March 30, 2015

SINOPSIS THE THOUSANDTH MAN EPISODE 8

Dilarang meng-COPAS SEMUA ARTIKEL yang ada didalam blog ini!!! tolong hargailah kerja keras penulis!!!


==== EPISODE 8 ====

Di rumah, Mi Jin menunjukkan dokumen pernyataan cinta Dong Il pada Ibu dan Mi Mo.

Mi Mo berkomentar kalau Dong Il sangat terus terang.

Ibu : "Mi Jin, dia adalah pria keseribumu. Ibu sangat bahagia
sampai mataku berkaca-kaca." serunya.

Mi Jin mengatakan, hal ini belum tentu pasti. lagipula, dia baru dua kali bertemu dengan Dong Il. apa bisa dia melakukannya?

mendengar ucapan Mi Jin yang pesimis, Ibu langsung memukulnya. Ibu memarahi Mi Jin mengenai sikapnya. itulah kenapa Mi Jin belum menjadi manusia sampai sekarang.

Ibu : "Apa kau tahu orang seperti apa dia itu? apa kau tahu?" tanyanya kesal seraya memukuli Mi Jin.

Mi Jin mengeluh kesakitan.


Mi Jin : "Maksudku, ini baru dua kali dan juga sebentar. apa bisakah kita melakukannya?" tanyanya tak yakin.

Ibu memberitahu Mi Jin, kalau dia sudah melakukan penyelidikan. Dong Il ternyata memberikan apapun untuk mantan pacarnya.

Ibu menceritakan kisah Dong Il pada tahun 2008. Dong Il telah melakukan segalanya pada para preman yang melecehkan pacarnya.

Mendengar cerita Ibu, Mi Mo menyahut kalau Dong Il sangat sempurna. Ia lalu tanya pada Mi Jin, apa yang dia tunggu? Mi Mo menyuruh Mi Jin untuk segera menandatangani dokumen pernyataan cinta Dong Il. Mi Mo bahkan mengancam akan merebutnya jika Mi Jin tidak juga menandatanganinya.

Mi Jin : "Apa yang harus kulakukan?" tanyanya bingung.

Ibu menyuruh Mi Jin untuk tidak ragu, dan segera menandatangani dokumen itu.

Ibu : "Tanda-tangani saja, dan tuliskan kalimat 'Aku akan memberikan hatiku untuk Mi Jin tidak peduli apapun'." ucapnya bersemangat.

Mi Mo memprotes Ibunya, karena hal itu sangat terlalu jelas. Mi Mo menyarankan untuk menuliskan yang samar-samar saja, seperti 'Aku akan memberikan semuanya demi cintaku'.

Mi Jin mengangguk setuju dengan ide Mi Mo, menurutnya, itu terdengar lebih baik.

Ibu : "Buat saja dia yakin." serunya.

Mi Jin bilang dia akan menandatanganinya. setelah mengatakan itu, Mi Jin beranjak pergi. Ia bahkan tidak menghiraukan teriakan Ibu yang memanggilnya.

Ibu tanya pada Mi Mo, apa Mi Jin akan baik-baik saja? Mi Mo menjawab dengan gelengan. Ibu mendesah kesal karena dia tidak bisa mempercayai Mi Jin.


Di luar rumah, Mi Jin menggunakan penciuman tajamnya untuk mencari Dong Il. setelah menemukan bau Dong Il, Mi Jin segera pergi untuk menemuinya.

Dong Il ternyata pergi ke club. dan dia sedang asik dance bersama dengan beberapa wanita. Mi Jin yang melihatnya, tertawa kecut.


[Episode 8 : Diskon Cinta!]


setelah selesai dance dengan beberawa wanita, Dong Il sekarang duduk untuk minum-minum dengan wanita-wanita itu. bahkan Dong Il tampak sibuk menggoda mereka.

dengan kesal Mi Jin menghampiri Dong Il lalu memukulnya. Dong Il sangat terkejut melihat Mi Jin.

