July 3, 2015

SINOPSIS WE BROKE UP EPISODE 2

Dilarang meng-COPAS SEMUA ARTIKEL yang ada didalam blog ini!!! tolong hargailah kerja keras penulis!!!


==== EPISODE 2 ====

[Kenangan antara Woo Ri dan Won Young]


[Episode 2 : Putus 101]


[Narasi Won Young : "Cinta adalah sebuah keajaiban seperti tidak ada sesuatu apapun didunia ini melainkan hanya satu orang."]


[Narasi Woo Ri : "tapi bahkan setelah keajaiban seperti itu, kita tergoda dan menyadari pada akhirnya."]


[Narasi Won Young : "Sebuah kenangan saat dua orang terlihat sedang mengisi seluruh alam semesta."]


[Narasi Woo Ri : "Tapi kemudian menghilang dengan cepat dan mereka saling membenci satu sama lain."]


Won Young berteriak kesakitan karena jatuh terpeleset makanan anjing.

Won Young berteriak kesal seraya menuduh Woo Ri yang menaruh makanan anjing dilantai dengan sengaja.

melihat Won Young kesakitan, Woo Ri tersenyum senang. Ia lalu menghampiri Won Young.

Won Young : "Berapa kali aku sudah memberitahumu untuk tidak menaruh makanan anjing di sini?" amuknya.


diam-diam Hyun Dong dan teman Won Young yang satunya, mengintip pertikaian mereka.

Woo Ri tidak mau begitu saja disalahkan. Ia menyuruh Won Young menyalahkan kecerobohannya yang tidak berhati-hati.

Woo Ri : "Dan kau memanggilku Woo Ri? kau tahu aku 3 tahu lebih tua darimu. jangan hanya memanggil namaku saja" amuknya.

Won Young mengeluhkan punggungnya yang sakit.

Woo Ri : "Oh Ya? apa kau merasa seperti ingin pindah sekarang?" tanyanya.

Won Young : "Kenapa harus aku?" amuknya.

Won Young mencoba untuk bangun tapi dia tidak bisa karena punggungnya benar-benar sakit.

Woo Ri : "Masih tidak bisa?" serunya.

Woo Ri mulai menendangi dan memukul Won Young. hal itu membuat Woon Young berteriak kesakitan.

Woo Ri : "Pergi dari rumah ini sekarang juga!" teriaknya.

setelah mengatakan itu, Woo Ri pergi. dan Won Young hanya bisa kesal.


Hyun Dong (Si Drummer) dan Si Pianis bermain musik tepat didepan pintu kamar Woo Ri. mereka sepertinya sengaja melakukan itu untuk membalaskan kekesalan Won Young tadi.


didalam kamar, Woo Ri sedang sibuk didepan komputernya untuk mengikuti sebuah audisi. tapi akhirnya Woo Ri gagal.

Woo Ri menghela nafas panjang. Ia benar-benar kesal mendengar suara keributan diluar yang benar-benar mengganggunya.


Lalu sebuah pesan masuk diponsel Woo Ri. laporan mengenai tunggakan biaya kuliah, dan juga laporan biaya penggunaan ponsel.

Woo Ri : "Ah~ aku tidak bisa menahannya!" serunya kesal.

Woo Ri menoleh kearah pintu dengan mata setan. (Hadeuh kata-kataku :D)


Woo Ri membuka pintu kamarnya lalu berteriak, "Diamm!!!!!"

Hyun Dong dan Si Pianis langsung terdiam kaku melihat Woo Ri yang seperti kesetanan.

Woo Ri : "Kalian berdua sudah siap untuk mengakhiri hidup kalian hari ini?" tanyanya seraya mengacungkan raket nyamuk.

Woo Ri bersiap untuk menghajar Hyun Dong karena kesal.

Hyun Dong : "Tidak, kami tidak bermaksud seperti itu!" serunya ketakutan.


Woo Ri mulai menyerang Hyun Dong dengan raket nyamuk. dan Hyun Don berteriak karena tersetrum berkali-kali. (hahahaha...)


tak lama setelah itu, Won Young keluar dari kamarnya dengan memakai handuk saja. ini karena Won Young baru saja mandi.

Won Young : "Hei, kau pernah bilang kalau kita adalah band terbaik yang pernah ada." ucapnya pada Woo Ri.


Woo Ri menoleh pada Won Young. melihat Woon Young hanya memakai handuk saja, Woo Ri berteriak, "Oh tidak!!!". Woo Ri menutup matanya.

sedetik kemudian ekspresi Woo Ri berubah. Ia menatap tajam Won Young seraya berkata, "Apa itu reaksi yang kau harapkan?"

Woo Ri meledek Won Young yang terlalu percaya diri. (keluar dari kamar dengan hanya memakai handuk dan memamerkan lekuk tubuhnya)

Woo Ri : "Aku tidak mengerti di sebelah mana itu." ucapnya meledek kemudian tepuk tangan.

Won Young kesal dengan perkataan Woo Ri yang menjelekkannya. Ia benar-benar tidak terima.


