April 21, 2015

SINOPSIS ONE SUNNY DAY EPISODE 2

Dilarang meng-COPAS SEMUA ARTIKEL yang ada didalam blog ini!!! tolong hargailah kerja keras penulis!!!


==== EPISODE 2 ====

Ji Ho yang kehilangan dompetnya, segera pergi ke kantor polisi setempat untuk melaporkan pencurian dipenginapan.

seorang polisi (yang wajahnya sama seperti supir taksi) mengamati Ji Ho dengan cermat. Ia heran, mengetahui terjadi pencurian di 4 penginapan.

lalu, polisi itu berseru, "Mereka pencuri atau hantu? bagaimana bisa mereka tahu kalau pintu penginapan itu tidak dikunci? aku sudah disini selama 25 tahun, dan ini pertama kalinya aku melihat kasus seperti ini di Jeju."  ucapnya seraya mengamati Ji Ho.


polisi yang satunya tanya, apa dia sedang mencurigai seseorang? belum sempat polisi yang tadi menjawab, seseorang datang ke kantor polisi. dia adalah Kim Ji.

Kim Ji : "Permisi, saya ingin melaporkan kehilangan." ucapnya memberitahu.

mendengar seseorang juga kehilangan barang, Ji Ho menoleh pada Kim Ji. dan mereka berdua saling menatap.


Kim Ji duduk disebelah Ji Ho untuk membuat laporan. polisi tadi menghampiri mereka lalu tanya pada Kim Ji apa dia juga datang untuk menginap di San Diego semalam?

Kim Ji langsung mengelak. dia menjelaskan dia hanya mampir sebentar untuk mengerjakan pekerjaannya disana. Kim Ji meyakinkan kalau dia sama sekali tidak tidur dipenginapan San Diego. setelah mengatakan itu, Kim Ji menunduk malu.

Ji Ho tanya pada polisi, apa nanti mereka bisa mendapatkan barang mereka yang hilang? polisi mengatakan hal seperti itu sangat sulit, karena biasanya pencuri yang handal, tidak pernah meninggalkan jejak.


polisi yang lain menghampiri Ji Ho dan merasa iba karena Ji Ho dan Kim Ji datang jauh-jauh ke Jeju dan mengalami hal seperti ini.

polisi yang wajahnya mirip dengan supir taksi, tanya pada Ji Ho, apa ada sesuatu yang terjadi padanya di penginapan San Diego?

Ji Ho : "Apa?" serunya tak paham.

Polisi : "Ah~ kau datang sendirian, kau pasti kehabisan uang untuk membeli makanan. apa kau memiliki kartu kredit atau sisa uang yang masih tersimpan?" tanyanya.

Ji Ho : "Tidak.. aku tidak punya." sahutnya dingin.

polisi itu tanya lagi, apa Ji Ho sudah makan? Ji Ho menggelengkan kepala.

polisi juga tanya pada Kim Ji, apa dia sudah makan? Kim Ji juga menggelengkan kepala.


Ji Ho dan Kim Ji makan ramen bersama dengan ke-2 polisi itu.

polisi yang wajahnya mirip dengan supir taksi, disela-sela makan, menasehati rekannya.

polisi : "Bagaimanapun juga, kau harus mendengarkan kata istrimu." ucapnya menasehati. polisi yang satunya mengangguk mengerti.

lalu, polisi itu berkata lagi, jika istrinya memintanya untuk membeli kentang, maka dia juga akan membeli ubi. Ia lalu tanya kepada rekannya alasan kenapa dia melakukan hal seperti itu? polisi itu menjawab sendiri, karena itu adalah harga dirinya sebagai seorang pria.

Ji Ho dan Kim Ji yang mendengarkan pembicaraan itu, diam-diam tersenyum.


Polisi yang lain bertanya : "Jika Istrimu bertanya, kenapa kau membeli ubi juga? bagaimana kau menjawabnya?" tanyanya.

polisi yang wajahnya mirip supir taksi, langsung menjawab, kalau itu sangat mudah, Ia menyuruh rekannya untuk menjawab, bahwa dia membelinya karena ingin makan ubi. lalu meminta maaf. rekan polisi itu tertawa.

Polisi juga menyarankan kalau dia tidak akan menundukkan kepalanya sedikitpun. dan malah memalingkan wajahnya. bahkan polisi itu memberi contoh.

polisi yang lain memberitahu pada Ji Ho dan Kim Ji mengenai penginapan Rose. dia meminta Ji Ho dan Kim Ji untuk datang ke penginapan Rose untuk istirahat setelah makan. dia juga menjelaskan kalau penginapan itu lebih aman.

Kim Ji : "Terima kasih.." serunya.


selesai makan, Ji Ho dan Kim Ji berjalan bersama menuju ke penginapan Rose.

ditengah perjalanan, Kim Ji mencoba mengajak Ji Ho untuk berbincang.

