July 15, 2015

SINOPSIS I ORDER YOU EPISODE 3

Dilarang meng-COPAS SEMUA ARTIKEL yang ada didalam blog ini!!! tolong hargailah kerja keras penulis!!!


==== EPISODE 3 ====

Dimulai dengan suasana di pagi hari yang sangat cerah.

Song Ah duduk didepan meja rias sedang sibuk berdandan.

setelah selesai berdandan, Song Ah menatap dirinya dicermin lalu berkata, "Oke, persiapan untuk perang sudah sempurna."

kemudian Song Ah beranjak pergi.


tampak di kalender meja Song Ah, Ia telah menandai hari ini adalah hari yang penting.


Di restaurant, Gook Dae menempel perjanjian kontraknya dengan Song Ah di dinding.

Soo Ri yang membaca isi kontrak itu terkejut.

Soo Ri menoleh pada Gook Dae lalu bilang kalau dia menghunuskan pisaunya dengan tepat.

Gook Dae bilang, jika dia hanya menghitung biaya piring antiknya, maka dia akan rugi besar.

Bi Ryong tanya, apakah yang dilakukan Gook Dae tidak keterlaluan? Bi Ryong berpendapat kalau Song Ah tampak baik.


Soo Ri mendekat lalu bertanya, apa Bi Ryong tertarik padanya?

Bi Ryong : "T-tidak.. dia bukan tipeku." ucapnya.

Soo Ri bilang, Song Ah juga bukan tipenya. karena baginya, Song Ah pendek dan kecil (payudara).

kemudian Soo Ri dan Bi Ryong tertawa. sedangkan Gook Dae menatap mereka tajam. Ia lalu menusuk Soo Ri dengan pena supaya sadar.


Soo Ri : "Hyung, kau bilang kau tidak akan mempekerjakan perempuan, kenapa tiba-tiba.."

dengan dingin Gook Dae bilang, apakah pekerja paruh waktu adalah karyawan? Song Ah hanya bekerja untuk pengganti sementara Meng Dal.

Bi Ryong : "Ngomong-ngomong, kapan Meng Dal akan kembali dari Eropa? kita disini kekurangan tenaga kerja, tapi dia begitu bebas dan bersantai." ucapnya.

Gook Dae : "Entahlah..."

Soo Ri mengeluh, dia sangat iri pada Meng Dal. Ia bertanya-tanya sendiri, kapan dirinya bisa pergi ke Eropa dan bertemu si pirang yang besar (payudara)?

Gook Dae menepuk Soo Ri untuk menyadarkannya.


tak lama kemudian, Song Ah datang. penampilannya begitu memukau. bahkan Gook Dae dan yang lain sempat terpana seolah-olah mereka terhipnotis.

Song Ah : "Apa kabar.." sapanya dengan suara yang lebut.


Gook Dae yang tersadar, langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.

Soo Ri : "Song Ah!! hai..." sapanya dengan ramah.

Song Ah membalas sapaan Soo Ri.

Bi Ryong juga menyapa Song Ah, Ia bahkan menyuruh Song Ah untuk memanggil dengan namanya saja.

Song Ah : "Ya, Bi Ryong." serunya.


dengan dingin Gook Dae memarahi Song Ah yang datang terlamabat.

Song Ah : "aku bisa menyelesaikan pekerjaan nanti." sahutnya kesal.

Gook Dae bilang, jika Song Ah ingin bertindak semaunya, maka jadilah bos. Gook Dae tanya, apakah Song Ah akan terus bersikap kekanakan?

Gook Dae menggerutu kalau Song Ah sudah cukup tua untuk mengetahui mana yang terbaik, tapi tingkahnya malah seperti itu.

Song Ah : "Siapa juga yang ditipu disini?" keluhnya kesal.


Soo Ri tiba-tiba mendekat pada Song Ah lalu membisikkan sesuatu padanya, "Kau seharusnya tetap bersyukur, Nuna. jika aku yang memecahkan piring itu, aku pasti sudah dijual ke sebuah pulau." (hahaha)

mendengar Soo Ri bicara Banmal (Informal) padanya, Song Ah tanya, sejak kapan mereka sepakat berbicara tidak formal satu sama lain?