Woo Ri menantang Won Young untuk menunjukkan padanya. Woo Ri bertingkah seolah-olah akan menarik handuk Won Young.

Won Young : "Apa yang kau lakukan? menunjukkan apa?" teriaknya seraya memegangi erat handuknya.

Woo Ri : "Ok, itu saja. percobaan bagus, tapi berhentilah bermain-main. ini bukanlah studiomu." serunya.

dengan kesal Woo Ri bilang kalau dia tidak memiliki ruang kosong untuk pecundang seperti Won Young.

Won Young : "Pecundang?" serunya marah.


tiba-tiba terdengar teriakan dari salah satu penghuni lain yang bernama Bae Jung Nam.

Jung Nam mengomeli sikap Woo Ri dan Won Young yang sudah melewati batas.

Jung Nam : "Aku sudah mencoba untuk menjadi sangat toleran demi diriku sendiri, tapi kalian benar-benar sudah lupa kalau ini adalah rumah bersama? Huh??" amuknya.

Jung Nam menyuruh mereka untuk membeli apartemen sendiri jika mereka tidak mau mengikuti peraturan. Ia juga mengatakan kalau dirinya mempunyai hak untuk kehidupannya sendiri.


Hyun Dong menghampiri Jung Nam untuk mencoba menjelaskan semuanya.

(Lucunya, gaya Hyun Dong sangat aneh karena tubuhnya masih dialiri aliran listrik dari raket nyamuk Woo Ri. hahaha...)

Jung Nam : "Ada apa dengan anak ini?" tanyanya heran.


beberapa penghuni yang lain ikut berkumpul. mereka meminta Jung Nam berhenti marah-marah.

Jung Nam : "Kalian berdua beruntung karena aku terlalu sibuk dengan ujianku. kalian lebih baik berhenti membuat keributan sebelum aku menelepon polisi. mengerti?" serunya.

Woo Ri dan Won Young mengangguk.


ketika Jung Nam mulai melangkah pergi, Hyun Dong terus saja mengoceh, "Maaf, aku bisa menjelaskan. mereka biasanya tidak seperti ini."

dengan gayanya Hyun Dong menunjuk Woo Ri dan Won Young. tepat ketika itu, Jung Nam kembali dan berteriak kencang sehingga membuat semuanya kaget.

Jung Nam : "Aku memperingatkan kalian. lain kali, aku akan menendang kalian keluar." serunya.

setelah mengatakan itu, Jung Nam pergi.


Hyun Dong mengatakan pada Woo Ri dan Won Young kalau dia bisa memahami situasi yang terjadi antara mereka berdua. tapi jika mereka terus melakukan hal ini, nanti mereka bisa saja ditendang keluar.

Woo Ri menyuruh Hyun Dong untuk tidak menyalahkannya. begitupun dengan Won Young, Ia juga tidak mau disalahkan.

Hyun Dong : "Sekarang kita hanya memiliki satu solusi. Jangan percaya pada laki-laki. kita harus melakukan kesepakatan jika tetap ingin tinggal." ucapnya.

tiba-tiba saja Si Pianis menempelkan raket nyamuk dikepala Hyun Dong. (wkwkwk)


sesuai dengan ucapan Hyun Dong, Woo Ri dan Won Young membuat kesepakatan.

Won Young : "Menjaga kebersihan di area umum." ucapnya.

Woo Ri : "Oke. berpakaian di area umum." sahutnya.

Won Young : "Menghormati privasi." serunya.

Woo Ri : "Jangan sentuh makananku!" ucapnya.

Won Young : "Tidak ada kekerasan." sahutnya.

Woo Ri : "Tidak ada musik di rumah." serunya.

mendengar itu, Won Young menahan kekesalannya.

Hyun Dong bilang kalau peraturan yang sudah disepakati antara Won Young dan Woo Ri sudah siap dan ditetapkan.


ketika Hyun Dong akan meresmikan, tiba-tiba Won Young berteriak, "Tidak ikut campur dalam perihal kencan satu-sama lain!" serunya.

Woo Ri : "Apa?"

Won Young bilang kalau mereka berdua sudah putus sekarang. jadi mereka tidak memiliki hak untuk mencampuri urusan cinta masing-masing.

Won Young : "Ada masalah dengan itu? itu bagus untuk kita berdua." ucapnya.

Woo Ri : "Hei, aku pikir kau melupakan sebuah kenyataan. aku tidak memiliki perasaan yang tersisa untukmu, untuk keberatan dengan hubungan percintaanmu." serunya.

Woo Ri bilang, kalau dia tidak tertarik Won Young berkencan ataupun menikahi seseorang.

(gak tau aku yang salah lihat atau apa, setelah Woo Ri mengatakan hal itu, raut wajah Won Young terlihat kecewa)

Woo Ri bilang, dia setuju dengan aturan yang diajukan Won Young.

Won Young : "Jika ada yang ketahuan melanggar aturan ini...."

Woo Ri : "Dia tidak memiliki pilihan lain.."