Mi Jin menunjukkan dokumen yang dibuat Dong Il, lalu memakinya sialan. dengan kesal Mi Jin memakan kertas itu lalu menunjukkan kebringasannya pada Dong Il dan wanita-wanitanya.

setelah itu, Mi Jin meludahkannya pada Dong Il lalu memukulinya lagi.


dan ternyata.. semua kejadian itu hanyalah bayangan Mi Jin saja. Mi Jin duduk tidak jauh dari Dong Il dan hanya berdiam diri mengamati Dong Il yang seorang playboy.

melihat Dong Il yang terus-terusan menggoda wanita-wanita itu, kesabaran Mi Jin sudah hilang. Ia berniat menghampiri Dong Il untuk menghajarnya.


tapi, saat Ia akan menghampiri Dong Il, seorang pria tampak lebih dulu menghampiri Dong Il. pria itu bernama Tae Gyu, seorang mahasiswa.

Dong Il ternyata menjadi mak comblang untuk Tae Gyu dan salah satu dari wanita yang tadi di godanya.

Mi Jin yang melihat itu terkejut. Ia terdiam dan tidak tahu harus melakukan apa. terlebih lagi, Dong Il langsung pamit pergi setelah menjadi comblang untuk temannya.

melihat Dong Il, berjalan ke arahnya, Mi Jin langsung sembunyi agar tidak diketahui Dong Il.


dirumah, Mi Jin masih bingung harus melakukan apa pada dokumen itu, setelah beberapa saat berpikir, dia akhirnya memutuskan untuk menandatanganinya.

Eung Suk sedang berada dirumahnya, dia lagi-lagi duduk melamun di tangga sambil memegangi ponselnya.


ke esokannya, Mi Jin dan Dong Il pergi untuk berkencan. mereka tampak sangat bahagia.


sedangkan Eung Suk, melakukan hal-hal yang tidak penting sambil terus melamun memikirkan Mi Jin.


saat Eung Suk sibuk memikirkan Mi Jin, Mi Mo datang ke restaurant untuk menemui Eung Suk. saat melihat Mi Mo, Eung Suk sangat senang.

Eung Suk : "Kau dari mana saja?" tanyanya.

Mi Mo : "Apa kau menungguku?" tanyanya balik.

Eung Suk langsung mengiyakan.

Mi Mo curiga, karena Eung Suk sedikit aneh. Eung Suk mengajak Mi Mo untuk bicara.

Mi Mo : "Bagaimana jika aku tidak mau?" tanyanya.

Eung Suk : "Kau bilang kau akan bersamaku selama 2 jam." sahutnya.

mendengar itu, Mi Mo langsung menggelengkan kepalanya. dia berpikir kalau hal ini tampak tidak terlihat baik. Eung Suk mengajak Mi Mo pergi kesuatu tempat untuk bicara.


entah apa yang ditanyakan Eung Suk pada Mi Mo, yang jelas, dengan kesal Mi Mo menyuruh Eung Suk untuk menanyakannya sendiri pada Mi Jin.

Eung Suk : "Tapi dia tidak mengangkat teleponnya." serunya.

Mi Mo : "Apa yang bisa kulakukan?" tanyanya kesal.

Eung Suk : "Kau kan tahu apa yang kakakmu lakukan." serunya.

dengan kesal Mi Mo tanya, apa Eung Suk harus melakukan hal ini padanya? apa Eung Suk memang sejahat itu?

Eung Suk : "Tidak.. bukan begitu. aku tahu Mi Jin sakit parah." ucapnya pelan.

Mi Mo : "Apa?" serunya terkejut.

Eung Suk : "Aku tahu dia hanya punya sisa waktu kurang dari tiga bulan untuk hidup." ucapnya.

Mi Mo : "Tidak mungkin!" sahutnya pelan.

Eung Suk bilang pada Mi Mo dia hanya khawatir. karena Mi Jin tidak menelepon ataupun mengangkat teleponnya. mungkin Mi Jin sakit atau masuk rumah sakit.

Mi Mo : "Dia sedang berkencan." ucapnya pelan.

Eung Suk : "Apa???" serunya kaget.


Mi Jin dan Dong Il sedang naik sepeda di gunung. Mi Jin naik sepeda dengan cepat, sampai-sampai Dong Il berteriak padanya untuk pelan-pelan saja.

saat beristirahat, Dong Il tanya pada Mi Jin apa benar ini adalah yang pertama kalinya bagi Mi Jin? Mi Jin mengangguk, mengiyakan.

Mi Jin bilang pada Dong Il, ini sedikit membosankan.

Dong Il : "Benarkah?" tanyanya kaget.

Mi Jin : "Ya." sahutnya.

Mi Jin bilang, dia menginginkan sesuatu yang lebih menarik. Dong Il menawarkan pada Mi Jin untuk mencoba menuruni bukit.

Mi Jin : "Menuruni bukit?" tanyanya.

Dong Il : "Ini turunan langsung dari puncak, tapi berbahaya." ucapnya memberitahu.

Mi Jin senang mendengarnya, karena menurutnya, itu terdengar menyenangkan.

Dong Il menasehati Mi Jin untuk tidak membanting setirnya. karena hal itu bisa melempar kepalanya. Mi Jin mengangguk mengerti. dia sangat semangat dan bergegas mengajak Dong Il untuk segera melakukannya. Dong Il tersenyum melihat Mi Jin.


sebelum pergi, Dong Il meminta mi Jin untuk melihat dan memperhatikan caranya agar tidak terjadi apa-apa.

setelah Dong Il mencoba dan berada dibawah sedikit jauh dari Mi Jin, Ia berteriak pada Mi Jin untuk mencoba turun pelan-pelan. Mi Jin mengangguk mengerti.

tapi, saat Mi Jin mencoba, Ia terpeleset dan terjatuh ke tebing. Dong Il yang melihat Mi Jin jatuh langsung panik. Ia meneriaki Mi Jin.

Dong Il mencari-cari Mi Jin tapi tidak menemukannya. Ia merengek kesal.

Dong Il : "10.000.. 10.000. dollar.." keluhnya kesal.

tiba-tiba Mi Jin muncul mengangetkan Dong Il dari belakang. seraya berseru, "10.000 dollar?"

Dong Il : "Maksudku, lega sekali." serunya kaget. "ukira kau terluka." ucapnya khawatir.

Mi Jin bilang ini sangat menakjubkan. benar-benar favoritnya. Ia mengajak Dong Il untuk mencobanya lagi. Dong Il menghela nafas lelah dan meminta Mi Jin untuk berhenti saja.


sesampainya dirumah, Mi Mo menceritakan semuanya mengenai Eung Suk yang tahu akan kehidupan Mi Jin.

Mi Jin : "Apa? dia tahu semuanya? seberapa banyak?" tanyanya terkejut.

Mi Mo memberitahu kalau Eung Suk tahu Mi Jin hanya punya sisa waktu 3 bulan saja.

Mi Jin : "Kalau aku seekor rubah dengan sembilan ekor juga?" tanyanya cemas.

Ibu berpendapat kalau menenurutnya, Eung Suk tidak tahu itu.

Mi Jin : "Untunglah." serunya lega.

Ibu menyuruh Mi Jin untuk berhenti pergi ke LAST mulai saat ini.

Mi Mo : "Aku masih bisa pergi, kan?" tanyanya pada Ibu.

Ibu : "Tidak boleh! kau harus menahan diri demi kebaikan Mi Jin. setelah dia menjadi manusia maka kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan. mengerti?" ucapnya.

Mi Jin : "Itulah mengapa dia baik padaku." ucapnya pelan.

Mi Jin menanyakan pada Ibunya apa perbedaan antara cinta dan simpati?dia bingung.

Ibu : "Mi Jin, itu sederhana. dengarkan ibu baik-baik. menurutmu bagaimana perasaan Sec. Park pada ibu?" tanyanya.

Mi Jin : "Cinta.. tidak, lebih tepatnya, itu adalah cinta satu pihak." sahutnya.

Ibu membenarkan. Ia lalu tanya lagi pada Mi Jin bagaimana menurutnya perasaan Ibu pada Sec. Park? Mi Jin langsung bisa menjawab dengan cepat kalau itu hanya simpati.

Mi Mo berpendapat kalau simpati bisa saja berubah menjadi cinta. mendengar ucapan Mi Mo, Ibu sangat kesal.

Ibu : "Bukankah aku benar? aku masih baik-baik saja." ucapnya cemas.