Soo Ri : "Ah~ biasanya ketika aku bertemu seorang gadis tiga kali, mereka semua menjadi temanku." ucapnya.

Song Ah : "Wow.." serunya tak percaya.


dengan dingin Gook Dae tanya, sampai kapan Song Ah hanya akan berdiri di sana? Ia menyuruh Song Ah untuk mengupas bawang putih.

Song Ah : "Baiklah, jika kau menyuruhku untuk mengupas, maka aku akan mengupas. akan kukupas dengan sekejap." serunya kesal.


Gook Dae menyerahkan sepanci bawang putih pada Song Ah.

Song Ah mengangkat panci itu dengan percaya diri lalu berkata, "Aku pernah melihat tayangan di tv tentang cara mengupas bawang putih." ucapnya.


sekarang kita akan memasuki ilustrasi sebuah acara tv yang menyiarkan cara mengupas bawang putih dengan cepat. dan dipanduh oleh MC Song Ah. acara ilusi itu mendapat judul, 'Tips rahasia cara mengupas bawang putih ala Park Song Ah dipublikasikan!'

[Song Ah : "Potong sisi akar dari bawang putih sedikit lalu taruh di piring."]


[Song Ah : "Letakkan piring ke dalam microwave kira-kira 10-20 detik. jika anda menyalakannya terlalu lama, maka itu, 'no, no!"]


setelah selesai, bawang putih itu bisa otomatis keluar dari kulitnya dengan hanya menekannya sedikit saja.

Song Ah : "Sangat mudah, kan?" ucapnya.


Bi Ryong kaget mengetahui Song Ah tahu trik mengupas bawang dengan cepat.

Song Ah : "Apa Kau sengaja tidak memberitahuku mengenai hal itu agar aku mengalami kesulitan?" tanyanya kesal.

Soo Ri memberitahu Song Ah kalau itu adalah sebuah tes pendatang baru dari Gook Dae. Ia mengatakan dulu mereka juga melakukan hal itu.

Song Ah : "Apa lagi yang harus kulakukan?" tanyanya pada Gook Dae.


Gook Dae tiba-tiba menyentuh dahi Song Ah. dengan cepat Song Ah menampis tangan Gook Dae supaya tidak terlena dan bisa ditipu lagi.

Song Ah : "Apa yang kau lakukan? kenapa kau menyentuh tubuh orang lain seenaknya?" amuknya.

dengan tenang Gook Dae tanya, kenapa Song Ah sensitif sekali? Gook Dae bilang, dia tidak bermaksud menyentuh Song Ah, dia hanya berniat memperingatkannya untuk menaikkan poninya.

Song Ah : "Memangnya apa urusanmu aku menaikkan poni atau tidak?" tanyanya kesal.

Gook Dae : "Apa kau tidak tahu ini di mana?" tanyanya.

Song Ah : "Memangnya kenapa di sini? apa salahnya aku memakai poni didap..."

Song Ah yang baru menyadari dia ada di restaurant, langsung berhenti bicara.


Gook Dae : "Saat kau mempersiapkan bahan untuk memasak, rambutmu bisa saja rontok, apa kau bahkan tidak memikirkannya?" serunya.

Song Ah : "Tapi, tetap saja jangan sentuh poniku. dahiku terdapat bekas luka saat kecil, mangkannya aku terus menutupinya." ucapnya.

mendengar itu, Gook Dae terdiam.

Bi Ryong : "Baiklah, mau bagaimana lagi.." serunya.


Soo Ri melepas ikatan kepalanya, dan bertanya, apa Song Ah mau memakainya?

Song Ah memakai penutup kepala milik Soo Ri dikepalanya. kemudian Ia berseru pada Gook Dae, "Puas??"

Song Ah bilang, dia tidak ingin menunjukkan bekas lukanya pada orang lain. Ia mengatakan, ini sangatlah rumit.

Gook Dae : "Baiklah, poni - lulus." serunya.


lalu Gook Dae menyuruh Song Ah untuk menghapus make-up (riasan) nya.

Song Ah : "Apa??? tidak, aku tidak mau." sahutnya.

Gook Dae : "Kenapa? apa wajahmu rumit juga?" tanyanya.

Soo Ri dan Bi Ryong tertawa.