Kim Ji : "Kudengar, kau bermalam di San Diego." ucapnya.

Ji Ho : "Ya!" sahutnya.

Kim Ji : "Bagaimana rasanya? Apakah kau bertemu dengan seseorang? Ada berapa orang disana?" tanyanya penasaran.

Ji Ho diam saja tak menjawab, dia malah menatap Kim Ji dengan aneh karena terlalu banyak bertanya.

Kim Ji : "Menurutku, tempat itu seperti barak. jika kesana diwaktu yang salah, hanya ada pria." ucapnya memberitahu.


melihat ekspresi Ji Ho yang sepertinya tidak tahu apa-apa, Kim Ji memberitahu Ji Ho kalau penginapan itu adalah tempat untuk mencari seseorang untuk berkencan (tidur). Kim Ji mengatakan, penginapan itu seperti tempat prostitusi.

mendengar itu, Ji Ho langsung menghentikan langkahnya.

Kim Ji: "Apakah kau datang sendiri? kalau begitu ikut aku.." ucapnya dengan gaya menggoda.

setelah mengatakan itu, Ia tanya pada Ji Ho, apa dia tidak tahu sesuatu mengenai itu? jika tidak, kenapa Ji Ho menginap ditempat seperti itu?

Ji Ho masih saja diam tidak menjawab. Ia mengingat semua kejadian yang terjadi padanya saat di San Diego.

dia baru sadar, pantas saja polisi tadi bertanya padanya apa terjadi sesuatu padanya saat di San Diego, dan ketika polisi bertanya pada Kim Ji, Kim Ji mengelak habis-habisan kalau dia tidak menginap di San Diego.


Kim Ji tanya pada Ji Ho, dia tidak kehilangan ponselnya kan? Kim Ji lalu bilang dia sangat iri pada Ji Ho karena tidak kehilangan ponsel.

Ji Ho : "Apa kau kehilangan semuanya?" tanyanya.

Kim Ji : "Aku meletakkan alat make-up dan dompetku ditempat tidur, jadi aku masih memilikinya. ah, biasanya aku mengenggam ponselku saat tidur, tapi semalam aku mencharge ponselku, dan letaknya jauh dari tempat tidur, karena itulah..." ucapnya kesal.

Kim Ji semakin kesal karena dia seharusnya menghubungi seseorang sekarang.


tak lama kemudian mereka sampai dipenginapan Rose. seorang Nenek bernama Lee Jung Mi menyambut mereka dan segera menunjukkan kamar.

Nenek Jung Mi mengantar Ji Ho kekamar. ketika memeriksa penghangat kamar yang belum dinyalakan, Nenek meminta Ji Ho untuk menunggu sebentar, nanti pasti akan hangat saat malam.


Ji Ho : "Sebelumnya, maaf. saya kehilangan dompet. untuk biaya sewa kamar, bolehkah saya mentransfernya nanti?" ucapnya menjelaskan.

Nenek : "Apa yang terjadi padamu?" tanyanya terkejut.

Ji Ho memberitahu kalau barang-barangnya dicuri dipenginapan sebelumnya.

Nenek : "Aigoo, bagaimana itu bisa terjadi?" tanyanya iba.

Ji Ho : "Boleh saya tahu nomer rekening anda?" tanyanya.

Nenek : "Berarti, jika kau kehilangan dompetmu, kau pasti belum makan, kan?" serunya khawatir.

Ji Ho tersenyum lalu bilang kalau dia sudah makan. Nenek tidak percaya dengan apa yang dikatakan Ji Ho. Ia beranjak pergi untuk memasakkan sesuatu.

Ji Ho : "Nenek, tolong berikan nomor rekening anda." serunya.

Nenek : "Iya aku tahu, dimana aku meletakkan buku tabunganku?" gumamnya.


Ji Ho melihat pemandangan di luar penginapan dan sangat kagum karena pemandangan dari penginapan Rose sangat bagus.


beberapa saat kemudian, Nenek sudah menghidangkan makanan dimeja. Ia berteriak meminta Ji Ho dan Kim Ji untuk keluar. Nenek juga menyerahkan buku rekeningnya pada Ji Ho.

melihat buku rekening milik Nenek, Ji Ho baru tahu kalau nama Nenek sama dengan nama penginapan, Ji Ho lalu bertanya, karena inikah Nenek memberi nama penginapannya 'Penginapan Rose'?

Nenek tersipu malu kemudian memberitahu kalau anaknya yang mengganti (mengubah) namanya.

Kim Ji : "Jadi, siapa nama asli anda?" tanyanya.

Nenek : "Lee Cheon Won (2000 won)." jawabnya.

Ji Ho dan Kim Ji tersenyum menahan tawanya. mereka kemudian saling menatap.

