July 13, 2015

SINOPSIS WE BROKE UP EPISODE 6

Dilarang meng-COPAS SEMUA ARTIKEL yang ada didalam blog ini!!! tolong hargailah kerja keras penulis!!!


==== EPISODE 6 ====

[Episode 6 : Tidak Berdetak, Tidak Sesuai]


Won Young memandangi ponselnya. Ia tidak yakin akan menulis 'Suka' di SNS Woo Ri atau tidak.

diam-diam Ni Na memperhatikan ekspresi Won Young dan Woo Ri.


Hyun Dong : "Hei, jika kau tidak bisa, minum saja, dan ini selesai." serunya pada Won Young.

Ni Na tiba-tiba menyeletuk, "Sekarang ini sudah larut, mari kita semua kembali kerumah." serunya.

setelah mengatakan itu, Ni Na meminumbir di teko yang seharusnya diminum Won Young.

Won Young dan semuanya kaget melihat apa yang dilakukan Ni Na.


Won Young : "Ya ampun, kau meminum semuanya." ucapnya tak percaya.

Ni Na bilang pada Won Young, dia tidak ingin penyanyinya (Won Young) sampai sakit.

melihat itu semua, raut wajah Woo Ri terlihat sedih.


beberapa saat setelah pesta selesai, Ni Na muntah-muntah didepan rumah. tak lama kemudian Woo Ri menghampirinya untuk memberinya tonik.

Ni Na : "Terima kasih.." ucapnya.

Woo Ri memandangi Ni Na sejenak lalu berkata, "Apa yang kau sukai tentan Won Young? tidak maksudku Band Aku Tidak tahu." tanyanya.

Ni Na berpikir lalu bilang, cinta pada pandangan pertama.

Woo Ri yang mendengar itu kaget.

Ni Na tersenyum lalu bilang kalau Woo Ri tidak akan bisa mengerti mengenai hal ini.

Ni Na : "Ada sesuatu mengenai Won Young yang tidak bisa kujelaskan, dan itu adalah tugasku untuk membantu Won Young bersinar terang." ucapnya.

setelah mengatakan itu, Ni Na kembali muntah-muntah lagi. dan Woo Ri terlihat sedih.


Woo Ri mengantar Hyun Woo sampai kedepan jalan. melihat Hyun Woo yang mabuk, Woo Ri menyarankan padanya untuk naik taksi saja.

Hyun Woo menyahut, dia akan jalan sampai sadar dari mabuknya.

Woo Ri : "Kenapa kau melakukannya? kau bahkan tidak bisa banyak minum." serunya.

Woo Ri cemas, apakah Hyun Woo akan baik-baik saja besok? Woo Ri mengeluh, seharusnya Hyun Woo tidak menggubris kenakalan teman-temannya. Ia bahkan menyuruh Hyun Woo untuk menjaga jarak.


Hyun Woo menghentikan langkahnya lalu bilang, ada sesuatu yang ingin Ia katakan pada Woo Ri.

Hyun Woo : "Aku menyukaimu. lebih dari yang kau pikirkan." ucapnya.

Woo Ri : "Hei, kau minum terlalu banyak. aku juga menyukaimu. kau adalah sahabat terbaik." sahutnya.

Hyun Woo : "Aku tidak mabuk. aku sudah menyukaimu sejak lama. aku bersungguh-sungguh." ucapnya.

mendengar pengakuan dari Hyun Woo. Woo Ri diam saja karena kaget.


Won Young menuntun Ni Na yang mabuk menuju kemobilnya yang diparkir didepan rumah.

Ni Na yang sudah mabuk, terus mengoceh mengajak Won Young untuk minum lagi.

Won Young : "Kau sudah cukup mabuk" serunya.

Won Young tanya, Ni Na sudah memanggil jasa supir pengganti, bukan?

diam-diam tanpa Won Young sadari, Pak Cha masuk kemobil Ni Na. Ia menjadi supir pengganti.

Ni Na mengeluh pada Won Young seharusnya dia bertanggung jawab karena sudah membuatnya mabuk.

Won Young : "Apakah aku memintamu melakukan itu? kau mabuk karena ulahmu sendiri." serunya.

Won Young menyuruh Ni Na segera masuk mobil dan pulang. Ia memaksa Ni Na untuk masuk kedalam mobil.