Sec. Park mengajak Kyung Suk untuk bertemu diluar. dengan malas, Kyung Suk tanya, kenapa Sec. Park meneleponnya selarut ini? bukannya menjawab, Sec. Park hanya diam menghela nafas panjang seperti menahan emosinya. melihat apa yang Sec. Park lakukan, dengan kesal Kyung Suk menyuruhnya untuk mengatakan sesuatu, bukannya meditasi.

Sec. Park : "Kyung Suk.." ucapnya pelan.

Kyung Suk : "Apa, Kyung Suk? kenapa, Jung Hak?" serunya kesal.

Sec. Park : "Maukah kau menghilang dari hidupku?" tanyanya.

Kyung Suk : "Baiklah ! aku bahkan tidak mendekatimu, jadi aku akan pergi." sahutnya.

Sec. Park : "Bukan itu maksudku. aku memintamu untuk berhenti berada di sekitar Mi Sun." ucapnya menjelaskan.

Kyung Suk tertawa meledek mendengarnya.

Kyung Suk : "Apa itu yang kau maksudkan? bagaimana jika aku menolak?" tanyanya balik.

Sec. Park memberitahu bahwa Ibu Mi Sun dan semua keluarganya memutuskan untuk berhenti mengunjungi LAST.

Kyung Suk : "Apa maksudmu?" tanyanya terkejut.


di restaurant, Kyung Suk menceritakan semuanya pada Eung Suk. Eung Suk juga terkejut mendengarnya, Ia tanya pada Kyung Suk kenapa mereka melakukan itu?

Kyung Suk : "Lihat? dia tidak akan mengangkat teleponmu ataupun datang ke sini. itu membuktikan bahwa ucapan Sec. Park benar." ucapnya.

Eung Suk : "Tapi itu omong kosong. setiap hari itu sangat berharga. haruskah melihatnya berkencan?" serunya kesal.

Kyung Suk tanya, kenapa Eung Suk begitu kesal? lagipula Eung Suk kan bukan pacarnya. Eung Suk mengelak kalau hal ini tetap saja salah.

Kyung Suk : "Apa maksudmu? bertemu dengan para pria mungkin lebih berarti baginya." ucapnya menjelaskan.

Eung Suk : "Tapi tidak seharusnya dia seperti itu. orang-orang dengan waktu hidup yang terbatas tidak seharusnya melakukan itu. Hyung, produk yang akan kadaluarsa, tidak akan pernah dipilih. kau tahu kenapa? karena kita tidak ingin menyakiti orang lain. yang tersisa akan memiliki waktu yang sulit saat kita mati. itulah kenapa kita tidak bisa memilih atau dipilih." ucapnya kesal.

Kyung Suk : "Hei, Eung Suk. kenapa kau kelihatan seperti orang yang sedang sakit parah?" tanyanya heran.

Eung Suk hanya diam dan menunduk kesal.


Mi Jin dan Dong Il melakukan olah raga bersama lagi. kali ini mereka melakukan Climbing. Mi Jin benar-benar menguasai dan sangat lihai jika dibandingkan dengan Dong Il.

setelah turun ke dasar, Dong Il yang sudah kelelahan tanya pada Mi Jin apa ini tidak sulit baginya? dengan mudahnya, Mi Jin menjawab tidak.

suara hati Dong Il : "Wanita ini sangat tangguh.."

Mi Jin : "Apa, kau seorang yang suka mencari sensasi?" tanyanya.

Dong Il : "Ya! aku harus pergi ke sepanjang jalan."

Mi Jin mengatakan dia tidak suka memanjat dinding yang menurutnya palsu. akan lebih menyenangkan sekali jika mereka bisa memanjat tebing yang asli.

mendengar ucapan Mi Jin, Dong Il tanya, apa Mi Jin pernah memanjat tebing yang asli?

Mi Jin : "Tentu saja. aku seorang pemanjat yang hebat. ada banyak daun herbal yang berharga di tebing." ucapnya memberitahu.

setelah mengatakan itu, Mi Jin mengajak Dong Il untuk memanjat dinding lagi.

Dong Il yang sudah dangat lelah, menghela nafas panjang melihat Mi Jin yang benar-benar kuat. Ia lalu berteriak pada Mi Jin untuk mengakhiri permainan memanjat.