Song Ah protes, karena tidak tertulis apapun tentang tidak diperbolehkan memakai riasan didalam kontrak. dengan dingin Gook Dae meniru ucapan Song Ah.

Song Ah mengeluh, Ia bilang, ini tidak seperti direstaurant hanya terdapat Gook Dae saja. setidaknya, dia seharusnya menjaga imagenya di depan Soo Ri dan Bi Ryong.

Gook Dae : "Benarkah?"


Gook Dae menoleh pada Soo Ri dan Bi Ryong lalu berseru, "Kalian dengar, kan? dia tidak ingin menunjukkan pada kalian imagenya. kalau begitu, apa yang bisa kita lakukan? kita harus menghindarinya, bukan?"

Soo Ri dan Bi Ryong mengangguk. kemudian Soo Ri menarik Bi Ryong mengajaknya pergi.

melihat apa yang mereka lakukan, Song Ah cemberut karena kesal.


Gook Dae : "Sepertinya kau akan bekerja sendirian. kau sudah mendapat apa yang kau inginkan, bukan?" serunya.

Gook Dae menyuruh Song Ah untuk segera membersihkan restaurant dengan cepat. mendengar itu, Song Ah menghela nafas panjang.


Song Ah pergi keruang ganti, didalam ruang ganti, Ia jingkrak-jingkrak melampiaskan kekesalannya.


ketika mendengar suara Soo Ri, Song Ah segera menempelkan telinganya ketirai untuk menguping.

Soo Ri sangat senang karena Gook Dae membiarkannya libur kerja hari ini. sehingga dia bisa pergi berkencan.

mendengar itu, Song Ah langsung menggerutu, "Anak itu...."


Bi Ryong : "Bagaimana bisa kita melakukan hal itu? akan sangat melelahkan
untuk Song Ah mempersiapkan semua bahan-bahan sendirian."

mendengar itu, Song Ah bilang, "Itu benar, kau melakukan dengan baik!"

lalu terdengar suara Gook Dae, "Apa kau tidak dengar, Park Song Ah bilang dia tidak nyaman?"

kemudian Gook Dae menyuruh Bi Ryong untuk pergi kepasar mengambil bahan-bahan.

Song Ah : "Tidak, jangan tinggalkan aku, Bi Ryong." rengeknya lirih.


Song Ah akhirnya menghapus riasan diwajahnya. dengan kesal ia tanya pada Gook Dae, apakah dia puas?? Gook Dae tersenyum.


melihat Gook Dae terus menatapnya, Song Ah tanya, kenapa Gook Dae melihatnya seperti itu?

Gook Dae : "Pakaian itu, lepaskan!" ucapnya.

mendengar itu, Song Ah jadi salah tingkah dan membuatnya tertawa, Ia menutup dadanya seraya berkata, "Kenapa aku harus melepas pakaianku di sini?" tanyanya.

Gook Dae : "Masakan seperti apa yang akan kau masak dengan pakaian itu? bukankah seharusnya kau memakai pakaian seperti itu ketika kau memasakan untuk pria?" serunya.

Song Ah : "Apa katamu?? apakah kau barusaja melakukan pelecehan seksual padaku?" amuknya.

Gook Dae : "Apa aku terlihat serendah itu?" tanyanya dingin.

Gook Dae menyuruh Song Ah untuk mengikutinya.


Song Ah mengikuti kemana Gook Dae pergi. melihat banyak buku yang ada dirak, Song Ah sangat kagum.

Song Ah : "Wah.. komik! oh? ada dongeng juga!" serunya bersemangat.

Gook Dae : "Apa kau suka komik?" tanyanya.

tiba-tiba Gook Dae berdiri tepat disebelah Song Ah dan membuatnya kaget.

Song Ah : "Ya, aku suka." jawabnya gugup.


Gook Dae bilang, jika Song Ah mau, dia akan meminjamkannya pada Song Ah.

tapi ketika Song Ah akan memilih, Gook Dae menepuk tangan Song Ah dan melarangnya untuk menyentuh bukunya.

Song Ah : "Apa itu akan rusak?" tanyanya kesal.

Gook Dae bilang, itu hanyalah peraturannya dia tidak suka bukunya nanti tercampur (acak). mendengar itu Song Ah cemberut.


Gook Dae masuk ke kamarnya untuk mencari baju yang pas untuk Song Ah kenakan.

Song Ah : "Dia bahkan bukan anak SD. rewel sekali. kupikir ini semua buku masak profesional atau apa." gerutunya pelan.


Gook Dae sibuk memilih bajunya yang pas untuk Song Ah. sedangkan Song Ah berdiri menunggu dibelakang Gook Dae.


melihat Gook Dae memegang kemeja berwarna putih, khayalan mesum Song Ah muncul. Ia membayangkan sedang memakai kemeja putih milik Gook Dae dan duduk diatas tempat tidur Gook Dae.

bahkan Song Ah membayangkan dirinya sedang berpose seksi sampai-sampai mulut Gook Dae berliur ketika melihat Song Ah. tidak hanya itu, Song Ah juga mengeong untuk membuat dirinya tampak garang.

Song Ah yang membayangkan hal itu senyum-senyum sendiri.


tak lama kemudian Gook Dae menyerahkan sebuah baju berwarna orange yang sangat besar pada Song Ah. melihat baju pilihan Gook Dae yang berbeda dari khayalannya, Song Ah tampak terkejut.

Song Ah : "Apa ini baju gembel?" tanyanya heran.

Gook Dae : "Baju gembel?? lalu apa kau pikir ada pakaian kerja?" serunya.

mendengar itu, Song Ah mendesis kesal.


Gook Dae duduk santai menunggu Song Ah ganti baju. tak lama kemudian Song Ah keluar dengan memakai baju milik Gook Dae.

melihat penampilan Song Ah yang seperti pembantu, Gook Dae menahan tawanya.

Song Ah : "Jangan tertawa." ucapnya lesu.

bukannya diam, Gook Dae malah tertawa ngakak.

Song Ah : "Aku bilang jangan tertawa!" amuknya.

Gook Dae bilang, dengan baju yang Song Ah kenakan sekarang, dia terlihat seperti seorang Raja hip hop.

Gook Dae : "Hei.. boo.." serunya meledek.

Song Ah benar-benar kesal melihat Gook Dae terus menertawainya.

setelah lelah tertawa, Gook Dae menyuruh Song Ah untuk menyelesaikan mengupas bawang putih dan juga, masih banyak lagi pekerjaan yang akan dilakukan Song Ah.


Song Ah sibuk mengupas bawang putih sendirian.


belum selesai tugasnya mengupas bawang putih, Gook Dae melempar sekantung bahan lain dan menyuruhnya untuk mengupasnya juga.

melihat kelakuan Gook Dae yang kasar, Song Ah hanya mampu memelototinya saja.


Song Ah yang terlalu lama duduk, punggungnya menjadi sakit. ketika Ia sedang menepuk-nepuk punggungnya yang sakit, Gook Dae tiba-tiba lewat seraya melempar sekantung bahan.

Gook Dae : "Cuci!!" ucapnya.

lagi-lagi, Song Ah hanya bisa menahan kekesalannya.


belum selesai mengerjakan tugas yang baru saja diselesaikan, Gook Dae kembali menghampiri Song Ah seraya menyodorkan sepanci kentang. Ia menyuruh Song Ah untuk mengupasnya.

Song Ah : "Aish.." amuknya.


ketika hari sudah malam, Song Ah sedang sibuk melipat kardus sendirian.

Song Ah : "Kupas, kuliti, cuci!! apa tidak ada kata lain selain itu?" omelnya.


terdengar suara Gook Dae memanggil Song Ah.

Song Ah : "Apa lagi?" tanyanya kesal.

Gook Dae bilang Song Ah sudah bekerja keras hari ini. Ia meminta Song Ah untuk makan terlebih dulu sebelum pergi.

Song Ah : "Kau yang membuatku bekerja keras sendirian, memangnya aku ada pilihan lain?" ucapnya.

Gook Dae bilang, dia akan memasakkan masakan legendaris resep miliknya untuk Song Ah.

melihat Gook Dae memegang buku, Song Ah tanya, komik apa itu? Gook Dae memberitahu kalau itu adalah komik memasak.


Song Ah selesai mengganti pakaiannya seperti semula. kemudian Ia duduk menunggu Gook Dae yang sedang memasak untuknya.


setelah selesai, Gook Dae menyajikan masakannya untuk Song Ah.

Song Ah benar-benar kagum melihat hasil masakan Gook Dae sama persis seperti yang ada didalam komik.

Song Ah : "Woah.. ini sama!!!" serunya.

Gook Dae bilang kalau ini adalah hobinya. menciptakan makanan setelah melihat makanan yang ada didalam buku komik dan dongeng.

Gook Dae : "Bagiku itu adalah buku yang spesial dan juga buku pelajaran." ucapnya.

Song Ah yang heran bertanya, didalam komik tidak ada resep, bagaimana Gook Dae membuatnya?

Gook Dae : "Imajinasi." jawabnya.

Song Ah tidak mengerti apa yang dimakud Gook Dae.

Gook Dae menjelaskan kalau dia membaca komik itu lalu membayangkannya, dan kemudian Ia membuat rasanya.

Gook Dae : "Apakah kau tahu betapa mendebarkannya saat aku membuat rasa yang kubayangkan? ini luar biasa, bukan?" serunya.

Song Ah : "Kau secara tidak langsung sedang memuji diri sendiri, kan?" sahutnya.

Gook Dae : "Aku ketahuan." ucapnya pelan.


kemudian Gook Dae tanya, apakah Song Ah, saat masih kecil juga pernah membayangkan sesuatu?

Song Ah : "Sebuah rumah yang terbuat dari kue." ucapnya.

Gook Dae : "Rumah yang terbuat dari kue?" tanyanya.

Gook Dae dan Song Ah tiba-tiba berseru bersamaan, "Hansel and Gretel."

Gook Dae dan Song Ah tertawa bersama.

Gook Dae bilang kalau dia juga ingin memakan sesuatu.

Song Ah tanya, apa yang paling ingin Gook Dae makan?

mereka lag-lagi berseru bersamaan, "Chocolate Cookie!" (biskuit coklat)

Song Ah : "Wow, kau juga???"

Gook Dae : "Kau juga??"

Gook Dae bilang, lain kali dia akan membuatkan Song Ah biskuit coklat untuknya.


Gook Dae menyuruh Song Ah untuk segera mencicipi masakannya yang ada diatas meja, karena itu adalah suatu kerhormatan.

Gook Dae memberitahu, jika Bi Ryong dan Soo Ri ada di sini, bisa saja Song Ah tidak akan kebagian.

Song Ah tanya, apakah dia ini kelinci percobaan? (pertama kali mencoba masakan Gook Dae)

mendengar itu, Gook Dae memuji Song Ah yang cerdas dalam situasi seperti ini.

Song Ah : "Aish.. lihat saja kalau rasanya tidak enak." keluhnya.


Song Ah mulai mencicipi makanan Gook Dae, tiba-tiba Ia terdiam dengan sorot mata yang berbeda.

Gook Dae : "Bagaimana?" tanyanya penasaran.

Song Ah : "Ini sama..."

dengan sedih, Song Ah bilang kalau rasa makanannya sama seperti buatan ibunya.


== FLASHBACK ==

Song Ah kecil duduk manis dimeja makan seraya memandangi ibunya yang sedang memasak didapur.


setelah masakannya selesai, Ibu menata rapi makanan ke dalam wadah makan.


[Narasi Song Ah : "Kimbab berbentuk kelinci, telur gulung, bakso telur mentega, salad buah, bekal makan siang harta karun ibuku."]

== FLASHBACK END ==

Song Ah bilang, bekal makan siang Gook Dae rasanya sama seperti buatan ibunya.

Song Ah tanya, bolehkah nanti dia membawa sisa makanannya pulang? dia ingin memberikannya pada adiknya.

Gook Dae tersenyum dan bilang kalau dia akan membungkus makanan untuk adik Song Ah.

Song Ah : "Benarkah????"

Gook Dae mengangguk. "Benar!"


Song Ah mengatakan, sebenarnya, saat pertama kali dia memakan bekal makan siang buatan Gook Dae, dia sangat terkejut. karena saat itu rasanya sangat mirip masakan ibunya. Gook Dae mengangguk mengerti.

Song Ah : "Lucu, kan?"

Gook Dae : "Lebih dari lucu, itu menyegarkan. pernyataan 'menyerupai ibu', biasanya digunakan pria untuk menarik hati wanita." ucapnya.

Song Ah : "Omo!!!"

Song Ah bilang dia sekarang akan pergi, karena besok dia harus pergi bekerja.

Gook Dae : "Lihat!! sekarang sudah saatnya kau berkata akan pergi." omelnya.


Gook Dae menyerahkan bekal makanan untuk adik Song Ah. Ia menyuruh Song Ah untuk datang ke restaurannya kapan saja jika dia teringat akan ibunya.

mendengar itu, Song Ah berterima kasih. kemudian Ia pamit pergi.

ketika Song Ah berbalik, Gook Dae tiba-tiba berseru, "Sampai jumpa, Park Song Ah." ucapnya.


didepan restaurant, Song Ah memegang dadanya yang berdebar karena Gook Dae.


sesampainya dirumah, Song Ah memberikan makanan dari Gook Dae pada adiknya Song Joo.

Song Ah : "Bagaimana?" tanyanya setelah Song Joo mencicipi makanan Gook Dae.

Song Joo : Ini benar-benar Daebak!!"

Song Ah sudah menduga Song Joo memiliki pendapat yang sama dengannya.

Song Joo : "Bos Yeo sungguh mengagumkan!" serunya.

(Bos Yeo = Bos wanita)

Song Joo bilang, rasanya sama seperti masakan ibunya. adik Song Ah yang mengira chef yang memasaknya adalah wanita, merayu Song Ah untuk mengenalkannya padanya.

Song Ah : "Itu..."

Song Ah : "Kenapa? apa wajahnya tidak enak dipandang (jelek)?" tanyanya.

Song Ah menggeleng dan memberitahu kalau yang memasak itu semua adalah pria. Song Joo yang mendengar itu terkejut.


Song Joo tanya, tapi kenapa dia dipanggil Bos Yeo? Song Ah menjelaskan, itu karena namanya adalah Yeo Gook Dae.

Song Joo : "Aigoo, memalukan." serunya.

Song Joo yang heran tanya, kenapa orang itu mau membungkuskan makanan untuk Song Ah?

Song Ah : "Aku tidak tahu." jawabnya.

Song Joo menyuruh Song Ah untuk berhati-hati. Ia bilang, semua pria adalah sampah. Song Joo melarang Song Ah untuk berkencan dengannya (Gook Dae).

Song Joo bilang, dia akan membayar untuk piring yang dipecahkan Song Ah. dengan percaya diri, Ia menanyakan harganya pada Song Ah.

Song Ah : "Aku harus bekerja besok..." keluhnya.

Song Joo menyahut, itu kerja yang bagus.


melihat Song Joo yang mempermainkannya, dengan kesal Song Ah memukul adiknya, tapi adiknya dengan cepat bisa menampis pukulan Song Ah.

Song Joo : "Hei.. hei.. aku sudah menjadi pengawal pribadi selama 2 tahun. kau pikir aku akan mudah dipukul oleh wanita?" serunya.

Song Ah : "Terima kasih untuk melihatku sebagai wanita." sahutnya.


ke esokan paginya, Song Ah terlambat datang ke kantor. melihat Song Ah yang datang terlambat, pimpinan Song Ah memarahinya. bahkan Song Ah melewatkan meeting pertama dengan anggota tim lain.

Song Ah hanya bisa menunduk dan meminta maaf.

Song Ah diperintahkan untuk menyiapkan minuman dan pergi ke ruang konferensi untuk rapat PT.


setelah pimpinan pergi, sahabat Song Ah Deok Hee menghampiri Song Ah. Ia memberitahu kalau ketua tim benar-benar egois.

Deok Hee memberitahu kalau ketua Tim Sangat tampan dan juga lembut. benar-benar orang yang patut diperhatikan. dengan kata lain, Sempurna.

Deok Hee : "Aku benar-benar jatuh hati padanya." ucapnya.

Song Ah : "Benarkah??"

Deok Hee : "Dadanya, Bam! pantatnya, Bam! pahanya, Bam! apa yang harus kulakukan?" serunya.


