August 8, 2015

SINOPSIS I ORDER YOU EPISODE 10

Dilarang meng-COPAS SEMUA ARTIKEL yang ada didalam blog ini!!! tolong hargailah kerja keras penulis!!!


==== EPISODE 10 ====

Song Ah menyadari kalau wanita yang berdiri didepannya adalah wanita yang pernah bersama Gook Dae.

dengan sedikit rasa kecewa, Song Ah bilang pada Gook Dae, dia akan pergi.

Gook Dae ingin mengejar Song Ah, tapi Da Hwa menghentikannya.

tapi, Gook Dae tidak memperdulikan Song Ah, dia tetap melangkah pergi mengejar Song Ah.

melihat sikap Gook Dae, jelas terlihat raut wajah sedih dari Da Hwa.


sesampainya didepan RS, karena hujan, Song Ah membuka payungnya. tapi Ia menjadi kesal karena payungnya tidak juga terbuka.

Song Ah : "Kenapa tidak bisa??" amuknya.

Song Ah membuang payungnya begitu saja, Ia lebih memilih kehujanan daripada berlama-lama dirumah sakit menunggu hujan terang.


Song Ah mencoba untuk menghentikan taksi, tapi tidak ada satupun taksi yang mau berhenti.

ketika Song Ah akan menyebrang, sebuah mobil melaju kencang kearahnya. karena panik, Song Ah terdiam dan memejamkan mata, Ia hanya bisa pasrah.

tepat ketika itu, sebelum Song Ah tertabrak, Gook Dae lebih dulu menarik Song Ah dan menyelamatkannya.


Gook Dae : "Apa yang kau lakukan? itu berbahaya!!" teriaknya.

Song Ah berteriak menyuruh Gook Dae untuk melepaskannya dan membiarkannya pergi.

Gook Dae : "Jangan lakukan itu didepanku lagi. apa kau mengerti? kau mengerti??" teriaknya.

Song Ah : "Memangnya siapa kau mengaturku melakukan ini dan itu?" amuknya.

Gook Dae : "Lalu, kenapa kau datang kesini?? kau datang untuk melihatku, kan.." tanyanya.

Song Ah : "Itu benar, tapi.. wanita yang ada diruanganmu... itu dia (Istrimu), benar?" serunya.

dengan mata berkaca-kaca Gook Dae membenarkan pertanyaan Song Ah. mengetahui itu, Song Ah merasa sedih.

Gook Dae bilang, dia mengejar Song Ah untuk tidak meminta maaf lagi, dia hanya ingin Song Ah tahu kalau dirinya tidak ingin kehilangan Song Ah sekarang.


Gook Dae dan Song Ah saling memandang. tiba-tiba sebuah mobil melintas dengan kencang sehingga membuat genangan air yang ada didekat mereka, tersembur.

melihat yang mereka alami, Gook Dae dan Song Ah tertawa.

Gook Dae : "Bagaimana kau bisa tertawa pada saat seperti ini??" tanyanya.

Song Ah : "Haruskah aku menangis?" tanyanya balik.

mereka berdua kembali tertawa.


Gook Dae dan Song Ah berteduh disebuah tempat didekat RS. Gook Dae membelikan Song Ah minuman hangat untuk menghangatkan tubuhnya.

melihat Gook Dae hanya membeli satu minuman, Song Ah tanya, bagaimana dengannya?

Gook Dae menunjukkan tangannya yang diperban pada Song Ah, dengan artian dia hanya bisa memegang satu minuman saja.

Song Ah : "Oh ya, bagaimana tanganmu?" tanyanya cemas.

Gook Dae bilang, itu bukanlah penyakit yang kronis. sikutnya hanya terluka. dan itu kebanyakan hanya dialami oleh seorang chef. mendengar itu, Song Ah menjadi sedih.


Gook Dae : "Aku sudah selesai bicara, ayo masuk kedalam." ajaknya.

Song Ah tidak mau masuk, Ia bilang lebih suka diluar, udaranya sangat sejuk. dan juga, sudah lama dia tidak bermain hujan.

Gook Dae tanya, apakah Song Ah sudah merasa sedikit lega sekarang? Song Ah mengangguk pelan.

Gook Dae bilang, hal ini terasa aneh. dia mengalami masa yang sulit untuk berkata yang sebenarnya pada Song Ah, tapi sebaliknya, dia malah mendapat upah dengan cipratan air berlumpur.

Song Ah menyahut, itu pantas Gook Dae dapatkan sebagai hukuman karena sudah memberikan waktu yang sulit padanya. Gook Dae mengangguk mengerti.

Gook Dae : "Apakah sangat sulit untukmu?" tanyanya.

Song Ah : "Sedikit." jawabnya seraya tersenyum.


Song Ah mengatakan, jika dirinya memikirkan hal itu, ia merasa itu bukanlah masakah yang besar. tapi dia hanya memikirkan, kenapa dia menjadi merasa bersedih? apakah karena Song Ah dan Gook Dae pernah berciuman sekali, atau karena masa lalu Gook Dae??

Song Ah : "Lalu, aku tahu bahwa kau memiliki seseorang yang kau sukai, bukanlah aku. itulah yang aku tidak suka." ucapnya.

Gook Dae diam saja dan hanya mendengarkan Song Ah bicara.

Song Ah bilang, semua yang Gook Dae katakan benar. Gook Dae sudah berubah dan tidak perlu meminta maaf lagi untuk masa lalunya.

Gook Dae : "Lalu, apa yang akan terjadi pada kita sekarang?" tanyanya.

Song Ah : "Aku tidak tahu. entah kita akan berhasil atau gagal." jawabnya.

Gook Dae : "Kau benar, kita mungkin akan gagal. tapi kita tidak perlu takut akan itu. kupikir, kita tidak seharusnya kehilangan kesempatan untuk menjadi bahagia hari ini." ucapnya.

Gook Dae meminta Song Ah untuk tidak lari lagi darinya mulai dari sekarang.

Song Ah : "Dan kau, berpeganganlah padaku." ucapnya.


Gook Dae mendekat lalu memeluk Song Ah erat. kemudian mereka berciuman.

tanpa mereka sadari, dari kejauhan Da Hwa melihat mereka berdua. terlihat jelas kekesalan diwajahnya.


besoknya dikantor, saat rapat, Song Ah menunjukkan foto sampel makanan pilihannya pada Kevin dan yang lain. sepertinya semua setuju dengan sampel pilihan Song Ah.


setelah rapat selesai, Song Ah pergi ke atap sendirian. mengingat kejadian semalam bersama Gook Dae, Song Ah sangat senang, dan membuatnya senyum-senyum sediri.

Kevin datang keatap dan membuyarkan lamunan Song Ah.

Kevin : "Sepertinya semuanya berjalan dengan baik." serunya.

Kevin bilang, Song Ah tampak tenang.

Song Ah : "Aku hanya melakukan apa yang ingin kulakukan, kenapa selama ini aku bingung, dan kenapa hal itu sulit untukku." ucapnya.

Kevin : "Mengambil tindakan ketika kau merasa yakin, maka kau tidak akan menyesal. aku menyukai Park Song Ah yang jujur dan natural." sahutnya.

Kevin mencandai Song Ah dengan bilang, kalau dia akan menerima Song Ah jika nanti semuanya tidak berjalan baik. mendengar itu, Song Ah tertawa.

setelah itu, Song Ah pamit pergi akan ke FLada sekarang juga. dengan ceria Kevin menyemangati Song Ah.


setelah Song Ah pergi, Kevin bergumam sendiri, kalau Song Ah terlihat cantik dengan tersenyum.

Kevin : "Hatiku terasa sakit." ucapnya pelan.


Song Ah pergi ke FLada, saat melihat Da Hwa sedang memasak didapur, Song Ah sangat terkejut.

Da Hwa : "Kita bertemu lagi, Song Ah." sapanya.

Song Ah diam saja menatap Da Hwa.


Song Ah dan Da Hwa minum bersama. Da Hwa bahkan membuatkan minuman untuk Song Ah.

Da Hwa : "Aku akan memperkenalkan diri, namaku Ah Da Hwa." ucapnya seraya memberi Song Ah kartu nama.

Song Ah juga memberikan kartu namanya dan memperkenalkan dirinya.

Da Hwa bilang, dia banyak mendengar tentang Song Ah dari Bi Ryong. Ia menduga, Song Ah sudah tahu siapa dirinya. Song Ah mengangguk pelan.

Song Ah memeriksa kartu nama Da Hwa yang tertulis, 'Itali-Korea Fusion Restaurant'

Da Hwa memberitahu, dia datang kembali ke korea setelah belajar diluar negeri selama 3 tahun. dan dia berencana membuka restoran sendiri.

melihat nama Da Hwa, Song Ah berkata namanya sedikit unik. Da Hwa tersenyum seraya bilang, kalau dia sering mendengar itu.

Da Hwa : "FLada tampak sama seperti tiga tahun yang lalu." ucapnya sambil memperhatikan sekeliling.

Song Ah : "Begitukah?"


Da Hwa tanya, apakah Song Ah pekerja paruh waktu di FLada? Song Ah mengangguk membenarkan. Ia menjelaskan, itu hanya sebentar.

Da Hwa : "Gook Dae biasanya tidak memperkerjakan wanita. tapi setelah melihatmu, aku tahu alasan kenapa dia memperkerjakanmu." ucapnya.

Da Hwa bilang, dia merasa Song Ah memiliki perasaan yang baik.

mendengar itu, Song Ah kaget, sampai-sampai Ia tidak sadar kalau minumannya masih panas. melihat Song Ah yang kepanasan, Da Hwa mengambilkan tisu.

Da Hwa : "Kau tidak nyaman denganku, kan?" tanyanya.

Song Ah langsung tertegun.

Da Hwa bilang dia mengerti akan itu.

Song Ah : "Tidak, bukan seperti itu!!" serunya.

Da Hwa : "FLada adalah sesuatu yang penting bagiku. itulah sebabnya aku menerima permintaan dari Bi Ryong." ucapnya.

Song Ah tak mengerti apa yang Da Hwa katakan.

Da Hwa memberitahu Song Ah kalau Gook Dae tidak diperbolehkan menggunakan tangannya.

Da Hwa : "Jika kau baik-baik saja, aku ingin membantu Gook Dae untuk saat ini." ucapnya.

Song Ah menyetujui hal itu. Da Hwa tersenyum senang, Ia juga mengucapkan terima kasih.

Da Hwa : "Jika nanti aku membuka restoran, kau bisa datang kapanpun." serunya.

Song Ah memberanikan diri dengan bilang, kalau dia akan pergi kesana dengan Gook Dae.

Song Ah : "Apa itu tidak apa-apa?" tanyanya.

Da Hwa diam saja, raut wajahnya berubah.


tak lama setelah itu, Gook Dae datang. melihat Song Ah sedang bersama Da Hwa, Gook Dae tampak terkejut.

Da Hwa : "Hai, Gook Dae." sapanya ramah.

Gook Dae : "Kau kenapa bisa ada disini?" tanyanya dingin.

Da Hwa berseru dia merasa malu karena Gook Dae berkata seperti itu, Ia tanya, apa Gook Dae akan mempermalukannya didepan Song Ah?

Da Hwa menjelaskan kalau dia ada di FLasa karena Bi Ryong memintanya. dan Gook Dae tidak perlu semarah itu.

Gook Dae : "Pergi! jangan pernah datang kesini lagi tanpa izinku." ucapnya dingin.

melihat sikap Gook Dae pada Da Hwa, Song Ah merasa tidak enak.

kemudian Gook Dae menarik Song Ah dan mengajaknya pergi.


Gook Dae mengajak Song Ah kekamarnya. ia mengatakan kalau dia tidak tahu Da Hwa datang ke restoran. Song Ah bilang, kalau dia baik-baik saja.

Gook Dae merasa cemas, Ia meminta Song Ah untuk tidak salah paham.

Song Ah : "Tidak akan! ini tidak terasa baik, tapi aku baik-baik saja karena aku tahu, akulah orang yang kau sukai." serunya.

Gook Dae tersenyum dan membenarkan ucapan Song Ah.

Song Ah : "Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu. aku tidak akan menghilang lagi. karena aku menyukaimu, dan kau juga menyukaiku. aku tidak tahu apa yang akan terjadi kepada kita di masa depan, tapi aku ingin bahagia hari ini. mari kita mulai dari awal lagi." ucapnya.

mendengar itu, Gook Dae tersenyum senang.

Song Ah : "Jadi.. sekarang kita berkencan, kan?" tanyanya malu-malu.

Gook Dae : "Bukankah kita sedang berkencan?" tanyanya balik.


Gook Dae membelai lembut kepala Song Ah dan bilang kalau hari ini adalah hari kedua mereka berkencan. Song Ah benar-benar sangat senang.

Song Ah : "Baiklah! aku datang kesini karena pekerjaan! mari kita menyelesaikan ini dulu." ucapnya seraya menunjukkan foto sampel makanan pilihannya.

Song Ah tanya, tangan Gook Dae sedang sakit, apakah Gook Dae mampu membuatnya?

Gook Dae : "Tentu saja, karena kau yang minta." jawabnya.

Gook Dae menarik Song Ah lebih mendekat padanya dan memintanya untuk tidak khawatir.

melihat sikap Gook Dae, Song Ah sedikit malu, Ia mendorong Gook Dae dan bertanya kenapa Gook Dae melakukan hal ini?

Gook Dae : "Kita berkencan, haruskah aku meminta izin dulu?" tanyanya.

Song Ah : "Ya, itu hukumanmu karena membuatku bertemu dengan mantan istrimu." candanya.

setelah mengatakan itu, Song Ah pamit pergi.

melihat tingkah Song Ah, Gook Dae bergumam kalau Song Ah sangat imut.


saat Song Ah berjalan keluar, tanpa sengaja Ia melihat seragam memasak yang dikenakan Da Hwa tadi diatas meja.

tepat ketika itu, Bi Ryong dan Soo Ri datang. mereka menyapa Song Ah dengan ceria.

Song Ah : "Kalian baru datang?" sapanya.


melihat Gook Dae ada direstoran bukannya RS, Soo Ri terkejut. Gook Dae tanya pada Bi Ryong, apakah tidak ada sesuatu yang ingin dia katakan? (perihal Da Hwa)

Bi Ryong : "Aku minta maaf.." ucapnya memelas.

Soo Ri meminta pada Gook Dae untuk tidak menyalahkan Bi Ryong. tangan Gook Dae sedang sakit dan pesanan banyak yang tertunda, sehingga Bi Ryong tidak memiliki pilihan lain.

Gook Dae tidak mau tahu dengan alasan itu, Ia hanya kesal, kenapa Bi Ryong tidak meminta izinnya terlebih dahulu?

Bi Ryong tanya, jika dia meminta izin, apakah Gook Dae akan membiarkannya?

Gook Dae : "Hyung!!!" teriaknya kesal.

Gook Dae menjelaskan, kalau ini bukanlah masalah baginya, dia hanya mengkhawatirkan Song Ah.


Gook Dae mengenggam erat tangan Song Ah dan memberitahu Bi Ryong dan Soo Ri kalau dia dan Song Ah sepakat untuk berkencan. melihat itu, Bi Ryong dan Soo Ri terkejut.

Bi Ryong : "Aku minta maaf, Song Ah. saat itu, aku hanya berpikir, satu-satunya yang bisa menggantikan Gook Dae adalah Da Hwa." ucapnya.

Song Ah : "Tidak, itu tidak apa-apa. aku sungguh baik-baik saja." sahutnya.

dengan kesal, Gook Dae menyahut kalau dialah yang tidak baik-baik saja. Ia menyuruh Soo Ri dan Bi Ryong untuk menyelesaikan pesanan yang sudah mereka terima dan menutup restoran untuk sementara waktu.


Song Ah sedang duduk di halte bus sendirian. Ia sibuk menyimpan nomor ponsel Gook Dae diponselnya. bahkan Ia memberi ikon hati pada nama Gook Dae.


tiba-tiba Gook Dae menelepon Song Ah. Song Ah langsung tersenyum senang dan segera menjawab panggilan Gook Dae.

Gook Dae tanya, apakah Song Ah baik-baik saja karena dia tidak bisa mengantar Song Ah? Song Ah tidak mempermasalahkan itu, lagipula tangan Gook Dae sedang sakit dan sulit untuk menyetir.

Gook Dae : "Aku harus segera sembuh." serunya.

Song Ah mengingatkan untuk beristirahat yang banyak. lalu Song Ah memberitahu kalau busnya sudah datang. Ia janji akan menelepon sesampainya dirumah nanti.


setelah menutup telepon Gook Dae, ponsel Song Ah berdering lagi, ternyata Da Hwa meneleponnya.

Song Ah : "Kenapa kau meneleponku?" tanyanya terkejut.

Da Hwa : "Bisakah kau meluangkan waktumu untukku?" tanyanya.


Song Ah pergi menemui Da Hwa disebuah restoran. Da Hwa berterima kasih karena Song Ah sudah mau datang.

Song Ah : "Ada apa?" tanyanya.

Da Hwa tanya, sejak kapan hubungan Song Ah dan Gook Dae dimulai? Song Ah balik bertanya, apakah dia harus menjawab pertanyaan itu?

Da Hwa : "Kau bekerja dikantor?" tanyanya.

Song Ah : "Lalu?"

Da Hwa : "Dari awal, apakah kau mencoba untuk menggoda Gook Dae?" tanyanya.

mendengar pertanyaan Da Hwa, Song Ah diam dan menahan kekesalannya.

Song Ah : "Sepertinya, kaulah orang yang akan melakukan hal seperti itu." ucapnya.

Da Hwa : "Kau merasa bahwa kau sudah mendapatkannya, kan?" serunya.

Da Hwa bilang, dia juga akan merasa diatas angin bila dia ada diposisi Song Ah sekarang. tapi, siapa yang tahu, siapa nanti yang akan mememangkan Gook Dae?

Song Ah : "Apa yang sedang kau coba katakan..."

Da Hwa : "Aku memintamu untuk pergi dari posisiku. aku bukan tipe orang yang suka berbagi." serunya.

Song Ah : "Apa???"

Da Hwa : "Sepertinya kau tidak mengerti, karena aku mengatakannya dengan sangat ramah. tempat itu, adalah tempatku." ucapnya ketus.

(yang dimaksud Da Hwa = posisi Song Ah yang sedang berkencan dengan Gook Dae, itu seharusnya adalah posisinya)


dengan dingin, Song Ah bilang kalau hubungan antara Gook Dae dan Da Hwa sudah berakhir.

Da Hwa : "Pernakah kau bertanya pada Gook Dae sebelumnya? apakah dia sudah berakhir denganku?" tanyanya menantang.

Song Ah : "Aku tidak perlu menanyakan hal itu. karena sekarang, dia menyukaiku." jawabnya.

Da Hwa : "Tapi, kenapa kau tampak seolah-olah takut padaku?" tanyanya.

mendengar itu, Song Ah tertawa kecut. Ia bilang Da Hwa tampak begitu menyedihkan. Song Ah menegaskan, apapun yang Da Hwa lakukan dan katakan, tidak akan membuatnya goyah.

Da Hwa : "Apakah Gook Dae juga seperti itu?" tanyanya seraya tersenyum sinis.

Da Hwa balik meledek Song Ah yang begitu menyedihkan.

Song Ah : "Ah Da Hwa! bagaimanapun juga, kau hanyalah masa lalunya." ucapnya.

Da Hwa : "Masa lalu? dia belum bisa melupakanku. buktinya adalah restoran itu, FLada." ucapnya yakin.

Song Ah tanya, apa maksud ucapan Da Hwa?

Da Hwa : "Apa kau masih belum tahu? FLada adalah aku. Ah Da Hwa. itu dari namaku." ucapnya sinis.

Song Ah terkejut mendengar itu.


Bersambung..

Note : Sumpah... kesel banget ngerecap episode ini. awalnya lihat Da Hwa kasihan.. trus aku kira dia baik. tapi ternyata.. ngeselin!! oh..inilah, drama... :D

5 comments:

  1. nyebelin banget si dahwa mau ngerebut gook dae iiih kan dia cuma mantannya doang -_-
    semangat miiin

    ReplyDelete
  2. aih... da hwa... ngeselin. pas bgt ma wajahnya, lembut mnjengkelkan.

    ReplyDelete
  3. Benerr mba....pengen gua jambak rambutnya ....huhhhh jenkel. Knp ga dari dlu aja balik klu suka sma geok dae...skrg uda ada yg dket sna geok dae baru kbkrn jnggott.....wakakkakk...mafkn kata2qu mba knaya...tetep semangat nilisnya mba..di tunggu selalu update"nya....

    ReplyDelete
  4. Astafrullah.....typo lgi...mafkn tulisan sya di atas mba... hrap dmklumi
    Ngetik sambil emosi mba....hehe

    ReplyDelete
  5. Da hwa ...ngeselin banget. ...semangat ya sis....lanjutkan^_^

    ReplyDelete