Mi Jin : "Kenapa? aku sama sekali belum berkeringat. hanya satu kali saja." serunya.

Dong Il hanya bisa diam melihat Mi Jin yang benar-benar hebat.


dikantor, Ibu sedang menahan Mi Mo yang akan pergi ke LAST. dengan kesal Ibu tanya, Mi Mo mau kemana?

Mi Mo : "Ayolah Ibu, aku bukan seekor rubah. kenapa aku tidak boleh pergi?" protesnya.

Ibu memohon pada Mi Mo untuk bersikap dewasa. Ia bertanya pada Mi Mo, bagaimana jika kakak satu-satunya yang dimilikinya tidak bisa menjadi manusia dan menghilang seperti buih?

dengan tenang Mi Mo memberitahu itulah kenapa dia harus menarik perhatian Eung Suk.

Ibu tetap bersih-kukuh menyuruh Mi Mo untuk menjauh dari LAST untuk sementara waktu karena itu satu-satunya jalan yang paling aman.

Mi Mo menggeleng kesal mendengar ucapan Ibunya. Ia diam sejenak dan memikirkan sebuah ide.

Mi Mo : "Ibu, ada cara yang lebih aman." ucapnya tiba-tiba.

Ibu : "Aman? Apa itu?" tanyanya penasaran.


Chef Kyung Suk sedang mengepel Restaurant. tak lama kemudian Sec. Park datang.

Kyung Suk : "Ada apa? Apa akhirnya kau ke sini untuk berkelahi?" tanyanya kesal.

dengan tenang Sec. Park mengatakan dia sudah memaafkan Kyung Suk sebelum datang.

Kyung Suk : "Kenapa kau selalu mengatakan 'memaafkan'? ucapanmu tidak ada sturkturnya." serunya.

Sec. Park : "Tidak ada hal yang perlu kukatakan untuk si tukang masak Suh. aku hanya ingin menemui direkturmu." sahutnya dingin.

Kyung Suk : "Si tukang masak Suh?" ucapnya marah. "Aku tidak memasak masakan biasa. aku adalah koki utama
di Restaurant LAST yang unik ini." lanjutnya.

Sec. Park : "Chef c'est qui." sahutnya dingin.

Kyung Suk : "Apa? Koki pecundang? apa kau menyumpahiku?" amuknya.

Sec. Park : "Apa kau tidak tahu, itu berarti 'siapa kokinya?' dalam bahasa Perancis? kau mengajariku itu." ucapnya ramah.

Kyung Suk spontan memegangi kepalanya yang tiba-tiba terasa sakit karena Sec. Park begitu menjengkelkan. sedangkan Sec. Park menahan senyum, Ia berhasil membalas Kyung Suk yang dulu mempermalukannya.


tak lama kemudian Eung Suk muncul. melihat Sec. Park ada diRestaurantnya, Ia tanya apa perlunya? Sec. Park memberitahu Eung Suk bahwa dia ingin reservasi untuk makan malam. mendengar itu, Kyung Suk langsung berteriak tidak bisa. dia tidak akan membiarkan Sec. Park makan direstaurantnya. Eung Suk meminta Kyung Suk untuk tidak ikut campur.

Eung Suk : "Siapa yang ingin memesan?" tanyanya pada Sec. Park.

bukannya menjawab, Sec. Park malah menyerahkan dokumen perjanjian cinta Mi Jin dengan Dong Il pada Eung Suk. Eung Suk membaca dokumen itu dan tampak terkejut.


dirumah, Mi Jin yang baru saja mengetahui rencana Ibunya dan Mi Mo sangat kesal. Ia menelepon Ibunya yang sedang berada disalon sambil marah-marah.

Mi Jin : "Apa kau gila, bu? aku tidak bisa ke sana dengan Dong Il." serunya kesal.

Ibu mengatakan pada Mi Jin, dia harus membuat Eung Suk menyerah. Eung Suk tidak akan tertarik pada Mi Jin lagi jika dia melihat Mi Jin bersama dengan orang lain.

Mi Jin : "Eung Suk hanya seorang teman." ucapnya menjelaskan.

Ibu : "Teman pantatku, apakah seorang teman terus menelepon dan mengawasi?" tanyanya kesal.