Deok Hee dan Song Ah pergi keruang istirahat. Song Ah sibuk mencuci strawberry kesukaannya untuk dimakan, sedangkan Deok Hee asik membicarakan Ketua Tim.

Deok Hee : "Namanya adalah Kevin. Joo Kevin. aku tidak tahu, itu karena dia mium air dari amerika atau apa, tapi bukankah dia memiliki style tersendiri? bentuk tubuhnya benar-benar..."

Deok Hee cengingisan lalu berseru, "Benar-benar impian Amerika."

Song Ah menyahut, tidak peduli seperti apa dia (Kevin), bagaimanapun, Imagenya masih tampak seperti kue beras.

Deok Hee : "Omo, Gadis ini!! beraninya kau???" amuknya.

Deok Hee mengatai Song Ah licik karena pagi-pagi sudah mengatakan kue beras.


Deok Hee tanya, apakah tuannya baik-baik saja? (yang dimaksud adalah Gook Dae)

Song Ah : "Tuan?" tanyanya tak mengerti.

Deok Hee : "Kemarin kau bilang terjebak kedalam kontrak perbudakan untuk bekerja paruh waktu ditempat yang hanya terdapat pria?" ucapnya mengingatkan.

Song Ah : "Oh, itu?"

Deok Hee yang penasaran tanya bagaimana suasana disana? apa mereka semua seksi?

Song Ah bilang kalau mereka hanyalah pemain, jahat dan licik.

Deok Hee : "Hah???"


Song Ah memberitahu kalau hanya ada satu pria yang baik. (yang dimaksud Song Ah adalah Bi Ryong)


Song Ah : "Satu orang psikopat!" ucapnya seraya membayangkan Soo Ri.


dengan wajah kesal, Song Ah berkata, "Dan satu pria yang jahat!" (Yang dimaksud adalah Gook Dae)


Song Ah memberitahu kalau mereka semua memanggilnya dengan berbeda-beda.

Song Ah : "Bukankah karakter mereka kelihatan?" serunya.

Deok Hee bertanya-tanya, apakah disana tidak ada yang keren? Song Ah membual, jika ada yang seperti itu, maka dia akan membaginya pada Deok Hee.

Song Ah : "Itu sesuatu yang kuharapkan juga." serunya.


Deok Hee pergi begitu saja karena sudah tidak tertarik berbincang dengan Song Ah.

Song Ah yang tidak tahu Deok Hee sudah pergi, terus mengoceh.

Song Ah : "Pertama, aku hanyalah seseorang yang sial. aku hanya..."

Song Ah mengigit Strawberry kesukaannya.


tanpa Song Ah sadari, seorang pria yang dibicarakan Deok Hee (Kevin) datang keruang istirahat.

tanpa berbalik, Song Ah menyodorkan strawberry ke arah belakang, berniat untuk memberikannya pada Deok Hee.

lalu, Kevin memakan Strawberry ditangan Song Ah.


Song Ah berbalik seraya berseru, "Manis, kan?"

Song Ah sangat terkejut ketika melihat seorang pria berdiri didepannya bukanlah Deok Hee.

Kevin tersenyum lalu berkata, "Itu enak!"


kemudian Kevin memperkenalkan dirinya pada Song Ah. "Hai, aku Kevin."


Bersambung..

ADDES SCENE

dulu, Gook Dae pernah memakai baju yang Ia pinjamkan pada Song Ah untuk menyanyi hip hop disebuah tempat. bahkan GOok Dae juga nge-dance.

beberapa orang siswi sekolah melihat Gook Dae dengan tatapan aneh.

salah satu murid bertanya-tanya, "Apakah yang disana itu raja Hip Hop?"

murid lain yang mendengar itu tertawa.


Song Ah ternyata juga ada disitu melihat penampilan Gook Dae. Ia sangat terpukau.

Song Ah : "Keren sekali..."

Song Ah berkomentar kalau Gook Dae seperti mesin dance saja.


Song Ah berjanji pada dirinya sendiri, bahwa dia akan mencari pria seperti Gook Dae.

6 comments:

  1. Wow ada kejadian masalalu yang belum terungkap!! Semangat buat sinopsis ka,, terus di lanjut ya ,, :D

    ReplyDelete
  2. Di tunggu klnjutannya mba.....tetap semangat mba..

    ReplyDelete