Nenek juga memberitahu kalau kakaknya bernama Lee Baek Won (200 won).


saat melihat Nenek mengambil sesuatu, Kim Ji beranjak dari duduknya untuk membantu, tapi Nenek menyuruhnya untuk duduk.

Nenek bercerita pada Ji Ho dan Kim Ji, setelah suaminya meninggal, dia membangun penginapan ini, dan putri bungsunya mengganti namanya menjadi
Lee Jung Mi (rose).

Nenek : "Sebenarnya, artinya 2 Rose." ucapnya seraya tersenyum.

Kim Ji berkomentar kalau nama Nenek benar-benar nama yang indah. sedangkan namanya biasa saja, seperti nama pria.

dengan genit Nenek bilang kalau namanya tidak seindah yang dikatakan Kim Ji. lucunya, Nenek tersipu malu sambil memukuli Ji Ho. kemudian Nenek menyuruh mereka untuk makan.


Nenek : "Walaupun kau menjadi pengemis, kau tetap harus makan banyak." ucapnya menasehati.

Kim Ji yang mendengar nenek mengatai Ji Ho sebagai pengemis, tertawa. melihat Kim Ji menertawainya, Ji Ho menatapnya tajam.

Kim Ji : "Aku masih memiliki dompetku!" serunya membela diri.


disela-sela Ji Ho dan Kim Ji makan, Nenek bercerita lagi kalau Ayahnya adalah seorang yang sangat miskin. Ayahnya selalu berpikir jika dia meninggal saat kenyang, maka dia akan bahagia. Ayahnya bahkan tidak memiliki uang sepeserpun, karena itulah semua saudaranya dinamakan seperti itu. (dinamakan dengan nominal uang)

Nenek juga bercerita ketika kakaknya masih kecil, kakaknya itu sering berbohong. saat seseorang bertanya siapa namanya, kakaknya selalu menjawab 'Lee Mi Hwa'. Mi Hwa artinya bunga yang cantik. tapi, sampai kakaknya meninggal, kakaknya tidak benar-benar mengganti namanya. sehingga dibatu nisannya tertulis, Lee Baek Won.

*Nenek : "Tapi, suamiku sudah meninggal sebelum melihat aku mengganti namaku. jika aku mati, dan kita bertemu disurga, dia pasti menertawakanku. bagaimana bisa aku mengganti namaku diusia setua ini. dia pasti bilang, "Jika namamu mawar (rose), maka namaku angsa"." ucapnya.

Ji Ho dan Kim Ji tersenyum mendengar cerita Nenek.


Nenek : "Nama kakekku, Gae Shik. Go Gae Shik. jika ditulis dalam karakter cina, maka akan lebih berarti. tapi orang-orang memanggilnya Go Gae Ja-Shik (Anak anjing)." ucapnya panjang-lebar.

Nenek bilang kalau anak-anaknya memiliki nama yang cantik semua. seperti Go Mi Jung, Go Mi Young. Ji Ho dan Kim Ji tersenyum dan mengangguk mengerti.

Nenek : "Go Mi Kyung, Go Mi Song.." ocehnya lagi.

Kim Ji : "Wow~ Nenek memiliki banyak puteri!" serunya.

saat Ji Ho dan Kim Ji akan melanjutkan makan, Nenek kembali mengoceh lagi menyebutkan nama anaknya yang lain. menyadari dia terlalu banyak bicara, Nenek segera pergi.

setelah Nenek pergi, Ji Ho melihat-lihat foto-foto milik nenek dan keluarganya yang terpajang di meja.


saat Ji Ho jalan-jalan keluar penginapan, tanpa sengaja Ia menabrak sepasang kekasih yang baru saja membeli kopi dan membuat kopi yang mereka beli tumpah.

Ji Ho segera meminta maaf dengan apa yang terjadi. Ji Ho bilang pada pasangan itu untuk mengganti kopi mereka.


saat Ji Ho akan pergi, Ia langsung terhenti karena ingat kalau dompetnya hilang dan dia tidak memiliki uang.

Ji Ho kembali ke pasangan itu dan meminta maaf sekali lagi. Ji Ho bilang kalau dia telah kehilangan dompet. sepasang kekasih itu langsung menatap Ji Ho tajam.


tiba-tiba terdengar suara Kim Ji berteriak pada mereka.

Kim Ji : "Biar aku yang mengganti kopinya." teriaknya.

Ji Ho menoleh dan kaget melihat Kim Ji.

Kim Ji : "Kopi apa yang tumpah?" tanyanya pada pasangan itu.


Ji Ho menatap Kim Ji dengan bingung, sedangkan Kim Ji tersenyum manis pada Ji Ho.


Bersambung..

Indo Sub by aidenia

No comments:

Post a Comment