Mi Jin bilang itu hanya karena Eung Suk peduli padanya.

Ibu : "Pokoknya, jangan membuang waktumu. hanya tersisa dua bulan lagi. kau harus berhasil." serunya.

Mi Jin : "Aku akan berhasil. Aku akan menjadi seorang manusia." ucapnya yakin.

Ibu : "Ya, Mi Jin. kau bisa memiliki teman dan pacar setelah kau berhasil nanti." sahutnya.


tepat ketika itu, seorang Ahjumma yang duduk didekat Ibu juga sedang menelepon dan mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan Ibu. tanpa segaja mereka saling menatap lalu tersenyum.

Ibu : "Anakmu pembuat masalah juga?" tanya Ibu ramah.

Ahjumma : "Benar. Anakmu juga tidak mau belajar? apa dia cukup pintar untuk kuliah di Seoul?" tanyanya.

Ibu tiba-tiba memegangi kepalanya dan mengeluh sakit. Ibu tidak menyadari hal itu terjadi karena dia merasa kesal dengan ucapan Ahjumma yang merendahkan putrinya, Mi Jin.


malam harinya, Mi Jin dan Dong Il makan malam bersama di LAST. entah apa yang terjadi, dibawah bibir Dong Il, tertempel sebuah plester.

melihat Dong Il yang tampak cemas, Mi Jin tanya apa Dong Il merasa tidak nyaman? Dong Il beralasan kalau dia hanya merasa kepanasan.

Mi Jin : "AC-nya juga sudah maksimal." ucapnya heran.


Eung Suk datang ke meja untuk menyajikan makanan. jelas terlihat Dong Il tampak ketakutan. sedangkan Mi Jin tampak tidak enak pada Eung Suk.

sebelum meninggalkan meja, Eung Suk memberitahu mereka untuk menggoyangkan bel jika ada sesuatu yang mereka butuhkan. tak lupa Eung Suk memasang wajah garang pada Dong Il.


== FLASHBACK ==

sebelum makan malam, Eung Suk ternyata menemui Dong Il untuk membicarakan tentang Mi Jin. Dong Il sangat terkejut mengetahui Mi Jin hanya memiliki sisa waktu 3 bulan untuk hidup.

Dong Il : "Apa itu benar?" tanyanya.

Eung Suk mengangguk.

Eung Suk : "Mi Jin hanya punya waktu
kurang dari tiga bulan." ucapnya.

Dong Il : "Jadi, begitu. itulah kenapa dia suka melakukan olahraga yang beresiko. apa yang harus kulakukan?" serunya.

Eung Suk : "kau bahkan sudah menyatakan cintamu. aku mengerti perasaanmu. tapi kurasa kau harus
berhenti sampai di sini." sahutnya.

Dong Il : "Tidak, aku justru berterima kasih padamu. untungnya aku hanya mendepositkan 30 dollar." ucapnya.

Eung Suk tak mengerti apa yang dikatakan Dong Il, Ia tanya apa maksudnya?

Dong Il tidak menjawab pertanyaan Eung Suk. tepat setelah itu, ponsel Dong Il bunyi.


Dong Il menyuruh seseorang ditelepon untuk membatalkan asuransi 30 Dollar yang sudah ditandatanganinya kemarin. Eung Suk yang mendengar, semakin heran.

setelah menutup ponselnya, Eung Suk berpesan pada Dong Il untuk menjaga Mi Jin.

Dong Il meminta Eung Suk untuk tidak khawatir karena dia punya banyak pengalaman. dia sangat ahli dalam hal putus cinta. setelah mengatakan itu, Dong Il pamit ke toilet.


Eung Suk : "Apa-apan ini? ahli dalam hal putus cinta?" omelnya sendirian.

diam-diam Eung Suk memeriksa isi tas Dong Il. Ia sangat terkejut setelah membaca dokumen 'Asuransi untuk kekasih' milik Dong Il.

tak lama kemudian Dong Il kembali dari toilet. Ia memasang wajah tak berdosa melihat Eung Suk sedang membaca dokumen asuransinya.

Dong Il : "Jadi akhirnya kau mengetahuinya. aku akan membuangnya. aku benar-benar menyukai Mi Jin." ucapnya.