Won Young dan Woo Ri saling menatap tajam lalu berkata bersamaan, "Selain pergi."


mereka menulis aturan itu diselebaran. dan menempelkannya diberbagai sudut rumah.

lucunya, Hyun Dong juga menempelkan selebaran itu di punggung Jung Nam. (wkwkwk)

Jung Nam menoleh dan berkata, "Apa-apa'an ini?"

Hyun Dong langsung berteriak, "Lari..!!!"


Won Young berdiri didepan sebuah studio. di pintu studio itu bertuliskan, [Terlambat membayar sewa 6 bulan. band 'aku tidak tahu' tidak diperbolehkan untuk menggunakan studio]


kemudian Won Young menelepon Ibunya untuk meminta uang.

Ibu Won Young sangat senang putranya menelepon. Ibu tanya, apa yang membuat Won Young meneleponnya?

Won Young : "Ibu, apa Ibu punya uang?" tanyanya.

Ibu :"Oh, Ya ada." jawabnya.

Won Young senang mendengarnya. Ia bilang pada Ibunya kalau dirinya benar-benar membutuhkannya sekarang.

Ibu : "Jika kita menjual ayam dan anak babi dari peternakan dan juga, Ba Duk. jika itu masih tidak cukup, aku bisa mencari pekerjaan sampingan di pasar pekerjaan." ucapnya.

mendengar itu, Won Young langsung manyun. Ia bilang akan menelepon Ibunya lagi nanti. setelah mengatakan itu, Won Young menutup ponselnya.


tanpa sengaja, Won Young melihat pengumuman yang tertempel di mini market yang membutuhkan pekerja paruh waktu.


Won Young akhirnya masuk kedalam minimarket itu. tapi Won Young merasa ragu. ketika Ia mau berbalik untuk pergi, tiba-tiba pria yang juga bekerja dimini market itu, berdiri didekat Won Young hingga membuat Won Young kaget.

pria itu tanya, Apa Won Young datang untuk pekerjaan paruh waktu?

Won Young : "Bagaimana kau tahu?" tanyanya.

pria itu bilang, kalau itu terlihat secara alami dari wajah Won Young. Ia menyerahkan rompinya, lalu bilang kalau Won Young pasti sudah tahu apa yang harus dilakukannya. dia juga bilang akan memberitahu pemilik toko. setelah mengatakan itu, pria itu bergegas pergi.


Won Young mulai bekerja di mini market, dari mengepel lantai, melayani pembeli dan juga menata barang di rak.

malamnya, seorang pria mabuk datang ke mini market. mau tak mau Won Young harus menangani pria mabuk itu agar tidak membuat kekacauan.


setelah pria mabuk itu bisa diatasi, Won Young akhirnya bisa sedikit beristirahat. lagipula mini marketnya sedang sepi.

untuk menghilangkan rasa kantuk dan bosannya, Won Young membuka ponselnya dan melihat-lihat koleksi fotonya saat masih bersama Woo Ri.


tak lama kemudian seorang wanita datang. dia adalah Ni Na.

Ni Na terlihat sedang sibuk menelepon.

Ni Na : "Apa kau tidak setuju kalau orang yang menyanyi dijalan bisa menyanyi lebih baik daripada dia?" teriaknya ditelepon.

Ni Na menuju kederetan mesin minuman. Won Young diam-diam mengamatinya dari meja kasir.

Ni Na : "Itu tidak cukup. kau harus menghentikan rekaman atau pecat saja aku. kau memiliki pilihan!" ucapnya kesal.

setelah menutup teleponnya, Ni Na menoleh pada Won Young. mengetahui Ni Na melihatnya, Won Young langsung mengalihkan pandangannya.


setelah mengambil botol minuman, Ni Na menuju kekasir. tanpa mereka berdua sadari, Ni Na menaruh ponselnya dimeja kasir tepat disebelah ponsel Won Young.

Ni Na : "Berapa harganya?" tanyanya.

Won Young : "Ini 3500 Won." jawabnya.


Won Young melihat pria yang mabuk tadi akan muntah, Ia segera menghampiri pria yang mabuk itu seraya berteriak untuk tidak muntah di mini market.

setelah meminum minuman yang dibelinya, Ni Na mengambil ponselnya dan pergi begitu saja.

ketika Won Young kembali ke meja kasir, Ia menyadari kalau ponselnya tertukar.


dirumah, Woo Ri sedang bergaya seperti sedang meninju. ia melakukannya tepat kearah selebaran peraturan yang ditempelkan didinding.

Woo Ri : "Jadi, kurasa dia sudah menunggu untuk ini, benar?"

Woo Ri menduga kalau Won Young sudah berkencan dengan seseorang.


Woo Ri : "Apa semua pria seperti itu?" tanyanya pada Kot Dong.

lalu Woo Ri berbaring didepan Kot Dong seraya bilang, "Sadarlah Woo Ri, kita sudah berakhir sekarang."

raut wajah Woo Ri berubah menjadi sedih.


Ni Na masih belum sadar kalau ponselnya tertukar. Ia berdiri dipinggir jalan sedang menunggu taksi.


Bersambung..

1 comment: