Ma Ri : "Diamlah!!" bentaknya.

Ma Ri bilang dia berusaha keras untuk terlihat normal.

Shi Hoo : "Normal?" serunya seraya tertawa.

Shi Hoo bilang Ma Ri sangat bodoh. dia bilang, yang lain akan berpikir bahwa Ma Ri tidak normal.

Ma Ri : "Tentang apa?" tanyanya.

Shi Hoo : "Kurasa kau telah terpilih (sebagai bully) oleh anak-anak. itu berarti akan percuma jika mencoba menjadi normal." ucapnya.

Shi Hoo meminta Ma Ri untuk berpikir, kenapa anak-anak dikelas memilih bercanda dengan loker? dan juga Ma Ri menerima hukuman karena sesuatu yang dia tidak lakukan.

Shi Hoo : "Dan kau berbohong dengan berakting bahwa kau dihukum dengan benar. kau sangat keren. jika pelatih mengetahuinya, dia akan gila. sebuah fakta bahwa Baek Ma Ri adalah seorang vampir yang tidak akan terganggu dengan sebuah hukuman mengelilingi lapangan sekolah seratus kali." ucapnya.

Ma Ri : "Kau!!" sahutnya seraya menatap kesal pada Shi Hoo.


Soo Ri dan salah satu murid dikelas melihat Ma Ri dan Shi Hoo yang berlari bersama. murid-murid yang lain yang baru keluar gedung olah raga juga memperhatikan Ma Ri dan Shi Hoo.

mereka membicarakan perihal murid pindahan baru (Shi Hoo) yang menggendong Ma Ri ke ruang kesehatan. mereka bilang, Shi Hoo mendapat julukan Black Night (pria yang bisa memecahkan situasi sulit bagi perempuan)

Soo Ri : "Han Shi Hoo... bukankah dia berpose seperti model? bling-bling.. lihatlah betapa panjang kakinya..." ucapnya terkagum-kagum.


Ma Ri menyuruh Shi Hoo untuk pergi. karenanya, anak-anak pada melihatnya.

Shi Hoo : "Sial!! hanya karena mereka bisa melihat." gerutunya.

dengan kesal Ma Ri bilang dia sangat tidak suka diperhatikan. Ia menyuruh Shi Hoo untuk segera kembali kekelas.

bukannya pergi Shi Hoo justru menggoda Ma Ri. Ia memegang wajah Ma Ri dengan kedua tangannya seraya bilang, "Lihatlah keringatmu!!"

diam-diam Jae Min juga melihat kebersamaan Ma Ri dan Shi Hoo. dia sangat kesal dan tidak senang.


saat salah satu teman Ah Ra mengomentari Ma Ri, Ah Ra bilang kalau Ma Ri pingsan saat makan siang dan dibawa ke ruang kesehatan.

teman Ah Ra yang lain mengomentari Ma Ri yang terlihat baik-baik saja. menurut mereka, Ma Ri benar-benar berakting dan pandai berbohong.


Shi Hoo menyarankan pada Ma Ri untuk pingsan saja karena itu akan lebih terlihat natural.

Ma Ri : "Sudah kukatakan padamu untuk pergi." sahutnya dingin.

melihat Ma Ri mengoleskan sesuatu di wajahnya agar terlihat berkeringat, Shi Hoo tertawa.

Shi Hoo : "Kau sudah menyiapkannya. bahkan memikirkan keringat." ucapnya.

Ma Ri mengatakan, ini karena olah raga. Shi Hoo bilang pada Ma Ri untuk memberikannya juga.

Shi Hoo : "Kita berlari bersama, dan ini akan aneh jika hanya aku saja yang tidak berkeringat." ucapnya.

Ma Ri menyuruh Shi Hoo untuk bilang saja pada yang lain dia adalah tipe orang yang tidak mudah berkeringat.

Shi Hoo memegang tangan Ma Ri untuk menghentikannya. Ia lalu mengoleskan sendiri diwajahnya dengan tangan Ma Ri.

Jae Min yang melihat kejadian itu merasa cemburu.


Bum Sung yang salah lihat, mengira Shi Hoo dan Ma Ri sedang berciuman.


Ma Ri : "Apa yang kau lakukan?" tanyanya.

Shi Hoo : "Jangan bergerak." sahutnya.

setelah selesai meneteskan beberapa keringat buatan diwajahnya, Shi Hoo berseru, "Apa hanya kau saja yang berkeringat? aku juga berkeringat."

melihat kedekatan Ma Ri dan pria lain, Jae Min meninggalkan lapangan dengan kesal.

sedangkan Bum Sung mengomel sendirian memaki Shi Hoo dari jauh agar tidak berani mendekati Ah Ra.


saat kembali kekelas, murid-murid yang lain berbisik-bisik pada Ma Ri. Ma Ri tidak memperdulikan mereka dan berjalan menuju kelokernya.

tepat ketika itu Ah Ra juga membuka lokernya. tiba-tiba Ah Ra teriak histeris mengetahui baju seragam olah raganya terdapat bercak merah seperti darah.

murid-murid yang melihat itu terkejut. teman-teman Ah Ra bertanya apa Ah Ra tidak apa-apa? Ah Ra bilang dia sedikit terkejut.


salah satu teman Ah Ra memeriksa dan menyadari bercak merah itu ternyata adalah jus tomat.

sahabat Ah Ra yang bernama Ae Kyung sangat marah. mengetahui Ma Ri biasanya meminum jus tomat, Ia menghampiri Ma Ri dan memintanya untuk membuka lokernya.

Ae Kyung bilang, loker yang tidak bisa dibuka Ma Ri tapi Ah Ra bisa membukanya, loker yang menarik.

Ma Ri : "Kenapa dengan lokerku?" tanyanya dingin.

Ae Kyung bilang, dia melihat Ma Ri meminum jus tomat kemarin. terlihat Ma Ri sangat menyukai jus tomat.

Ma Ri : "Apa itu ada urusannya denganmu?" tanyanya dingin.

Ae Kyung menyahut, memang benar tidak ada urusannya dengannya. Ia lalu menunjukkan seragam olah raga Ah Ra yang terkena jus tomat kemudian bilang kalau hal semacam ini bukanlah kebetulan.

Ma Ri : "Apa maksudmu?" tanyanya kesal.

Ae Kyung : "Maksudnya adalah, jika jus tomat ada didalam lokermu, ini memungkinkan."

Ae Kyung akan membandingkan, ini akan sama dengan jus tomat Ma Ri atau tidak.


mendengar itu, Ma Ri langsung tampak ketakutan. Ia takut jus tomat yang sebenarnya berisi darah diketahui dan kedoknya terbongkar.

Ma Ri : "Jangan mengatakan hal yang tidak masuk akal. bagaimana mungkin kau melakukannya tanpa bukti." ucapnya.

Ae Kyung menyahut, itulah sebabnya, mereka harus memeriksa buktinya sekarang.

murid yang lain menyahut, dia juga berpikiran hal yang sama dengan Ae Kyung. selama ini tidak ada orang lain yang akan melakukan hal semacam ini pada Ah Ra.

Ae Kyung : "Hey! jujur saja, kau kesal, kan? karena lokermu bisa dibuka dan Ah Ra membawakan seragam olah ragamu." serunya.

Ah Ra : "Hentikan, Ae Kyung!" serunya pada Ae Kyung. "sekarang, setelah kupikir mengenai hal ini, pikiranku sangat pendek. aku seharusnya bilang pada Pak Guru kalau lokernya tidak bisa terbuka." ucapnya dengan wajah sedih.

Ae Kyung : "Ah Ra, kenapa kau seperti ini? kenapa kau harus melakukan hal seperti itu?"

Ae Kyung memarahi Ma Ri ini semua karena kebohongannya.


dengan kesal Ma Ri bilang dia tidak berbohong.

Ae Kyung : "kalau begitu, cepat buka lokermu! aku melihatmu mengeluarkan seragam olahraga barusan. apakah sekarang tidak bisa dibuka? cepat buka!" teriaknya marah.

Ae Kyung mencoba untuk membuka loker Ma Ri. tapi Ma Ri berdiri didepan lokernya menghalangi Ae Kyung.

Ma Ri : "Jangan seperti ini! jangan seperti ini!" teriaknya memohon.

Ae Kyung : "Aku sudah bilang buka!" teriaknya.


Shi Hoo dan Jae Min yang mendengar semuanya, benar-benar tidak tahan melihat Ma Ri diperlakukan seperti ini. secara bersamaan mereka berdua beranjak dari bangkunya.

Shi Hoo dan Jae Min saling menatap tajam. Shi Hoo tersenyum sinis. Ia memberi kode pada Jae Min, menantangnya untuk menyelesaikan apa yang terjadi.


Jae Min melangkah menghampiri Ma Ri dan Ae Kyung didepan loker.

Jae Min : "Apa yang kau lakukan didalam kelas?" tanyanya pada Ae Kyung.

dengan kesal Ae Kyung bilang, apa Jae Min berpikir mereka sedang berakting didalam kelas?

Jae Min : "Kau... mengapa kau memperlakukan dia seperti itu? apa kau berniat untuk menyelidiki dia?" tanyanya pada Ae Kyung.

Ae Kyung menyahut, jika Ma Ri tidak melakukan hal yang salah, seharusnya bisa dengan mudah membuka lokernya.

Jae Min : "Hanya karena jus tomat milik Baek Ma Ri, bukan berarti dia yang melakukan ini. apakah ini tidak masuk akal?" ucapnya.

Ah Ra maju dan mencoba untuk bicara, tapi Jae Min keburu memotong ucapan Ah Ra.

Jae Min : "Hari ini, selain makan siang dan pelajaran olah raga, semua orang berada dikelas. Baek Ma Ri ssedang menjalani hukuman saat makan siang, dan semenjak menerima hukuman, dia datang terakhir. lalu kapan, dengan waktu seperti itu, dia melaku.."

Ah Ra tampak terlihat cemas mendengar apa yang dikatakan Jae Min.

teman Ah Ra yang lain memotong pembicaraan Jae Min. Ia tanya, kenapa Jae Min bertingkah seperti seorang detektif?

Jae Min hanya tersenyum. Ia bilang, kalau hal ini pelakunya bukanlah Baek Ma Ri.

teman Ah Ra tanya, dikelas, siapa orang yang akan melakukan hal semacam ini pada Ah Ra?


tiba-tiba Shi Hoo berseru. "Disini!!"

Shi Hoo beranjak dari duduknya lalu mengeluarkan jus tomat dari sakunya. Shi Hoo bilang, dia juga sangat menyukai jus tomat. Shi Hoo bahkan juga mengeluarkan jus anggur dari kantong sakunya yang lain.

semua murid dikelas tertawa melihat apa yang dilakukan Shi Hoo.


Shi Hoo menatap Jae Min tajam seraya berjalan mendekat pada Ah Ra.

Shi Hoo : "Maaf." ucapnya pada Ah Ra.

Shi Hoo mendekatkan wajahnya pada Ah Ra lalu bilang, "Tapi kau, sangat cantik ketika kau terkejut."

semua murid dikelas berteriak histeris melihat Shi Hoo yang sangat keren.


saat Shi Hoo melangkah pergi meninggalkan kelas, Ah Ra memanggilnya. Ia tanya pada Shi Hoo, apa dia benar-benar melakukan hal ini? Ah Ra tanya kenapa?

Shi Hoo menatap Ah Ra, Ia lalu berbohong dengan mengatakan, ini karena dia tertarik pada Ah Ra.

semua murid dikelas yang mendengar itu semakin berteriak histeris.

Shi Hoo : "Ayo minum tomat bersama lain kali. aku yang traktir." ucapnya kemudian pergi.

semua murid dikelas teriak histeris melihat sikap Shi Hoo yang keren. sedangkan Bum Sung sangat kesal dan marah.

tak lama kemudian semua murid-murid bubar. Ma Ri mngunci lokernya lalu kembali kebangkunya. sedangkan Ah Ra tampak terlihat kesal.

(keselnya nyampe ubun-ubun, gimana nggak? Ma Ri dibelain 2 cowok yang cakep-cakep :D)


Ma Ri memandangi Jae Min dari bangkunya dengan pandangan sedih.


sepulang sekolah, Ma Ri berdiri didepan digerbang sekolah menunggu Jae Min.

saat Jae Min muncul, Ma Ri berniat untuk menyapa Jae Min tapi Jae Min tidak memperdulikan Ma Ri. melihat sikap Jae Min, Ma Ri mengurungkan diri untuk mengajak Jae Min bicara.

(ini karena Jae Min masih marah melihat kedekatan Ma Ri dan  Shi Hoo)


tak lama kemudian Ah Ra menghampiri Jae Min. Ah Ra menunjukkan tiket konser pada Jae Min lalu bilang dia tidak bisa menemukan seseorang yang bisa dia ajak. Ah Ra bilang, itu pasti dia tidak populer seperti yang dikatakan Jae Min.

Ah Ra : "Mau pergi bersama?" tanyanya.

Jae Min diam dan berpikir. Ma Ri melihat mereka dari kejauhan dengan pandangan sedih.

Jae Min tersenyum lalu mengangguk pada Ah Ra. mereka berdua lalu pergi.


Shi Hoo menghampiri Ma Ri, lalu bertanya, apa dia tidak pulang? Ma Ri menoleh dan memandang Shi Hoo tak fokus. melihat Ma Ri melamun, Shi Hoo menggerak-gerakkan tangannya didepan wajah Ma Ri.

Shi Hoo : "Kau melamun ditengah jalan." serunya lalu pergi.


Ah Ra sangat senang bisa pergi menonton konser dengan Jae Min.

Ah Ra : "Jae Min, saat aku mendapatkan tiket ini, aku sudah menduga akan menontonnya denganmu dari awal." ucapnya senang.

Jae Min hanya tersenyum.

Ah Ra memandangi tiketnya lalu bertanya, apa gitaris yang akan mereka tonton terkenal?

Jae Min tidak memperhatikan ucapan Ah Ra, karena dia melihat Ma Ri yang pulang bersama dengan Shi Hoo.

Ah Ra memanggil Jae Min untuk mengajaknya segera pergi


didalam kereta, Ma Ri masih saja melamun. Shi Hoo tanya pada Ma Ri, apa dia tidak duduk? Ma Ri bilang dia baik-baik saja.

melihat Ma Ri yang tampak tidak bersemangat, Shi Hoo tanya, apa mungin Ma Ri dekat dengannya? Ma Ri menatap Shi Hoo dengan pandangan tak mengerti.

Shi Hoo : "Jung Jae Min." ucapnya menjelaskan.

Ma Ri menjawab tidak. kemudian Ia segera memakai headsetnya seperti biasa. Shi Hoo tahu kalau Ma Ri tidak ingin mendengar apapun lagi atau ditanyai apapun.

Shi Hoo : "Nama orang itu, Jung Jae Min, juga." ucapnya sendiri.


== FLASHBACK ==

saat Shi Hoo kecil, Ia menghadiri pernikahan pamannya, Pak Han.

Shi Hoo : "Semoga bahagia, paman." serunya ceria.

Pak Han : "Terima kasih untuk ucapan selamatnya." sahutnya.

saat Shi Hoo melangkah pergi, Ia terhenti ketika melihat seorang pria sebayanya (Jae Min kecil) yang berdiri dibalik pohon.

Shi Hoo bisa mengetahui nama Jae Min dari name tag dibajunya.

saat itu, Jae Min dengan kesal membuang bunga pernikahan yang terpasang sakunya. ini karena dia tidak senang Ibunya menikah lagi.

melihat sikap Jae Min, Shi Hoo hanya memandanginya dengan heran.


Jae Min kecil memainkan gitar disebuah taman. tanpa sengaja Shi Hoo melihat Jae Min.

Shi Hoo duduk dibangku yang terdapat didepan Jae Min. Ia juga memegang gitarnya.

sejenak Shi Hoo memperhatikan permainan gitar Jae Min. kemudian Ia memetik gitarnya sendiri.


awalnya Jae Min memandang Shi Hoo dengan kesal karena suara musik yang dimainkan Shi Hoo sedikit menganggunya.

tapi kemudian Jae Min mengajak Shi Hoo bicara.

Jae Min : "Bisakah aku menceritakan padamu rahasia yang menakutkan?" tanyanya.

Shi Hoo memandangi Jae min dengan heran.

Jae Min : "Hari ini Ibuku menikah dengan vampir." ucapnya dingin.


== FLASHBACK END ==

didalam mobil Ah Ra, Jae Min diam saja melamun.

Ah Ra : "Jae Min, kau bergabung dengan band, kan?" tanyanya. "lakukanlah! Ayahku bilang, dia akan memberikan peralatan musik yang terbaik." lanjutnya.

Jae Min bilang, dia sudah lama tidak bermain. mungkin nanti tangannya akan gemetaran.

Ah Ra : "Ayolah Jae Min... ketika kita dikelas 12, kita hanya bisa belajar. lalu, kita tidak bisa membuat memori disekolah menengah atas." ucapnya.

Jae Min : "Benarkah?"

Ah Ra : "Tentu saja. jika kau tidak bergabung dengan band sekolah sekarang, untuk selanjutnya, kau tidak bisa melakukannya. pikirkan itu." ucapnya.

Ah Ra bilang, jika bukan sekarang, Jae Min tidak akan bisa melakukannya. jika kesempatan Jae Min hilang, Jae Min tidak bisa mendapatkannya, selamanya.


Jae Min : "Ya, itu benar.."

Jae Min tiba-tiba terdiam terpikir Ma Ri. Ia lalu berguman, "Selamanya. kau benar. jika aku tidak melakukannya sekarang, aku tidak bisa melakukannya lagi."

Ah Ra : "Benar, kan?" serunya senang.

Jae Min : "Jika bukan sekarang, aku tidak bisa mendapatkannya, jka bukan sekarang!" serunya.

tiba-tiba Jae Min meminta maaf pada Ah Ra. Jae Min bilang, hari ini dia tidak bisa pergi kekonser. ada sesuatu yang sangat mendesak.

Ah Ra : "Apa??" serunya terkejut.

Jae Min meminta kepada supir untuk menurunkannya sekarang.

setelah turun dari mobil, Jae Min meminta maaf pada Ah Ra lagi. setelah itu, Jae Min pergi naik taksi. Ah Ra hanya bisa memandangi kepergian Jae Min dengan kesal.


Ma Ri berjalan menuju kerumahnya, saat Ia berbalik, Ia sangat heran melihat Shi Hoo yang terus mengikutinya.

Ma Ri menghentikan langkahnya lalu menegur Shi Hoo.

Ma Ri : "Berhenti mengikutiku. mari kita bertemu lagi disekolah besok." ucapnya kesal.

Shi Hoo : "Aku tidak mengikutimu, kaulah yang berjalan menuju kearah rumahku." sahutnya.

setelah mengatakan itu, Shi Hoo melangkah pergi. Shi Hoo berhenti sejenak lalu menolah pada Ma Ri, dengan kesal Ia bilang, "Prasangka yang buruk!"


Ma Ri yang penasaran tanya pada Shi Hoo, apa tumah Shi Hoo benar-benar lewat jalan ini? Shi Hoo mengeluh kalau mulutnya sakit. (karena menjawab berkali-kali)

Ma Ri tanya lagi, semenjak kapan?

belum sempat Shi Hoo menjawab, mereka sudah sampai didekat rumah Ma Ri.


Shi Hoo menghentikan langkahnya karena melihat Jae Min berdiri didepan rumah Ma Ri.

Ma Ri sangat terkejut melihat Jae Min berdiri didepan rumahnya sedang menunggunya.

Jae Min menolah dan melihat Ma Ri sedang bersama Shi Hoo. untuk sejenak Jae Min dan Shi Hoo saling menatap tajam.


kemudian Jae Min melangkah menghampiri Ma Ri. sedangkan Shi Hoo melangkah untuk pergi.

entah kenapa, langkah Shi Hoo tiba-tiba terhenti.

(mungkin, biar dengar apa yang sedang Jae Min dan Ma Ri bicarakan)


Jae Min : "Baek Ma Ri... kau... kau bilang tidak ingat kenapa kau harus minta maaf?" ucapnya.

Ma Ri hanya diam saja menatap Jae Min.

Jae Min : "Aku.. akan membuatmu mengingatnya." ucapnya.


tiba-tiba Jae Min mendekat pada Ma Ri lalu menghisap leher Ma Ri.

Ma Ri langsung teringat, dia pernah melakukan hal semacam ini dikereta.

tepat ketika itu, Shi Hoo berbalik dan melihat apa yang dilakukan Jae Min pada Ma Ri.


tidak hanya Ma Ri, Shi Hoo juga ikut terkejut. hal ini membuat Ma Ri terkejut sampai-sampai matanya berubah menjadi ungu.


Bersambung..

Eng Sub by Viki :)

Note : 

Untuk episode 3 sabtu depan ya.. jadi, jangan tanya terus kapan episode selanjutnya, karena drama ini masih On Going.

~ ~ ~ ~

ini saat Jae Min membalas apa yang pernah dilakukan Ma Ri ketika dikereta.


dikomik, Jae Min juga terpukau melihat penampilan bermain musik Ma Ri. 
hanya saja yang berbeda alat musik yang dimainkan. 
lagu yang Ma Ri nyanyikan juga berbeda. 
menurutku, lebih enak lagu yang ada dikomik. penasaran? 
bisa dilihat diyoutube lagu yang Ma Ri nyanyikan.


lebih lucu dikomik, hal yang dilakukan Ma Ri setelah dia terjatuh dipelukan Jae Min karena kelaparan.


bisa lihat sendiri :)


akan lebih lucu lagi jika didrama ada scene seperti ini...


yuk kita intip kejutekan Jae Min pada  Ah Ra dikomik :D


~ ~ ~ ~

19 comments:

  1. Makasig sinopsisnya kak.... lumayan banyak perbedaan antara drama sama webtoon nya kak,
    Kalo di webtoon ibunya jaemin temenan sama bibinya mari yang vampir, kalo disini ayah tirinya jaemin rupanya anggota vcs.... terus di webtoon enggak ada vcs sama spa.... di webtoon shi hoo juga dijodohin sama mari oleh ortunya, disini enggak.... tapi dramanya asik juga sihh.....^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih juga sudah berkunjung :) semangat untuk mengikuti dramanya. hehe

      Delete
  2. Ayo mba dilanjutttt. Semangatttt. Kalo boleh usul buat recapnya drama china juga bagus2 lho

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih untuk sarannya, akan saya pertimbangkan :)

      Delete
  3. Aku boleh minta link untuk baca webtoonnya ga? Makasiih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. http://www.mangafox.com/manga/orange_marmalade/ atau http://www.webtoonlive.com/

      Delete
  4. Wah.... min bagus banget ceritany. Aku suka sekali kalau ada crt tentang Vampir. Min boleh minta g link webtoonnya? Makasih dan salam kenal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal juga, bisa dilihat di http://www.webtoonlive.com/ atau http://www.mangafox.com/manga/orange_marmalade/

      Delete
    2. Makasih y min. Semangat y min buat sinopsisny >_<. Semoga sukses selalu y :).

      Delete
  5. Ka kyla.. makasih bnyak sinopsisnya...^^ arggh kebiasaan deh kalo di drakor si cewenya selalu punya 2 kesatria yg ngelindungin -,- iri bngt :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih juga untuk kunjungannya :)

      Delete
  6. klo d pkir2 yg lbih mirip krakter jae min d komik itu jong hyun, mulai dri gya rambut smpe krakter dingin nya dpt,,, hehe skedar brpendapat...

    ReplyDelete
  7. Min mau tanya lagu yg di nyanyiin sama mari judul nya ap ya min???

    ReplyDelete
  8. Drama ini bakal lebih rame buat orang yang belom baca webtoonnya. Soalnya menurut ak webtoonnya lebih rame. Meski diamankan rame juga si hehehe

    ReplyDelete
  9. Link manga'nya gakbisa dibuka hikkss...��
    Penasaran mw liat versi komik gara2 baca sinopsis disini kereennn ceritanya.

    ReplyDelete
  10. Sekedar info aja klu tdk bs buka yg d sarankn oleh min Kanaya bisa d cr di wetboon line. Sekian infony.

    ReplyDelete
  11. aaahhh.. akhirnya jae min balas deh ke leher mari.. :p
    haduh, aku masih penasaran ama hubungan mari-shi hoo di masa lalu itu seperti apa??
    versi webtoonnya pasti bagus, makasi min sinopsisnya. semangat!

    ReplyDelete