Woo Ri yang baru saja kembali dari mengantar Hyun Woo, terhenti ketika melihat Won Young sedang bersama Ni Na.

tepat ketika itu, Ni Na memeluk Won Young.


Ni Na : "Apa kau yakin tidak ingin minum sekali lagi?" tanyanya.

Won Young : "Apa???"

Ni Na mengaku, dia sebenarnya tidak pernah melakukan hal seperti ini.

melihat adegan itu, Woo Ri menunduk dan terlihat sedih.

Won Young yang menyadari Woo Ri melihat mereka dari kejauhan, segera melepaskan dirinya dari pelukan Ni Na. lalu Ia segera mendorong Ni Na masuk kedalam mobil.

setelah Ni Na pergi, Won Young terlihat canggung.


dikampus, Woo Ri menceritakan semuanya pada sahabatnya Ji Min.

Ji Min : "Astaga, lalu, apa kau akan jalan (berkencan) dengan Hyun Woo?" tanyanya senang.

Woo Ri : "Hei, aku baru saja putus. aku bilang padanya (Hyun Woo) kalau aku akan memikirkan tentang itu." serunya dingin.

Ji Min heran, kenapa juga Woo Ri melakukan itu? ini bukanlah sesuatu yang harus Woo Ri pikirkan. Ji Min berteriak menyuruh Woo Ri bangun. (maksudnya sadar!)

Woo Ri : "Lalu apa yang harus kulakukan?" tanyanya

Ji Min berkomentar kalau Woo Ri ternyata masih kompeten. tidak ada waktu istirahat baginya.

Woo Ri diam saja tak menggubris Ji Min.


Ji Min : "Oh.. Poor Won Young.. dia mungkin menangisi perasaanya yang tersisa untukmu." keluhnya sendiri.

melihat 2 orang juniornya sedari tadi mondar-mandir berlatih dance, Ji Min yang kesal meneriaki mereka.

Woo Ri : "Dia sudah selesai denganku." serunya,

Ji Min kaget ketika Woo Ri memberitahunya bahwa Won Young sudah memiliki pengganti.

Ji Min : "Daebak! siapa itu???" serunya. "Aish.. mengecewakan. kupikir Won Young lebih baik." keluhnya.


Ji Min dan kedua junior mereka sedang melihat profil Ni Na diinternet.

Ji Min : "Oh, aku mengerti sekarang. dia pernah ada di tv. aku ingat, dia adalah direktur musik yang bertalenta." ucapnya.

Woo Ri : "Bertalenta? ini pasti hanya penampilannya yang mendapatkan perhatian." serunya kesal.

Ji Min : "Aigo.. usianya sama dengan kita. kau benar-benar kalah Woo Ri." sahutnya.

Ji Min bilang, Ni Na belajar diluar negeri dan tinggi seperti model, benar-benar kelas A.

Ji Min menoleh pada Woo Ri lalu berseru, "Kelas D!" lalu Ia membandingkannya dengan Ni Na yang kelas A. melihat itu, Woo Ri menatap Ji Min dengan kesal.


Ji Min menyarankan pada Woo Ri untuk memulai hubungannya dengan Hyun Woo saja.

Ji Min : "Disini tidak ada cara lain kau bisa menang dalam permainan ini." serunya.

Woo Ri sangat cemas, dia pasti akan merasa canggung bertemu dengan Hyun Woo besok.


Ji Min : "Kau tidak menginginkannya (Hyun Woo)? kalau begitu, aku akan mengambilnya." serunya.

tiba-tiba salah satu junior Woo Ri dan Ji Min menyeletuk, kalau Hyun Woo pasti tidak akan mau dengan Ji Min.

mendengar itu Ji Min tertawa, Ia bilang sepertinya juniornya itu sudah mempersiapkan untuk mengatakan hal seperti itu.

Ji Min langsung beranjak dari duduknya, ia mengambil tongkat lalu memukuli juniornya itu. (wkwkwk)


ketika dikantor, Woo Ri terus saja menghindari Hyun Woo. saat ia menuju keruang istirahat dan melihat Hyun Woo, Woo Ri segera pergi.


saat berpapasan dengan Hyun Woo, untuk menghindarinya, Woo Ri berpura-pura sedang menerima telepon kemudian pergi.


Woo Ri yang sedang berada dimesin foto copy segera bersembunyi ketika melihat Hyun Woo datang.

Woo Ri benar-benar kelelahan sendiri terus menghindar dari Hyun Woo.

ketika Woo Ri duduk beristirahat dimejanya, tiba-tiba Hyun Woo muncul dihadapannya dengan memakai kardus berbentuk mesin minuman. Woo Ri sempat terkejut melihat Hyun Woo.

dikardus itu tertulis, 'Woo Ri, kau bisa melakukannya!'

Hyun Woo menekan gambar minuman dikardus lalu menyodorkan minuman sungguhan untuk Woo Ri.

melihat apa yang dilakukan Hyun Woo, Woo Ri tertawa geli.


Won Young dan bandnya sedang duduk-duduk menunggu Ni Na. tak lama kemudian Ni Na datang.

karena kejadian berpelukan itu, Won Young dan Ni Na terlihat sedikit canggung.

Ni Na datang untuk menyampaikan berita bagus kepada Won Young dan Bandnya.

Ni Na : "Kalian tahu Sang Am Wildcat, kan?" tanyanya.

Hyun Dong : "Yang kau maksud Sang Am Wildcat itu?" serunya.

Ni Na langsung mengangkat tangannya menyuruh Hyun Dong untuk diam.

Ni Na memberitahu kalau Sang Am Wildcat akan memberi merka sebuah lagu. mendengar itu Won Young kaget.

Ni Na : "Bukankah itu bagus? kami sudah bekerja begitu keras untuk membuat ini terjadi." ucapnya.

Ni Na bilang, album mereka nanti pasti akan sangat menakjubkan.


Won Young : "Hei!! bukankah itu sudah tertulis dikontrak bahwa kami akan menulis lagu kita sendiri?" tanyanya kesal.

Ni Na : "Itu memang benar. tapi, ini adalah album debut kalian. kita memerlukan daya tarik yang lebih luas." serunya.

mendengar itu Won Young terlihat marah. Ia bilang pada Ni Na, dia tidak berpikir seperti itu.

Ni Na meminta Won Young untuk mencobanya terlebih dahulu.

Won Young : "Maaf, aku tidak mau melakukannya." serunya.

Won Young mengambil gitarnya lalu pergi.


Woo Ri dan Hyun Woo bicara berdua didepan gedung dipinggir jalan.

Hyun Woo meminta maa pada Woo Ri atas apa yang dilakukannya kemarin. Ia sungguh tidak tahu kalau dia sangat berlebihan pada Woo Ri.

Hyun Woo bilang, dia benar-benar tidak ingin membuat siapapun merasa tidak nyaman.

Woo Ri tertawa mendengar semua ucapan Hyun Woo. Ia bilang dia mengerti hal itu. Ia menyuruh Hyun Woo untuk melepaskan kardus ditubuhnya.

Hyun Woo : "Bolehkah??" serunya senang.

Hyun Woo segera melepas kardus itu.


Woo Ri : "Jangan salah paham. aku tidak bermaksud untuk menghindarimu." ucapnya.

Woo Ri kemudian berterima kasih pada Hyun Woo. (karena sudah jujur mengenai perasaannya)

Hyun Woo : "Aku mengerti. aku sedikit terburu-buru." serunya.

dengan wajah sedih Woo Ri bilang, itu karena dia tidak bisa mengatakan kata-kata penolakan pada seekor angsa (Hyun Woo). Woo Ri bahkan bertingkah aneh dengan menutupi dadanya.

melihat itu, Hyun Woo menahan tawanya.

Woo Ri : "Oh.. kenapa kau tertawa??"

Hyun Woo : "Hah? tidak!"

Woo Ri : "Kau tidak mau mengatakan padaku kenapa kau tertawa?" tanyanya kesal.

Hyun Woo tertawa lalu tanya, apakah mereka masuk kedalam sekarang? Woo Ri mengangguk setuju.


ketika Woo Ri dan Hyun Woo akan pergi, terdengar suara Ni Na yang memanggil Won Young.

Woo Ri dan Hyun Woo menolah lalu memperhatikan Ni Na dan Won Young yang sedang bertengkar dikejauhan.


Ni Na : "Aku tidak tahu ternyata kau orang yang kasar. etika macam apa itu, pergi begitu saja ditengah-tengah pembicaraan?" amuknya.

Won Young : "Kaulah yang melanggar perjanjian kita. ingat? kupikir kau menyukai trak lain, benar?" amuknya balik.

Ni Na bilang, ini semua karena debut Won Young. akan lebih baik jika berjaga-jaga.

Won Young : "Itulah kenapa aku melakukan yang terbaik disini. seberapa banyak lagi yang kau inginkan dariku?" teriaknya kesal.

Ni Na : "Aku sungguh tidak berpikir bahwa kita bisa melakukannya." serunya.

Ni Na bilang, itu mungkin saja tidak akan mendapatkan perhatian. apakah Won Young tidak tahu seberapa banyak penyanyi yang menghilang (karena tidak memiliki konsep) tanpa memiliki satu kesempatan berada diatas panggung.

Ni Na : "Terlihat keren itu bagus, tapi..."

Won Young : "Keren???"

NI Na : "Ya keren. sekarang bukan lagi waktunya untuk berpura-pura menjadi seperti artis." ucapnya.

dengan kesal Won Young bilang kalau dia benar-benar tidak ingin lagi kembali ke perusahaan.

Ni Na : "Won Young...."


ketika Won Young akan pergi, tanpa sengaja Ia melihat Woo Ri dan Hyun Woo berdiri tidak jauh memperhatikannya.

Won Young tidak memperdulikan semuanya dan berlalu pergi. terlihat jelas di wajah Woo Ri bahwa Ia khawatir pada Won Young.


Hyun Woo mengantar Woo Ri pulang. melihat Woo Ri yang sedari tadi diam saja, Hyun Woo tanya, apa ini karena tadi Woo Ri melihat Won Young? Woo Ri langsung mengelak.

Hyun Woo : "Kenapa dia (Won Young) ada disemua tempat?" keluhnya.

Woo Ri : "Apa??"

Hyun Woo : "Tidak ada apa-apa." serunya.

Hyun Woo meminta Woo Ri untuk tidak memperdulikannya. Ia menyuruh Woo Ri untuk melakukan sendiri apa yang ingin Ia lakukan ditempat kerja.

Hyun Woo : "Kita bekerja sangat keras untuk mendapatkan pekerjaan ini, kau ingat?" serunya.

Woo Ri : "Aku mengerti.

Hyun Woo bilang, dia ingin mendukung Woo Ri, bukannya membuat Woo Ri tidak nyaman.

Woo Ri : "Ya, aku tahu."


tanpa sengaja tangan Woo Ri bersentuhan dengan tangan Hyun Woo. Woo Ri menoleh karena kaget.

karena hal itu, bayangan masa lalunya dengan Won Young mulai muncul.


== FLASHBACK ==

Woo Ri dan Won Young duduk berdua didepan rumah. Woo Ri memegang tangan Won Young dan mengeluhkan tangannya yang kering.

Woo Ri : "Kau lupa memakai pelembab lagi?" omelnya seraya memukul tangan Won Young.

Won Young bilang kalau pelembab itu tidak bekerja pada tangannya. Ia lalu tanya, apa Woo Ri tidak menyukai tangannya?


Woo Ri : "Tidak juga. tanganmu adalah bagian paling bagus yang ada pada dirimu." ucapnya seraya tersenyum.

dengan percaya diri Won Young bilang ini sudah menjadi nasib seorang gitaris memiliki tangan bagus seperti itu.

Woo Ri : "Benarkah???" ledeknya.


Won Young mulai menggelitiki Woo Ri.

== FLASHBACK END ==

Woo Ri sadar dari lamunannya ketika Hyun Woo bilang kalau mereka sudah sampai.

Woo Ri baru menyadari kalau mereka sudah sampai didepan rumahnya.

Hyun Woo : "Sampai ketemu besok." serunya.

Woo Ri tersenyum seraya mengangguk.


bukannya segera masuk, Woo Ri malah menatap Hyun Woo.

Woo Ri : "Hyun Woo, kau tidak perlu mengantarku pulang kerumah setiap malam. aku merasa tidak nyaman." ucapnya.

Hyun Woo : "Oh.. begitukah?" ucapnya canggung.


melihat Hyun Woo yang menunduk sedih Woo Ri tertawa. lalu Ia bilang, lain kali dia yang akan melakukannya. (mengantar Hyun Woo pulang)

Hyun Woo kaget mendengar itu, terlebih lagi ketika Woo Ri memegang tangannya.


[Narasi Woo Ri : "Aku akan mulai terbiasa memegang tangan yang lain seperti ini."]

Bersambung..

1 comment:

  1. Hyun woo di jadiin pelarian ama woo ri , kasian sama hyun woo nya

    ReplyDelete