Eung Suk : "Kau menyukainya?" tanyanya marah.

Eung Suk membanting dokumen itu ke meja. lalu beranjak dari duduknya.

Eung Suk : "Lalu, bagaimana dengan dokumen itu?" tanyanya marah.

Dong Il : "Ah.., kurasa kau belum membaca seluruhnya. itu adalah syarat untuk asuransi kekasih." ucapnya.


seketika Eung Suk memukul Dong Il sampai terjatuh. Eung Suk benar-benar kalap melihat Dong Il yang memanfaatkan Mi Jin. Dong Il memegang bawah bibirnya yang berdarah dan meringis kesakitan.

== FLASHBACK END ==

Dong Il dan Mi Jin kaget mendengar suara benturan dari dapur yang dilakukan Eung Suk. Dong Il semakin ketakutan dan cemas melihat kemarahan Eung Suk.

Dong Il : "Begini Mi Jin..." ucapnya terbata-bata.

Mi Jin : "Ya?"

Dong Il mengeluarkan dokumen pernyataan cintanya dari dalam tas lalu merobeknya didepan Mi Jin.

Mi Jin : "Kenapa kau merobeknya?" tanyanya heran.

Dong Il : "Mi Jin, dengarkan aku baik-baik. cinta kita berakhir." ucapnya.

Mi Jin : "Apa aku sudah melakukan sesuatu yang salah?" tanyanya.

Dong Il : "Datang dengan mudah, pergi dengan mudah. kurasa itu berlaku juga untuk cinta." ucapnya.

Eung Suk keluar dari dapur dan diam-diam mengawasi dari kejauhan. melihat Eung Suk mengawasinya, Dong Il semakin ketakutan.

Dong Il : "Maksudku.. sebenarnya itu hanya syarat untuk asuransi kekasih." ucapnya menjelaskan.

Mi Jin : "Asuransi kekasih?" tanyanya tak mengerti.

Dong Il menunduk sedih, sedangkan Eung Suk pergi meninggalkan mereka berdua.


Eung Suk duduk dipekarangan, sendirian sambil melamun. tak mala kemudian, terdengar suara jeritan Dong Il.

Dong Il tiba-tiba tampak seperti kesetanan, Ia lari terbirit-birit meninggalkan LAST dan tampak ketakutan. Eung Suk yang melihatnya jadi heran. Ia beranjak dari duduknya untuk memeriksa.


didalam restaurant, Mi Jin duduk menunduk menahan kemarahannya. Eung Suk perlahan menghampiri Mi Jin yang menangis.

Eung Suk : "Mi Jin..." panggilnya pelan.

Mi Jin diam tak menjawab. Eung Suk menepuk bahu Mi Jin untuk menenangkannya. tapi Mi Jin menampisnya dan langsung beranjak pergi.

Eung Suk : "Mi Jin!" panggilnya.


Mi Jin menangis sejadi-jadinya dikamar. Ibu menghampiri Mi Jin yang bersembunyi di balik selimut.

Ibu sedih melihat putrinya seperti itu, Ia meminta maaf dan menyuruhnya untuk melupakan.

Mi Jin : "Ibu, bagaimana ini bisa terjadi? bagaimana bisa mereka menjual cinta? ini tidak adil." tangisnya.

Ibu : "Mi Mo juga mengatakan demikian. cinta itu seperti produk yang dijual akhir-akhir ini. cinta juga bisa menjadi cinderamata sekarang. aku berharap itu benar, jadi aku bisa membelikannya untukmu jika itu bisa membuatmu menjadi manusia." ucapnya sedih.

Mi Jin : "Ibu, jika.. jika.." rengeknya.

Ibu : "Apa?" tanyanya pelan.

Mi Jin : "Jika.. aku tidak bertemu
dengan pria keseribuku, apa yang akan terjadi?" ucapnya sedih.

Ibu menyuruh mi Jin untuk tidak putus asa. dia berjanji akan membuat Mi Jin menjadi manusia. Mi Jin memberitahu Ibunya, bahwa dia sangat takut. dengan menyesal Ibu meminta maaf pada Mi Jin, ini terjadi karena kesalahannya.

Ibu : "Kau terlalu cantik untuk tidak memiliki pria keseribu. percayalah, Ibu yakin padamu." ucapnya menenangkan.


tak lama kemudian Mi Mo masuk kekamar Mi Jin, Ia meminta maaf jika mengganggu, Mi Mo memberitahu Mi Jin, kalau ada tamu yang mencarinya.

Mi Jin : "Siapa?" tanyanya.


ternyata Eung Suk datang kerumah untuk menemui Mi Jin. Ibu dan Mi Mo turun untuk menemui Eung Suk. Ibu meminta maaf karena Mi Jin tidak bisa keluar kamar. Ibu memberitahu, dia sedang tidak sehat sekarang.

Eung Suk : "Tidak apa-apa." sahutnya.

Eung Suk mengatakan, dia hanya bisa membuat Fettuccini untuk Mi Jin. Eung Suk meminta tolong pada Ibu untuk mengatakan pada Mi Jin bahwa
dia yang telah membuatnya. hanya untuk wanita yang paling cantik di dunia. Eung Suk menyerahkan makanan yang dibawanya pada Ibu.

Mi Mo tampak terlihat kesal mendengar ucapan Eung Suk.

Mi Mo : "Apa tidak ada makanan untuk wanita yang sedang cemburu?" tanyanya kesal pada Eung Suk.

Eung Suk merogoh sakunya untuk mencari sesuatu. Mi Mo terlihat senang. tapi senyumnya seketika menghilang ketika Eung Suk menyodorkan permen karet padanya.

Eung Suk : "Makanlah! bayangkan saja itu aku." ucapnya dingin.

Ibu mengomeli sikap Mi Mo dengan suara pelan. lalu Ibu mengucapkan terima kasih pada Eung Suk.


Ibu kembali kekamar untuk memberikan kotak makanan yang dibawakan Eung Suk untuk Mi Jin.

Mi Jin : "Dia tidak mengatakan hal lain?" tanyanya.

Ibu : "Apa? oh ya, bahwa ini dibuat hanya untuk wanita yang paling cantik di dunia." sahutnya.

Mi Jin diam saja tak bereaksi. melihat Mi Jin yang aneh, Ibu cemas, Ia tanya ada apa? Mi Jin diam tak menjawab pertanyaan Ibu, Ia malah beranjak dari tempat tidur lalu pergi.


Eung Suk baru saja meninggalkan rumah Mi Jin. Ia menghentikan langkahnya untuk menoleh sejenak dan saat berbalik, Ia sangat terkejut ketika melihat Mi Jin tiba-tiba berdiri didepannya.

Eung Suk : "Aigoo! Bukankah kau ada di rumah?" tanyanya heran.

Mi Jin diam saja memandang Eung Suk tajam.

Eung Suk : "Mi Jin.. apa kau baik-baik saja?" tanyanya.

Mi Jin tak menjawab, Ia hanya mengangguk pelan.

Eung Suk : "Apa kau sudah berakhir dengan baik-baik dengannya?" tanyanya lagi.

dengan mata berkaca-kaca Mi Jin hanya mengangguk pelan.

Eung Suk : "Maafkan aku mengenai sebelumnya. aku..."

Mi Jin : "Tidak. aku tahu bagaimana perasaanmu. kau hanya ingin menyelamatkanku." ucapnya dengan mata berkaca-kaca.


Eung Suk : "Mi Jin, apa mungkin, kau akan bertemu dengan pria lain lagi?" tanyanya.

Mi Jin hanya mengangguk.

Eung Suk : "Baiklah.. baiklah kalau begitu, sampai jumpa." ucapnya seraya memaksa untuk tersenyum.

setelah mengatakan itu, Eung Suk pergi. Mi Jin mulai menangis.

Suara hati Mi Jin : "Sejujurnya, aku tidak ingin bertemu dengan pria lain. hanya kau yang ku inginkan. aku berharap kau bisa tetap di sampingku seperti dulu. tapi waktuku sudah semakin habis."


tanpa Mi Jin ketahui, ternyata Eung Suk juga menangis.

Suara hati Eung Suk : "Mi Jin.. aku ingin sekali menghentikanmu. bukan karena aku ingin hidup tapi karena aku ingin mati dengan tenang."


Bersambung..

1 comment: